
Dua hari kemudian di kediaman kantor Mahesa Group 'MG' kehebohan terjadi di ruangan Reno. Dua orang mata-mata yang bertugas mencari Nathan yang sudah berjalan selama empat tahun ini, mulai mendapatkan titik terang.
"Tuan kami sudah menemukan keberadaan Nathan Anderson, anak dari Thomas Anderson."
"Reno yang sedang duduk di kursi singgasananya, spontan berdiri dan netra nya mencari kebenaran pada dua orang mata-mata itu"
"Apa kalian tidak berbohong?! jangan pernah memberikan berita palsu! atau kalian akan mendapatkan akibatnya, aku bukan orang yang mudah di perdaya!" tukas Reno tegas.
Pria itu mengeluarkan sebuah ponsel dan mengirimkan gambar ke ponsel Tuan-nya. Reno membuka pesan masuk dan tercengang melihat beberapa foto Nathan, pria yang pernah menjadi bodyguard anaknya.
"Dimana dia!"
"Bali Tuan!"
"Apa?!!!!! Reno terkejut dan terlihat murka, ia teringat akan gadis kesayangannya yang masih berada di Bali. "AKHIRNYA KAU KELUAR JUGA SETAN KECIL!!! serunya, Reno menekan tombol mesin telekom.
"TUTS!!
"Frans siapkan penerbangan kita ke Bali sore ini juga!
"Ada apa kak! kenapa mendadak?!
"Huft! anak Thomas berada di Bali, aku khawatir keadaan Zee, Nathan kembali setelah empat tahun pemburuan kita."
"Apa itu benar kak!"
"Iya! mata-mata kita sudah memberikan bukti akurat!"
"Baiklah kak, jam tiga sore kita berangkat, masih ada waktu tiga jam untuk persiapkan semuanya."
"Kau hubungi orang-orang kita, bawa penembak sejati yang tidak salah membidik sasaran!"
"Siap Kak!"
Setelah berkomunikasi dengan Frans. Reno menatap dua orang mata-matanya yang masih berdiri didepannya.
"Good job! kalian akan mendapatkan hadiah besar setalah kita mendapatkan setan kecil itu!"
"Terimakasih Tuan! ucap mereka berdua serempak.
"Kalian bersiaplah! jam tiga kita berangkat ke Bali, kalian adalah orang kepercayaan ku! dan buat strategi untuk penangkapan anak Thomas, kali ini jangan ada kata gagal..!!" seru Reno dengan tangan mengepal kuat dan sorot mata tajam, setajam mata elang yang siap mencabik-cabik lawannya.
"Siap Tuan! kami akan mengirimkan anak buah kami yang berada di Bali untuk terus memantau target!"
"Good! sekarang pergilah!"
__ADS_1
Dua pria itu mengangguk sebagai respon dan meninggalkan ruangan Reno.
Tangan Reno mulai mencari kontak telepon dan menghubungi seseorang.
"Hallo brother...!
"Ren.. adaapa lagi? kenapa kau masih saja posesif pada Vana yang hampir dua jam sakali menelpon! Ck! terlalu berlebihan!" seru Robert, di kalimat terakhir membuat suara Reno meninggi
"Hey! kaupun memiliki anak gadis juga bukan?! posesif pada anak sendiri wajarlah, aku tidak ingin ada yang melukai anakku walau seujung kuku pun."
"Baiklah.. baiklah..." akhirnya Robert mengalah dan tidak ingin berdebat dengan Pria keras kepala itu.
"Dimana Zee.. aku harus bicara dengannya?!"
Robert memutar bola matanya malas seraya gelengkan kepala, untung saja Reno tidak berhadapan langsung dengan Robert yang terlihat kesal dengan sahabat sekaligus adik iparnya itu.
"Zee pergi keluar dengan Chika setengah jam yang lalu!"
"What!! kenapa kau tidak larang! Zee baru saja keluar dari rumah sakit, kau malah biarkan mereka pergi keluar! Astaga bert! ingin rasanya aku mencekik mu!! cetus Reno dengan suara kesal. lihatlah CEO bucin akut itu, wajahnya sudah memerah menahan amarah.
