Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Siapa Ketua kalajengking (TAMAT)


__ADS_3

"Ayo cepat kita pergi dari sini dan mencari keberadaan Zidan!"


"Tempat ini sangat luas Paman, bagaimana cara kita mencari Zidan?!


"lebih baik kita berpencar! sepertinya markas ini dibuat dengan banyak ruangan. hingga kita harus membuka ruangan itu satu-persatu."


"Baiklah paman kita berpencar, dan kembali lagi di tempat ini!"


Reno mengangguk lalu melangkah pergi ke arah utara sementara stive melangkah ke arah barat. Mereka melangkah dengan mengendap-endap penuh hati-hati, sebab penjagaan sangat lah ketat di luar pekarangan yang sangat luas itu.


"kebetulan sekali pakaian orang-orang kalajengking sama persis seperti yang aku pakai. ini memudahkan aku untuk bisa masuk ke dalam ruangan genk kalajengking." Reno bermonolog.


Reno yang memakai pakaian serba hitam dengan penutup wajah seperti seorang Ninja, ikut berbaur dengan mereka. Saat hampir mendekat Reno menghentikan langkahnya "Tunggu! bagaimana kalau mereka tahu aku tidak memiliki tato kalajengking, sudah pasti penyamaran ku ketahuan." gumam nya dalam hati sambil terus berfikir.


"Hey! kenapa kau diam saja di situ. cepatlah kemari ada tugas dari Big Bos!' seru salah seorang anak buah genk kalajengking. Reno yang masih bergeming, melanjutkan jalannya tanpa ragu, mendekati mereka yang berkumpul.


"Kemana saja kau!


"Saya kebelet!" ucap Reno spontan


"Kau bertugas di dalam, sebentar lagi tamu besar akan datang." perintah orang kepercayaan Genk kalajengking.


Reno mengangguk dan berjalan mengikuti beberapa orang yang bertugas di dalam ruangan, namun tiba-tiba seseorang memanggilnya.


"Tunggu!


Semua menoleh "Ada apa lagi Bos! seru salah seorang dari mereka.


"kau dan lainnya berjalan lah duluan, aku hanya ingin pria yang paling belakang kemari, kau belum perlihatkan tato kalajengking sebagai bukti pengikut Tuan kami."


Reno mendesah penuh dan berjalan kearah pria itu, sedangkan yang lainnya sudah berjalan masuk.


"Mana perlihatkan punggung tangan mu."


Tampa ragu Reno memperlihatkan punggung tangannya, pria itu terbelalak "Apa-apaan ini? kenapa tangan mu seperti terbakar, dimana tato kalajengking nya."

__ADS_1


"Tangan saya tekena air panas saat sedang menyeduh kopi, tiba-tiba tato itu melepuh. Saya akan buat tato kembali setelah tangan saya sembuh."


'Ya sudah, sana masuk! jangan sampai ketua marah!


Reno melangkah pergi dengan sudut bibir terangkat, ada senyuman licik di bibirnya. Reno sengaja membakar punggung tangannya sendiri dengan korek gas yang berada di saku celananya. Reno sengaja nekad melakukannya semua itu untuk menyelamatkan anaknya Zidane, ia tidak ingin setengah-setengah dalam bertindak walaupun resiko yang harus ia hadapi tidak lah mudah. Reno sudah masuk kedalam ruangan yang sangat luas, ia sengaja tidak mengikuti kelompok genk kalajengking yang berjalan kearah lorong.


Ponsel Reno bergetar, ia sengaja menon aktifkan ponselnya. telinganya sudah terpasang Earpiece


[Earpiece atau penyuara telinga merupakan salah satu alat komunikasi rahasia yang menempel di telinga yang biasanya digunakan anggota pasukan pengawal khusus negara-negara di dunia atau kelompok genk mafia yang penuh rahasia]


"Iya Stive?! Jawab Reno dengan suara pelan namun bisa terdengar di sebrang sana.


"Paman sudah berada di mana?!


"Aku sudah masuk ke dalam lokasi kau sendiri berada di mana?!


"Wah Paman hebat, dengan mudah masuk kedalam."


"Semua ku bayar dengan mahal! tanganku sedikit cacat."


"Ap-apa?! Stive terkejut "Maksud paman?!


"Aku belum bisa masuk paman, penjagaan sangat ketat. Aku sedang berada diantara pepohonan, bersembunyi dibalik dinding, bila keadaan kondusif aku akan masuk."


"Baiklah Steve, kau berhati-hatilah jangan gegabah. ingat, mereka bukan orang-orang biasa."


