Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Tembak-Menembak


__ADS_3

Seketika David tercengang dan menghentikan laju mobilnya kembali "Apa yang kau pikirkan sudah terekam di otakku! kita satu sepemikiran, orang kita ada yang berkhianat!"


"BRENGSEK!! Nathan mengepalkan tangannya kuat dan meninjau dashboard. "Akan aku kuliti si penghianat itu! seru Nathan dengan rahang mengeras dan tatapan membunuh.


Mobil sudah berhenti tepat di depan gerbang yang terbuat kayu. Mereka berdua dengan cepat turun dari mobil dan berlari memasuki villa. Nathan mendobrak kamar dengan kasar dan memasukkan barang-barang penting miliknya kedalam tas ransel, laptop dan flashdisk, USB yang ia dapatkan dari penemuan anak buah David, Nathan belum sempat melihat isinya.


"Sudah semuanya?! Ayolah kita harus segera pergi secepatnya, waktu kita sudah tak banyak! seru Nathan berdiri diambang pintu dengan tatapan gelisah dan gusar.


"Sebentar!" Nathan mengambil bingkai foto gadis cantik diatas nakas, foto Vana yang sedang tersenyum. Setelah menatapnya sebentar Nathan memasukkan kedalam tas ransel.


"Ayo kita pergi! tukas Nathan, mereka berdua menuruni anak tangga dan berlari kearah mobil.


"DOR! DOR! DOR!!!


Terdengar suara tembakan, setelah melihat mobil yang di kendarai David.


SIAL! MEREKA KEBURU DATANG!!" teriak David.


"Apa kau ada pistol!" tanya Nathan mencoba tenang.


Dengan kesal David mengambil pistol dari balik bajunya yang tersembunyi dan menyerahkan pada Nathan.


"Berapa isi di pistol ini?!


"Ahh sial! David memukul setir didepannya "Pelurunya tertinggal dikamar! hanya beberapa yang tersisa didalamnya!"


"Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan kita!" ucap Nathan pelan, perasaannya sudah tidak enak.


"Dimana orang-orang kita!"


"Aku tidak sempat menghubunginya. Aku panik saat tahu orang-orang tuan Reno memburu mu! tapi sebelum ponsel ku mati, aku sudah memberikan kode pada mereka. Semoga mereka peka dan datang ke villa ini!


"Ayo cepat kita turun, tidak mungkin menerjang mobil didepan kita!"


"MENYERAH LAH KAU NATHAN! KAU TELAH TERKEPUNG, TIDAK ADA JALAN UNTUKMU KABUR!!" seru seseorang didepan pintu gerbang villa.


"Apa kau ingin menyerah?! tanya David, menatap nelayang pada pria yang sudah menjadi sahabatnya sejak sekolah SMA di Bali.


"Apa kau pikir aku sebodoh itu! lebih baik mati daripada harus menyerah!"


"CK! Mana mungkin kita melawan mereka dengan jumlah sebanyak itu, senjata kita hanya pistol ini dengan isi peluru tiga butir!"


"Okay! kita harus masuk kembali kedalam villa. Hanya itu jalan satu-satunya. Di lantai bawah ada jalan rahasia. Tapi aku tidak tahu kunci gemboknya masih ada atau tidak!"


"Itu akan kita pikirkan nanti, Lebih baik kita berlari dan masuk lebih dahulu, aku akan melindungimu dengan pistol ini!" perintah Nathan.


"Justru kau yang menjadi incaran! secepatnya kau harus berlari kedalam, aku yang akan melindungimu! teriak David tak mau kalah.


"Dasar keras kepala! ayo kita lari bersama!" pekik Nathan, akhirnya buat keputusan.


David mengangguk sebagai respon, "Ingat setelah hitungan ke-tiga kita harus lari secepat mungkin! setelah sampai pintu, kau harus mendobrak pintu itu! Nathan memberi ultimatum pada David.

__ADS_1


"Baiklah!


"MENYERAH LAH KAU NATHAN! BILA KAU TIDAK MENYERAH, JANGAN SALAH KAN KAMI AKAN MENEMBAK MU MATI DITEMPAT!!! teriakan suara itu menggema di tengah hutan yang di penuhi pepohonan rindang dan lebat, suaranya melebur menjadi satu dengan suara binatang malam yang terus bersahutan.


"Satu, dua, tiga....!! Mereka berdua mulai berlari dengan cepat menuju pintu villa.


"DOOR!!


"DOOR!!


Tembakan terus dilayangkan kearah Nathan dan David. Mereka berdua berlari menyilang atau membuat zig-zag hingga tembakan tidak mengenai tubuh mereka.


"Cepat Dobrak pintanya!" teriak David. Nathan menendang kuat pintu itu dan terbuka.


"DOOOR.....!!


"Aaakkhhh!!


"DAVID..!! pekik Nathan, yang melihat tangan sahabatnya tertembak. Secepat kilat Nathan menarik tubuh David untuk masuk kedalam villa sambil menembak kearah lawan untuk perlindungan.


"BRAKK!! pintu tertutup sempurna.


"David, Are you okay?! Nathan merangkul pinggang David untuk bersandar di Sofa.


