
Tiga tahun kemudian.
Sebuah sedan Mercedes-Benz berhenti tepat di depan lobby "Mahesa Group" seorang bodyguard membukakan pintu mobil belakang. Turun seorang Pria tampan berusia 25 tahunan. Pria itu sangat atletis dengan fostur tubuh tinggi tegap dan berbalut teksudo abu-abu. Pria berkacamata hitam itu terlihat dingin Namun terkesan elegan dan berwibawa. Pomade di rambutnya terlihat rapi dan maskulin. Ia berjalan masuk kedalam gedung perkantoran milik keluarga besarnya bersama Asisten yang selalu setia mendampinginya. wajah dan fostur tubuhnya tak kalah rupawan dengan sang CEO tampan itu. Aura kehadirannya mampu menghipnotis semua karyawan yang berdiri berjejer dan membungkuk hormat saat Pemilik perusahaan itu berjalan.
Para wanita menghirup udara dalam-dalam saat sang CEO melewati mereka. Aroma tubuh Presdir yang baru diangkat setahun lalu itu, menjadi candu bagi sang kaum hawa lalu bergosip ria setelah dua pria tampan yang mempesona itu melewati mereka, diikuti beberapa bodyguard yang berjalan dibelakang nya.
"Ya Tuhan tampannya, bikin aku meleleh." tukas salah seorang karyawan wanita yang masih berdiri didepan ruangan kerja mereka bersama karyawan lainnya.
"Tapi gak kalah ganteng dengan asistennya. Aku mau donk sama pak Dev." imbuh Rara tersenyum malu-malu.
"Kamu itu bukan levelnya Pak Dev dan Pak Zeva!" seru ika meledek.
"Ish! bisa-bisanya ika buat aku down!" Rara mencibir
"Ehh! tapi kok, presdir setampan Pak Zevano nggak punya pacar ya? setahun dia menjabat sebagai CEO menggantikan Ayahnya, tidak sekalipun seorang wanita berjalan bersamanya."
"Pak Zeva itu sangat dingin sama wanita, sama persis sifatnya dengan Tuan Reno."
"Apa sifat orang kaya dan berkuasa begitu ya? dingin sama wanita, tapi bucin hanya dengan satu wanita yang di cintai, buktinya saja tuan Reno dan Nyonya Delena, mereka sangat setia dan selalu romantis bila datang ke kantor."
"Iya benar aku jadi iri melihat kemesraan mereka, padahal banyak juga loh orang berkuasa itu tak puas dengan satu istri!"
"SIAPA YANG SURUH BERGOSIP DISINI!!
Tiba-tiba mereka di kejutkan oleh seorang wanita paruh baya di belakang punggung mereka.
"Pagi Bu Manager..." seru tujuh orang karyawan serempak seraya menundukkan kepalanya.
"Kalian disini untuk bekerja bukan untuk bergosip! sekarang bubar...!! seru Manager personalia saat melihat beberapa karyawan masih bergosip ria. Mereka semua membubarkan diri dan masuk kedalam ruangan masing-masing.
"Dev! apa saja schedule ku hari ini?! Vano mendudukkan tubuhnya di kursi Presdir seraya tangannya membuka laptop.
Devanto mengeluarkan iPad dari tas kerjanya dan mulai membacakan satu persatu kegiatan CEO dingin itu yang mulai sibuk dengan laptop didepannya.
"Jam sembilan pagi ini akan ada pertemuan dengan ibu Amalia pemilik perusahaan kelapa sawit. Lalu di jam satu, selesai makan siang. Akan di lanjutkan meeting dengan para investor yang ingin bergabung dari anak perusahaan yang baru satu tahun kau bangun, Van!"
"Bagus! buat pengumuman lowongan lapangan pekerjaan, aku membutuhkan banyak karyawan untuk bidang usahaku di kelapa sawit!"
"Usai pertemuan dengan investor, selanjutnya kita akan menuju peninjauan lokasi pabrik pengolahan kelapa sawit." ucap Devan kemudian seraya menutup iPad di tangannya.
Vano mengangkat pergelangan tangannya dan menatap arloji "Masih ada waktu dua jam untuk kita selesaikan pekerjaan kita yang tertunda."
"Baiklah, kalau begitu aku kerungan kerja ku dulu, jam sembilan tepat aku akan kembali."
Vano hanya mengangguk sebagai respon, tanpa menoleh kearah Devan.
Drett...!!
Drett...!!
Vano melirik ponsel disampingnya yang bergetar tanpa memindahkan tangannya di atas keyboard. Lalu ia tersenyum sumringah saat tertera nama seseorang.
__ADS_1
"Hallo sayang..." sapanya setelah menerima panggilan telpon.
"Apa kau masih sibuk beb..?
"Ada apa? kau tahu sendiri bukan? akhir-akhir ini pekerjaan ku semakin menumpuk dan konsentrasi ku sedang tertuju pada perusahaan yang baru aku bangun."
"Kalau aku mengaggu, baiklah aku matikan telponnya." tukasnya, dari nadanya terdengar kecewa.