"Tentu saja paman, akupun masih memantau Yanto apakah ia akan berkhianat pada kita dan memberitahu keberadaan kita atau tidak!


"Bagus, terus pantau Yanto aku akan mencari Zidan di seluruh ruangan."


Sambungan telpon terputus. Reno mulai melanjutkan aksinya kembali dan mulai menyusuri ruangan satu persatu.


"DORR!!!!


"DORR!!!

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara tembakan dari salah satu ruangan tertutup. Reno sempat terkejut dan menoleh kesebuah asal suara itu. suara jeritan kesakitan dan raungan terdengar menyayat hati. dengan mengendap dan berjalan penuh hati-hati Reno sampai di ujung lorong yang menghadap sebuah pintu berukir kalajengking hitam. Ada dua orang pengawal bertubuh tinggi besar berjaga di depan pintu.


"Aku seperti mengenal suara orang itu." gumam Reno dan terus mendengar suara jeritannya dari dalam ruangan yang terdengar hingga keluar.


"Yanto! suara raungan itu seperti milik Pak Yanto! tidak salah lagi, berarti dia berada di dalam ruangan itu. Ada apa dengan Yanto? apa ia telah membocorkan keberadaan ku dan Steve? tapi kenapa tidak ada yang mencari keberadaan kami bila Yanto telah memberitahukan pada Ketua Genk kalajengking?!" Reno terus bermonolog sendri, ada kejanggal yang mulai ia rasakan. karena penasaran Reno mulai mencari celah untuk bisa melihat keberadaan Yanto. Hingga Reno menemukan sebuah lobang bekas pipa yang sudah tak terpakai, ia mulai mengintip melalui lobang pipa itu.


"Yanto!!!! pekik Reno pelan, saat melihat Yanto terkapar di lantai dengan bersimbah darah, namun ia belum menemui ajalnya, hanya kedua kaki Yanto yang tertembak timah panas, ia bersujud di bawah kaki Pria bertopeng dengan jubah di pundaknya.


"Nasib mu sangat mengenaskan tragis Yanto! itulah akibat dari penghianatan mu dan bersekutu dengan Geng kalajengking! seru Reno dan menyayangkan tindakan Yanto yang mudah terpengaruh guna mencari jalan pintas untuk sebuah kekayaan. "Aku tidak akan bisa menolongmu, karena itu sudah keputusanmu untuk bersekutu dengan genk kalajengking."


Reno menarik nafas dalam-dalam dan di hempaskan kasar, ia sudah melihat keberadaan Yanto yang mungkin sebentar lagi akan menemui ajalnya. Saat Reno ingin berbalik, tiba-tiba dari belakang punggung nya seseorang sudah menodongkan pistol di batok kepalanya.


"Jangan bergerak, atau timah panas ini akan mengantarkan mu ke kuburan! suara bariton itu terdengar mengancam.


Reno bergeming dan tidak melawan, ia tidak ingin suasananya semakin tak terkendali. Reno masih memikirkan anaknya yang di Sandra oleh orang-orang kelompok kalajengking. Ia hanya bisa mengalah dan mengikuti kemauan pria yang menodongkan pistol kearah kepalanya.


"Ayo ikut aku!


Reno mengikuti langkah dua orang pria yang berdiri di belakangnya. Hingga berhenti di sebuah pintu berukir kalajengking.


"Bagus lah, aku akan tahu siapa Ketua Genk kalajengking yang sebenarnya." Reno membatin.


Suara derit pintu yang terbuat dari besi baja terbuka lebar.


💜💜💜


TAMAT


Assalamualaikum wr wb...


@Maaf sebelumnya, BUNDA Tamatin kisah "KEMBALINYA SANG MACAN ASIA" Akan beralih di judul terbaru, kisahnya masih sama dan para pemainnya juga masih orang yang sama, hanya judulnya saja yang berbeda.


Insyaallah di kisah terbaru akan update setiap hari. kenapa BUNDA pindah judul? sebab Mt banyak perubahan yang tidak menguntungkan bagi penulis. Namun Bunda akan tetap bertahan demi kalian yang setia membaca kisah keluarga Reno-Delena.


Di kisah yang terbaru akan banyak kisah percintaan Nathan dan Vana, Vano, Dave, Bella, Savira dll, juga ada acion yang tidak ketinggalan. Yuk ikuti kelanjutannya di Karya terbaru dengan judul

__ADS_1


"TAKDIR CINTA TWINS"


_______________TAMAT______________


__ADS_2