"Nathan! Lebih baik kau selamatkan dirimu. Villa ini sudah dikepung oleh orang-orang Tuan Reno! pergilah ke lantai bawah, disana ada pintu rahasia menuju hutan!"


"Aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian di sini, Vid! Bila kau mati aku juga mati bersama mu!"


Nafas Nathan tersengal, ia sudah menatap pistol yang berisi tinggal dua peluru. Ia melihat pangkal lengan David sudah berlumuran darah, dengan gerak cepat Nathan merobek gorden memanjang dan mengikatkan ke pangkal lengannya agar darahnya berhenti.


"DOOR!!.....


"DOOR!!....


"PRANKK!!


Jenjela kaca pecah berantakan bekas tembakan brutal orang-orang Genk mafia milik Reno.


"Kita harus kelantai bawah tanah, sebelum mereka masuk kedalam! let's go..! Nathan mengikuti langkah David menuju lantai bawah melalui sebuah tangga.


"BRAKK!


"BRAKK!


Mereka membuka paksa pintu yang terbuat dari kayu jati, sangatlah kokoh dan kuat. Beberapa menit kemudian pintu bisa di dobrak dengan dorongan beberapa orang.


"Kalian berpencar, cepat cari mereka, jangan salah target!" seru pria berperawakan tinggi besar, dia adalah Bagaskara kaki tangan Reno.


David dan Nathan melewati sebuah lorong dan berhenti di sebuah ruangan yang di bawah pojokan lantai ada sebuah kardus-kardus besar.


"Cepat pindahkan kardus-kardus ini! perintah David yang sudah tahu seluk-beluk villa itu, Villa tua itu adalah milik keluarganya David yang sudah lama tidak di tempati, namun masih layak di gunakan.

__ADS_1


Setelah kerdus itu dipindahkan, David menarik karpet, dan terlihatlah sebuah lubang yang penutup dari besi "Cepat bantu aku buka gembok nya."


"Dimana kuncinya? tanya Nathan


"Sepertinya sudah hilang, karena penutup ini tidak pernah di buka lagi setelah Ayahku tidak pernah berburu lagi!


Mata ekor David melihat sesuatu "Itu ada linggis, cepat pakai linggis saja!"


Nathan mengambil linggis yang berada di pojokan, dan mulai menghantamkan ke gembok itu hingga terlepas.


"Cepat buka tutupnya! mereka berdua bekerja sama membuka penutup besi.


"KREKKK....!!!


"Ada tangga menuju lorong bawah tanah."


"Cepat kau turun lebih dulu, tanganmu sedang terluka, biar terakhir aku yang menutupnya." tanpa berdebat David turun kebawah menuruni tangga. Belum sempat Nathan turun, pintu sudah di dobrak dari luar. Dengan cepat Nathan menurunkan besi itu dan menutup kembali lubang lorong bawah tanah dengan karpet. ia berlindung diantara kardus-kardus besar.


"Keluar kau! aku tahu kau berada disini NATHAN! cepat atau lambat kau akan mati!"


"DOOR..!! DOOR..!!


Mereka menembaki kardus-kardus itu secara brutal.


"Aaaggrrhh!


Sebuah tembakan mengenai lengan Nathan, darah berceceran dilantai. Nathan masih berlindung di belakang kardus. Saat anak buah Reno semakin dekat, dengan sigap Nathan menembaknya "DOOR! Pria itu meregang nyawa saat tembakan tepat di keningnya. Nathan berlari kearah depan dan menerjang orang-orang yang berada di depan pintu.


"Kejar orang itu!" seru Bagaskara, mereka semua berlarian mengejar Nathan yang sudah tertembak.


Sementara di bawah lorong bawah tanah, David merasa kesal karena Nathan malah kembali naik keatas. Suara tembakan membahana diatas. Ia ingin kembali naik keatas untuk melihat keadaan Nathan yang sudah terdesak, Namun suara tembakan terus terdengar, hati dan perasaan David semakin kacau.


"DOOR!


"DOOR!


"DOOR!


"Ya Tuhan! semoga Nathan selamat dan terhindar dari orang-orang tuan Reno yang kejam. Dibalik kebaikkan dan kharismanya tuan Reno, tersimpan bara api dalam hatinya. Sangat kejam dan tidak berperasaan. Padahal Nathan sudah berkali-kali menolong anaknya!" sesal David dan terus menghujat Pria bernama Reno Mahesa.


"Aku harus menolong Nathan! ia tidak bersalah. wajar saja bila Nathan Ingin membalas dendam kematian ayahnya pada Reno Mahesa, karena ia seorang Monster yang bisa menghabisi siapa saja!" rutuk David dan berlari keluar lorong, ia mengambil ponsel dari saku celananya dan menyalakan tombolnya, David bersyukur ponselnya masih ada daya 7%. Dengan cepat ia kirimkan lokasi kepada anak buahnya dan mengirimkan pesan.


💜💜💜


@Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘


@Pantau terus IG Bunda, akan ada visual lainnya yang menyusul.


Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76


@Bersmbung....

__ADS_1


__ADS_2