
Darren berhenti dan menepis kasar tangan Nessa, lalu menatap dalam wajah wanita yang sudah memberikan kehangatan tubuhnya. "Nessa, mulai hari ini, kita bukan lagi sepasang kekasih!
Bagai disambar petir jantung Nessa berdenyut pedih "Ap-apa maksud mu Ren..?! ucapnya dengan mata berkaca-kaca
"KITA PUTUS!! Darren menarik sudut bibirnya dan melangkah pergi bersama Lexsi tersenyum penuh kemenangan.
Seketika Nessa ambruk ketanah.
Sekuat tenaga Nessa bangkit dan mengejar Darren, bagaimana pun juga ia tidak akan rela melepaskan Darren begitu saja.
"DARREN...!! ku mohon jangan tinggalkan aku, Kenapa kau tega campakkan aku setelah aku memberikan semuanya padamu!! Nessa terus berteriak tak peduli orang-orang dikampus menatapnya.
"Tutup mulutmu! Dasar j4l4ng! lihat semua orang menatap kearah kita!"
"Sekarang kau katakan aku j4l4ng Hah?! setelah kau rusak dan hancurkan diriku!!"
"Diam kata ku!! pekik Darren menahan emosi.
"Aku sudah tidak peduli lagi, aku akan tetap berteriak, biar semua orang tahu kalau kau sudah Campakkan aku setelah kau ambil kesucian ku!" seru Nessa dengan emosi meletup-letup.
Darah Darren berdesir, emosinya mulai tersulut. rahangnya mengeras dengan kedua tangan terkepal.
"Sudahlah Ren, kita pergi saja. Tidak usah pedulikan wanita pecun ini!"
"Kurang ajar kau Lex.." Dengan Penuh amarah Nessa menjambak rambut panjang lexsi.
"Lepaskan j4l4ng!! seru Lexsi menjambak juga rambut Nessa.
"Stop! sudah cukup! Darren berteriak seraya memisahkan dua wanita itu yang saling jambak dan cakar. Keadaan diluar kampus semakin kacau dan riuh. Semua ikut bersorak dan memberi semangat dua wanita itu yang saling merebut kan Darren.
"Dasar pel*cur! simpenan om-om! beraninya kau hasut Darren!"
"Kau jal4ng murahan! tidak punya malu, sudah dibuang tapi masih berharap pada Darren!"
"SUDAH CUKUP BRENGSEK!! Darren menarik kasar tubuh Nessa, hingga keduanya terlepas.
"Kau jahat Darren! kau bela wanita ini?! Apa kau lupa? bahkan dua kali aku mengugurkan kandungan ku, demi laki-laki sialan seperti kau!"
"Aaggrrhh!!! Darren menarik kasar tangan Nessa dan membawanya kedalam mobilnya.
BRAKK! membanding kasar pintu mobil
"Darren! kamu bawa wanita itu ke mana! tanya Lexsi didepan mobil Darren.
"Aku akan selesaikan urusan ku dengan wanita itu dulu, besok saja kita perginya. Aku tidak akan tenang sebelum semuanya selesai. Kau paham kan?"
"Baiklah, aku tunggu nanti malam ditempat biasa."
Darren mengangguk dan masuk kedalam mobil. Lalu melajukan sport birunya dengan kecepatan tinggi. Tidak ada obrolan didalam mobil, sesekali terdengar helaan nafas Darren. Nessa mengigit bibir bawahnya, dadanya begitu sesak melihat perubahan dratis pada Darren.
"Kau ingin bawa aku kemana!"
__ADS_1
Tidak ada sahutan dari mulut Darren, ia tetap fokus menyetir tanpa menoleh sedikitpun.
"Darren!!! pekik Nessa.
"Ciiiiiiiitttttttt!!!!!
Rem mendadak membuat Nessa terpentuk dashboard "Bisa diam tidak!!! bentak Darren.
"Aku hanya bertanya? kau mau bawa aku kemana?!
"Hah! sial..!! Darren memukul stir. "Kalau saja kau tidak menggoda ku, sampai saat ini aku masih berhubungan dengan Zara!"