"Hey! nona Isabella? sejak kapan Nona jadi mudah ngambek begini?! Vano terkekeh "Baiklah sayang.., masih ada waktu satu jam lagi untuk menemanimu curhat, setelah itu aku akan meeting."
"Ck! Kau selalu saja tidak pernah serius!" gerutu wanita yang sudah mengisi hati vano selama tiga tahun.
"Hmm...! Vano menyandarkan punggungnya kebelakang kursi dan mendesah pelan "Kapan kau kembali ke Jakarta? apa masih betah di Polandia?
"Sayang.. tunggu dua bulan lagi, aku pasti akan kembali ke Jakarta. Akupun sangat merindukan kekasihku."
"Aku selalu menuggu. ingat, jangan nakal disana."
"Aku tidak akan nakal honay, justru aku takut kekasihku yang nakal disana, apalagi pria setampan dan sekeren dirimu banyak yang suka. I'm afraid you'll fall in love with another woman (aku takut kau jatuh cinta pada wanita lain)
"Won't! you are my only lover."
"Ohh sweetie.. i love you so much."
Vano mendesah pelan, walau sempat berfikir sejenak akhirnya ia berkata "I love you forever."
"Okay sweetie kembalilah bekerja. Aku tidak akan mengganggu mu lagi."
Sambungan telepon berakhir. Vano beranjak dari duduknya dan berdiri di depan jendela kaca. Tatapannya beralih pada gedung-gedung yang menjulang. "Apa perasaan ku sudah benar? walau tiga tahun Bella jadi kekasih ku. tapi Kami jarang bertemu. Namun kami selalu berkomunikasi lewat udara. Aku tidak ingin menyakiti wanita, karena aku memiliki adik dan sepupu perempuan.
Vano menghempaskan nafas kasar dan kembali duduk di kursi Presdirnya untuk kembali bekerja.
Satu jam kemudian, terdengar suara ketukan dari luar.
"Masuk! seru Vano dalam ruangannya.
Masuk seorang wanita seksi dan berparas cantik yang berusia 28 tahun. Wanita itu berprofesi sebagai Sekertaris Vano.
"Pagi Pak Zeva. Ibu Amalia sudah berada di ruangan meeting. Pak Dev sudah menemuinya."
"Mana laporan yang saya minta?"
Wanita itu berjalan mendekat dan menyerahkan file pada Vano. "Ini Pak! salinannya sudah saya taruh di flashdisk."
"Good! sebentar lagi saya keruangan meeting." ucapnya tanpa mengalihkan pandangan pada file yang Vano pegang.
Wanita itu mengangguk seraya membungkuk. "Kalau begitu saya permisi Pak! wanita itu berjalan kearah pintu.
"Sarah!
"Iya Pak! wanita itu menoleh.
__ADS_1
"Mulai besok, kau ganti pakaian mu yang kurang bahan itu!" tukas Vano tanpa menoleh pada sekertaris seksinya.
"Ba-ik Pak! ada lagi yang ingin Bapak sampaikan?!"
"Kerjakan kembali tugas mu!"
"Baik Pak! permisi.." Sarah membuka pintu dan keluar dari ruangan.
"Huh! ku pikir bisa menggoda Pak Zevano, ternyata malah suruh ganti pakaian! Seru Sarah kesal, menghentakkan kakinya sambil berjalan ke meja kerjanya.
Tak lama Vano keluar dari ruangan dan berjalan keruangan meeting.
Setelah kepergian Presdir Zevano. Sarah mulai menghubungi seseorang. "Cepatlah datang keruangan ku, Pak Zeva sedang meeting."
"Okay, aku kesana!"
Lima menit kemudian "Sayang.. aku datang!"
"Aku sangat merindukanmu."
Sarah memeluk Pria bertubuh tegap itu, lalu mereka berciuman. "Jangan disini, nanti ada yang melihat!
"Lalu dimana?" tanya Sarah manja.
Pria itu tersenyum seraya menaikkan satu alisnya "Ditempat biasa."
"Baiklah, tapi main cepat ya.."
"Tunggu! apa cctv nya sudah kau matikan?"
"Kau tenang saja, khusus cctv bagian luar ruangan Pak zeva, aku sudah suruh pak Iwan matikan dengan imbalan uang."
"Sangat pintar! pria itu mencolek dagu kekasihnya dan terkekeh. "Ayo kita ke toilet, aku sudah tak tahan!" Mereka berdua menuju tempat yang biasa mereka lakukan.
Seorang gadis berparas jelita, berpostur tinggi semampai, baru saja keluar dari pintu lift. Ia berjalan kearah ruangan Vano. Namun tidak melihat sekertaris yang seharusnya berada meja kerjanya.
"Kebiasaan, selalu saja menghilang! gumamnya pelan seraya gelengkan kepala.
"Kak Vano...?!
Ceklek!
"Dimana kak Vano? kenapa ruangannya kosong? gadis cantik nan lembut itu, masuk kedalam ruangan dan duduk di sofa. Lama menunggu kakak angkatnya akhirnya ia tertidur.
💜💜💜
@Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘
Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76
@Bersmbung
__ADS_1