Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Masa lalu Nathan


__ADS_3

"HAHAHAHA.....!!! Matthew terbahak dan melangkah keluar meninggalkan Nathan dengan ekspresi susah diartikan. Tangan Nathan mengepal kuat dengan urat-urat di tangannya menonjol.


"TAK AKAN AKU BIARKAN KAU MENYENTUH WANITA KU MATTHEW!!!!


Terdengar suara bising pesawat capung mengitari Penthouse, lalu pergi menjauh.


"AKU HARUS KEMBALI!!!!!!


Nathan berjalan kearah dimana sebuah lukisan wanita cantik terpanjang di sebuah dinding.


"Haiii apa kabar? empat tahun sudah aku pergi menjauh, kau pasti membenciku bukan? Hah...! terdengar helaan nafas panjang yang keluar dari bibirnya "Pasti kau sudah tumbuh dewasa dan semakin cantik, usiamu sudah 22 tahun dan menjadi seorang Dokter. Kau tahu? aku selalu mengikuti perjalanan hidupmu, pengagum rahasia mu dan lebih tepatnya menguntit mu, Walau aku tidak berada didekat mu, tapi aku tahu semua hal tentangmu.


Mata Nathan tidak pernah lepas dari tatapan pada lukisan wanita cantik itu, ia melukis sendiri, belajar melukis selama bertahun-tahun untuk mengenang dan mengobati kerinduan yang tidak pernah terkikis sedikit pun


"Aku sangat membenci diriku sendiri, meninggalkanmu penuh goresan luka, mungkin maaf saja tidak cukup untuk ku, kau pasti selalu berpikir aku seorang pecundang, penghianatan, dan entah apalagi predikat yang pantas untuk ku. Asal kau tahu? setelah aku menemui mu malam itu, aku nekad untuk menghabisi nyawa ku sendiri, meminum racun yang ku masukkan kedalam kopi adalah mati yang sangat menyenangkan, meninggalkan dunia dengan bebas setelah mencintaimu dan harus terpaksa meninggalkan kenangan tentangmu? aku depresi saat itu, mungkin saja hampir gila setelah mengetahui Ibumu menembak mati ayahku! apakah dengan kematian ayahku bisa menebus kesalahannya? Ayahku juga manusia biasa, kenapa Ibumu tega menembak mati ayahku! Aku nekad datang kerumahmu malam itu, ku pikir dengan menghabisi nyawa kedua orang tuamu, hidupku akan tenang? dan tuntas semua dendam kelurga ku! tubuh Nathan luruh kelantai. "Tapi.. Aku tidak bisa balas dendam pada kedua orangtuamu. Mereka terlalu baik untuk aku bunuh, hati kecilku berontak untuk melakukan balas dendam, namun kelurga ku selalu menuntut ku! saat itu yang ada dalam pikiran ku adalah kematian. Ya.. kematian! mengakhiri hidupku untuk selamanya, tidak ada lagi dendam dan meninggalkan kenangan terindah bersama mu." Bola mata Nathan memanas, hingga butiran bening mengalir bebas membasahi pipinya.


~flash back on~


Dengan kasar Nathan mendobrak pintu apartemen, masuk kedalam mandi dan berteriak untuk menghilangkan rasa sakit yang ia rasakan.


"Maafkan aku Alea! Maafkan!!! teriak Nathan bersama tangisannya semakin dalam saat ia teringat kejadian satu jam yang lalu. Vana datang saat ia ingin masuk kedalam kamar kedua orang tuanya. Demi Egonya ia harus bertempur dengan kekasihnya sendiri dan membiarkan Vana menggoreskan punggung tangannya hingga darah berceceran. Sakit luka yang Vana berikan tidak sesakit luka yang ia berikan pada kekasihnya.


"ALEA KU!!!!!! hiks... hiks...


"Kenapa Tuhan! kenapa aku harus terlahir dari Ayah bernama Thomas! musuh bebuyutan dari Ayah kekasihku Alea. Andai saja kelurga Reno bukan musuh Ayahku semua ini tidak akan terjadi!"


Nathan merobek kaos ketat hitam yang membalut tubuhnya, darah di punggung tangannya masih terus menetes walau tidak sebanyak tadi. "Luka ini begitu dalam kau torehkan dengan pedang mu, namun tidak sebanding dengan goresan luka yang aku berikan padamu! Ma'afkan aku Alea, aku telah hianati ketulusan cintamu!!" Airmata Nathan begitu deras bersama cairan hidung yang terus meleleh.


Nathan menatap dirinya sendiri di cermin "Aku benci diriku!


"PRANkK! PRANkK! PRANKk!


Nathan meninju cermin didepannya hingga hancur, darah segar dari punggung tangannya dipenuhi luka memar bekas hantaman.

__ADS_1


"LEBIH BAIK AKU MATI!!!!


"AAAAAAAAHHHHKKK!!!!!


Nathan berteriak histeris bersama tubuhnya jatuh kelantai kamar mandi. Ia menangis meraung-meraung, hal yang belum pernah ia lakukan seumur hidupnya. Kehilangan kekasih yang sangat ia cintai membuatnya lupa diri dari kewarasan. Ia bangkit dan menyalakan shower membiarkan tubuhnya tersiram air bersama berjatuhan darah yang tersiram air shower. Tubuhnya menggigil menahan luka bekas goresan pedang Vana dan luka jari-jarinya. ia mematikan shower setelah keadaannya sedikit tenang, membalut tubuhnya dengan handuk dan berjalan kedapur untuk membuat kopi. Tatapan matanya kosong, hatinya masih merasakan denyutan nyeri karena harus kehilangan orang yang ia cintai karena perbuatannya sendiri. Nathan melihat tatapan Vana untuk terakhir kalinya, tatapan penuh amarah dan sakit hati, bahkan ia tak sanggup melihatnya. Vana begitu menderita atas kepergiannya malam itu. Vana menangis histeris sambil menekan dadanya yang terasa sesak, Nathan tidak benar-benar pergi malam itu, ia masih melihat Vana di balik tembok. Vana menangis dan menjerit hingga Reno dan Delena datang melihat tangisannya anaknya yang menyesakkan. Tubuh Vana terguncang hebat dan pingsan dalam pelukan Ayahnya.