"What's..? jadi kau menyesal sekarang! setelah kau sudah mendapatkan semuanya!"
"STUPID! KAU YANG MENGGODAKU, SENGAJA MEMBUKA PAKAIAN DIDEPAN KU!!
"Kau sendiri yang bodoh! kalau kau kuat iman tidak akan mudah tergoda!"
"Mana ada kucing di kasih daging nolak! aku menyesal sudah menghianati Zara, dia wanita yang kuat dan tidak lemah seperti mu! wanita cantik dan elegan, tidak mudah tergoda dengan laki-laki manapun! Alangkah bodohnya diriku yang termakan rayuan mu. Kau sengaja malam itu menyuruh aku datang ke apartemen atas undangan Zara, ternyata kau sudah merencanakan semuanya dan bukan Zara yang mengundang ku malam itu! menatap tajam kearah Nesssa "Benarkah kau sudah merencanakan semuanya dan berniat merebut ku dari Zara!" hentak Darren dengan mata melotot.
"Terus saja kau banggakan Zara! sekarang kau beda-beda kan aku dengan Zara! semuanya sudah terlambat, dan kau sendiri sudah menikmatinya. kalau aku menjebakmu kenapa kau tidak melepaskan aku? bahkan kau terus menggauli aku, di hotel dan apartemen!"
"Demi cinta ku padamu, aku rela menggugurkan kandungan ku dua kali, karena kau belum siap untuk bertanggung jawab. Tapi setelah aku lakukan semuanya untukmu, kau Campakkan aku dan berhubungan dengan si j4lang Lexsi! kau jahat Darren....!!! hiks.. hiks..
"Huftt! Darren menghela "Sekarang kau mau apa?!
"Aku tidak mau kita putus! tolong bantu aku Carikan tempat tinggal, aku sudah tidak memiliki uang lagi, Tante Siska tidak mau kirimkan aku uang lagi, semua ini gara-gara Zara sialan itu!"
"Sudah! kau jangan selalu menyalahkan orang, baiklah aku akan bantu kau tinggal sementara di rumah teman ku, kedua orang tuanya sedang keluar kota. Tapi untuk kembali lagi padamu aku tidak bisa!
"Itu terserah padamu, bila kau tidak mau ya sudah!
Nessa terdiam sambil terus berfikir "Aku tidak memiliki uang untuk menyewa rumah, lebih baik aku terima tawaran Darren, yang penting aku tidak bayar sewa rumah." batinnya lirih.
"Baiklah, antarkan aku ke tempat penginapan untuk ambil koper ku."
Darren tersenyum misterius dan melajukan mobilnya ketempat penginapan Nessa. Setelah Nessa turun dari mobil, Darren menghubungi seseorang.
"Hallo bro... gue mau titip bekas cewek gue di rumah loe!
"Serius loh! nggak bohong kan?
"Ngapain juga gue pake bohong! loe bisa pakai sepuas loh! gue udah nggak berselera walau permainannya masih asyik." muehehehe...
"Mantap bro... cepet gue udah nggak sabar, pengen nyicipin body nya yang aduhai, montok dan seksi. Gue siap tampung Nessa di rumah gue, bakal gue pakai siang malam." hahahaha...
"Okay... sampai nanti, orangnya udah datang."
"Oke.. oke.. gue tunggu!"
Telepon berakhir bersama Nessa masuk kedalam mobil. Setalah Nessa memasukkan kopernya, mobil melaju dengan kecepatan cepat. Setengah jam kemudian, mobil sampai di sebuah perusahaan sederhana. Nessa menyeret kopernya menuju sebuah rumah.
__ADS_1
Ceklek! krekk....
Darren membuka handle pintu yang tidak terkunci, sebenarnya Daren sudah di chat, mereka sengaja sudah buat rencana.
"Ayo masuk! perintah Darren pada Nessa yang masih diam mematung.
"Ini rumah siapa?"
"Sudah masuk saja! jelas ini rumah temanku, kau aman tinggal disini!"
Walau sempat ragu Nessa masuk mengikuti langkah Darren. Darren membuka sebuah kamar yang berada di ujung lorong.
"Ini kamar untukmu." Darren masuk kedalam kamar "Gimana kau suka?"