"Kemana Zee pergi!
"Katanya ingin shopping, Vana bilang mumpung masih beberapa hari lagi di Bali!"
"KAU TAU TIDAK! NYAWA ZEVANA SEDANG TERANCAM! ANAK THOMAS SUDAH KEMBALI! DAN INI SEDANG BERADA DI BALI!!!"
"APA KAU PIKIR AKU BICARA DENGAN NADA BERCANDA! hufttt! Reno meniup kuat, hatinya masih diliputi amarah, apalagi saat mendengar Vana tidak ada dirumah.
"Okey! aku akan mencari mereka berdua, Kau tenang saja. Bodyguard yang kau kirimkan kemarin menemani Vana dan Chika shopping!"
"Pastikan anakku baik-baik saja, aku percayakan semuanya padamu!"
Robert mendesah panjang setelah sambungan telepon terputus "Kau terlalu berlebihan Ren, Vana bukanlah balita yang berusia Lima tahun." gumam Robert.
"Siapa yang telpon Mas? sepertinya kau sangat kesal." tanya Davina yang baru masuk kedalam ruangan kerja suaminya, lalu menaruh cangkir kopi di depannya.
"Reno baru saja menelpon."
"Ck! Reno terlalu berlebihan, apa tidak percaya juga setiap dua jam menelpon gadisnya." sambar Davina yang sangat tahu sifat adik iparnya.
"Vana dalam bahaya..."
"Hah?! maksudmu bahaya bagaimana Mas?"
"Musuh Reno, anak Thomas sudah kembali, dan ia berada di Bali sekarang!"
__ADS_1
Deg!
Jantung Davina berdebar, ia sangat tahu siapa Thomas itu? pria tampan yang penuh gairah, Davina adalah wanita yang kesekian bagi Thomas, dan telah menemaninya selama beberapa tahun setelah ia kabur dari Erlangga kekasihnya. Pertemuan Davina dan Thomas di sebuah Club' di Amerika, Thomas adalah pemilik club' dan Kasino terbesar di Negaranya. Ia seorang pria Casanova yang sangat berpengaruh, hidupnya selalu di kelilingi banyak wanita, menghamburkan uang setiap harinya tidak akan membuat Thomas jatuh miskin. Bisnisnya mengguliat di berbagai Negara, hingga sempat berhubungan bisnis dengan Reno dan menanam investasi pada kapal pesiar di ITALI.
Davina teringat kembali masa-lalunya dulu. Bagaimana Thomas sangat menyayangi dan memanjakan nya dengan limpahan materi dan kedudukannya sebagai ratu di hatinya. Sebuah jet pribadi, Penthouse mewah di bilangan New York dan sedan Lamborghini Veneno - 4,5 juta dolar AS (Rp63,9 miliar) Namun sayang, Davina tidak pernah mencintai Thomas, dulu ia hanya terobsesi dengan Reno, pria yang sudah ia tinggalkan demi ambisinya untuk balas dendam, siapa sangka justru Reno menikah dengan kembarannya untuk menggantikan posisi dirinya. Rasa cemburu dan iri hati pada sang adik membuat Davina kalap dan menghalalkan segala cara, Thomas lah tempat Davina untuk bisa mewujudkan keinginannya dan berpura-pura mencintai Pria Amerika itu hanya untuk ambisinya.
"Sayang... kenapa kau diam? apa yang sedang kau pikirkan?!" Davina tersentak kaget saat Robert menatap curiga, ia menarik atensi dari pikirannya yang sudah di penuhi dengan ingatan 23 tahun lalu.
"Tidak ada Mas..., aku hanya ikut khawatir dengan Vana dan Chika."
"Kita harus secepatnya membawa mereka pulang. Anak Thomas sangat berbahaya seperti Ayahnya, Mas tidak ingin kesalahan karena Zevana sedang berada di Bali!"