Nathan berdiri mematung, tangannya mengambil racun tikus dan mencampurkannya kedalam kopi. Tanpa berpikir panjang ia aduk racun bersama kopi dengan air panas. ia membawanya ke luar balkon dan menunggunya hingga hangat. Perasaan Nathan campur aduk saat itu. ia mengambil gawai dan menuliskan pesan pada ibunya, wanita yang sangat Nathan sayangi dan hormati.


"IBU! ma'afkan aku tidak bisa membalaskan dendam Ayah. Aku tidak sanggup untuk menyakiti kelurga orang yang aku cintai, mereka sangat baik padaku. Jaga diri ibu, Ayah dan Alisya baik-baik. selama tinggal."


Pesan berikutnya ia tujukan pada wanita yang telah mengisi hatinya selama lima tahun.


"Alea.. setelah pesan ini kau baca, kau tidak akan pernah melihat aku lagi. Karena aku sudah pergi jauh entah kemana. Ma'afkan aku telah menggoreskan lukamu semakin dalam. Tapi percayalah CINTA KU HANYA UNTUK MU SAMPAI HEMBUSAN NAFAS TERAKHIR KU!"


Nathan mengambi cangkir yang berisi kopi pahit campur racun, kopi mulai menghangat dan meneguknya hingga habis. Seketika Nathan ambruk kelantai. Ia merasakan dadanya begitu sakit dan sesak, bersama matanya gelap. Telinganya masih mendengar suara ponsel berdering menjerit-jerit, entah siapa yang menelponnya ia tidak tahu, bibirnya tak sanggup untuk mengeluarkan kata-kata, suaranya tercekat di tenggorokan. Sekali lagi telinganya mendengar sayup-sayup memanggil namanya dan gedoran pintu sangat keras.


BRAKK!!!!


Pintu dibuka kasar, hingga terdengar suara orang terus memanggil setiap sudut ruangan.


"NATHAN!!!! teriak seorang pria dan terkejut melihat kondisi Nathan yang mengenaskan, dari mulutnya keluar busa. Pria itu mengangkat tubuh Nathan yang sudah tak berdaya.


Setengah jam kemudian....


Suara decitan dan gesekan roda ranjang masuk kedalam ruangan UGD. Dua orang Dokter dan beberapa suster menangani dengan serius kondisi Nathan. ia lagsung di tangani dan diambil tindakan. Sejam kemudian Dokter keluar dari ruangan UGD.


"Bagaimana keadaan sahabat ku, Dok?!"


Dokter bernama Marcell menghela nafas panjang "Untung tepat waktu sampai disini, kalau tidak, nyawa sahabat anda tidak akan tertolong lagi. Racunnya sudah menyebar, untungnya belum sepenuhnya merusak pembuluh darahnya dan jantung."


Pria bernama David bernafas lega "Ahh! syukurlah aku tidak terlambat membawanya kesini! kira-kira racun apa yang di konsumsi Nathan?


"Racun itu banyak jenisnya dan pastinya sangat mematikan bila di konsumsi. Sejenis racun untuk hewan."

__ADS_1


David gelengkan kepala tak percaya "Terima kasih banyak Dok!


Bau aroma Disinfektan membangunkan kesadaran Nathan, ia membuka matanya perlahan dan melihat dirinya sudah berada di dalam ruangan serba putih diatas ranjang. Tangan kirinya terpasang cairan impus.


"Nathan kau sudah bangun Nak?! suara isakan tangisan terdengar ditelinga nya.


"Ibu..." ucapnya pelan nyaris tak terdengar.


Nathan menatap orang-orang didepannya.


"Tan, loe sudah baik bukan? akhirnya bisa melewati masa kritis." David mulai bicara.


"Kenapa kau nekad, Paman sangat takut kau kenapa-napa, berjanjilah jangan pernah melakukan hal bodoh ini lagi! Cukup kakak ku Thomas yang pergi mendahului kita! ucap Samuel, ia datang ke Indonesia setelah di kabari Diana, Istri siri Thomas ibunya Nathan.


"Kau harus kuat Nak, Papa dan Mama selalu ada untukmu." Joshua ayah sambungnya memberikan Nathan semngat.


Waktu terus berlalu, sebulan sudah Nathan di rawat secara intensif.


"Nathan kau harus secepatnya tinggalkanlah Negara ini, Reno dan orang-orang terus mencarimu, dia sudah tahu kalau kau anak dari Thomas dan ingin membunuh keluarganya dengan cara kau mendekati anaknya.


Nathan mengusap wajahnya kasar dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, ia sudah tidak bisa membela dirinya sendiri, sekarang ia menjadi buronan Reno, pria yang paling di takuti Se-Asia.


"Ini paspor mu dan Paman sudah mengganti identitas mu, kau harus menyamar untuk keluar dari Negara ini, Reno sudah menaruh orang-orang nya di bandara dan berbagai tempat."


"Baik Paman!


"Ingat nanti malam ada yang menjemput mu untuk menuju Bandara.


~flash back off~


💜💜💜


@Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘

__ADS_1


Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76


@Bersmbung....


__ADS_2