"Dimana temanmu? aku tidak melihatnya sejak tadi."
"Dia sedang keluar dan sengaja tidak mengunci pintunya." Darren berjalan mendekati Nessa dan memeluknya dari belakang sambil menciumi tengkuknya. "Aku sangat merindukanmu, kita lakukan disini."
"Ta-pi bukankah kau__"
Darren meremas dua gundukan didepan Nessa "Aku menginginkan sekarang." Nessa mendes"h seraya menikmati sentuhan Darren dan terbuai oleh rayuan nya. Tanpa penolakan, Darren menjatuhkan tubuh Nessa diatas ranjang. Melepas pakaian mereka satu persatu hingga polos tanpa sehelai benangpun. Darren mulai melancarkan aksinya, menciumi leher putih Nessa hingga *****"* bibirnya dan terjadilah penyatuan hangat dan lenguhan dari bibir keduanya. Darren memberikan sentuhan yang membuat Nessa melayang hingga keangkasa. Permainan panas Darren sungguh luar biasa, hingga mereka sampai di puncak kenikmatan berkali-kali, Nessa benar-benar dibuat tak berdaya hingga nafasnya tersengal.
Mereka berbaring usai pelepasan. "Thanks my honey." mencium kening Nessa dan memakai bajunya "Aku harus pulang, ini sudah malam."
"Tunggu! bagaimana mungkin aku sendiri di rumah ini kalau kau pulang."
"Tenang saja sebentar lagi temanku pasti datang." Darren tersenyum misterius.
Ceklek!
Tiba-tiba pintu kamar terbuka, masuk dua orang pria kedalam kamar, sontak Nessa terbelalak, bola matanya membesar.
"KALIAN....?!!!! KENAPA KALIAN ADA DISINI? Nessa menoleh pada Darren yang sudah selesai memakai pakaiannya, tubuh Nessa yang polos hanya tertutup selimut.
"Apa maksud semua ini Darren?! kenapa ada Alex dan Leon?" Pria negro yang sangat Nessa benci. Pria yang selalu menggodanya dan otak mesum bila di kampus.
Kedua pria itu berjalan mendekat dan merangkak naik keatas ranjang. "Apa-apaan kalian pergi sana, aku jijik sama kalian semua!"
"DARREN! KAU MENJEBAK KU! BRENGSEK KAU DARREN....!!!!
Darren tersenyum puas, "Nikmatilah sepuas mu, temanku juga ingin menikmati tubuhmu, bukankah seorang teman harus saling berbagi?
"DASAR GILA!! OTAKMU SUDAH TIDAK WARAS!! AKU AKAN MEMBALAS MU DARREN!! teriak Nessa histeris. Alex dan Leon sudah melepas semua pakaiannya dan mulai mencicipi tubuh molek Nessa..
"Hahahaha... selamat bersenang-senang bro.." Darren meninggalkan kamar itu dengan langkah ringan. Masih terdengar suara jeritan Nessa hingga keluar halaman, namun sayang tidak ada orang yang akan mendengar atau menolong nya, karena rumah itu jauh dari penduduk, kompleks yang tidak berpenghuni.
💜💜💜
@Bab lebih panjang.. Ayo donk dukung Bunda.. mana kopi sama kembang setaman buat Bunda gadang... Rangking makin turun ajah, dari peringkat ke-4 sekarang ke-16.. Biar semngat ayo dukung Bunda...😍😘😘
@Kopi mana... kopi..🤣 lagi hareudang..😂
__ADS_1
@Maaf ya readers, dari awal bunda sudah jelaskan ini kisah anak-anak dari keluarga besar Mahesa..jadi cerita ini tidak bisa dipisahkan dari kisah Zara, Chika, dll.. tetap Vano dan Vana peran utamanya, Bunda akan kasih suprise disetiap bab nya, biar gak bosan ceritanya. Tenang ajah setelah Vano dan Vana lulus S2 akan lebih banyak bahas mereka, ini kan baru permulaan.. Okey.. lope..lope satu kebon cabe rawit setan buat kalian 😍😘😘🤣🤣🤣
@Bersambung....