"Anak Thomas dari wanita manakah? Ahh.. terlalu banyak wanita yang kau tiduri Thom! tapi kau tetap jadikan aku Ratu di hatimu, meskipun aku harus mendapatkan hinaan dari istri sah mu, Stefany! hanya aku yang masih kau pertahankan dan meninggalkan j4lang-j4lang mu yang haus akan kehangatan dan uang mu!"
"Hey! kenapa masih bengong?! Robert memeluk tubuh istrinya yang diam seperti patung manekin. "Apa ada yang membuat pikiranmu teralihkan sampai melupakan suamimu disini." menatap netra coklat istrinya yang terlihat tegang dan gugup.
Davina langsung merubah raut wajahnya menjadi lebih tenang dan tidak terlihat mencurigakan "Aku tidak ingin kau tahu masalalu ku bersama Thomas Mas, cukup Reno, Delena dan ibu yang tahu tentang aku. Aku sudah menutup rapat masa-laluku, tapi kenapa dengan kehadiran anak Thomas seakan membuka luka lama kembali." jeritnya dalam hati.
"Cup!
Robert mencium bibir istrinya dan mulai melum*tnya, awalnya Davina diam saja, akhirnya ia membalas lum*tan suaminya dan melupakan semua tentang Thomas. Keadaan semakin panas, suara lenguhan dari bibir seksi Davina saat Robert menyentuh area sensitifnya. "Kita lanjutkan di kamar." bisiknya dengan suara parau yang menggoda.
"Lakukanlah, dan buat aku melupakan masalalu-ku!" balas Davina.
"Masa-lalu?! Robert menautkan kedua alisnya
"Mak-sud ku, aku tidak ingin ada wanita dari masa-lalumu hadir kembali diantara kita, hidup kita sudah sempurna dengan kehadiran Chika dan Sabrina!" dustanya untuk mengalihkan kecurigaan Robert.
"Kenapa kau tiba-tiba mengungkit ibu dari Sabrina? bukankah wanita itu sudah meninggal, please jangan ingatkan itu kembali." pinta Robert dengan tatapan memohon.
Davina tersenyum "Adanya masa depan, karena kita belajar dari masa-lalu, aku tidak pernah menyalahkan masa-lalumu Mas, karena wanita itu hadir sebelum aku masuk dalam kehidupan mu, dan sebaliknya pun demikian, aku punya masalalu sebelum kehadiran mu."
"Aku paham, kau tidak usah khawatir. Aku tidak akan mengungkit masa-lalumu selama kau setia dan terus berada disisiku sampai hembusan nafas terakhir kita."
Robert menarik tubuh Davina kedalam pelukannya. "Jangan pernah pergi dari hidupku. aku sangat mencintaimu."
"Aku pun sama, sangat mencintaimu my husband!" balas Davina, memeluk pinggang suaminya erat.
"Asal kau tahu Mas, aku memiliki anak dari hubungan gelap ku bersama Thomas! seorang putri cantik yang baru aku lahiirkan. Dengan teganya Thomas membawa anakku pergi untuk menyanderanya, agar aku tidak pergi dari kehidupannya yang membuat aku seperti hidup dalam neraka bila terus bersamanya! Dimanakah anakku?! Davina menjerit dalam hati, hatinya bagai tercabik-cabik bila teringat itu semua. Davina tidak pernah melupakan anak kandungnya sendiri yang usianya hampir sama dengan Zevana. Tanpa Robert sadari, airmata Davina sudah menetes deras di bahunya.
💜💜💜
@Akan banyak rahasia dan kisah masa lalu yang belum tertuntaskan, kisah Thomas dan Davina akan dihadirkan kembali karena kisah Nathan akan berhubungan dengan anak Davina. alurnya Plot twist dan semakin seru.. apakah anak Davina akan memihak Matthew untuk membalaskan dendam Ayahnya? atau bergabung dengan Nathan dan mengakhiri balas dendam?!... Woww tunggu terus kelanjutannya 😘😘
@Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘
__ADS_1
Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76
@Bersmbung....