
"Baiklah, agar tidak terjadi kesalahpahaman, kakak akan menjaga sikap pada Savira dan berbicara seperlunya."
"Vana sangat sayang pada Savira, ia sudah seperti adikku sendiri, aku nggak rela kalau ia akan terluka nantinya! mulai sekarang kakak harus terbiasa menjaga sikap pada Savira."
Vano tersenyum seraya merangkul adiknya "Lalu bagaimana dengan perjalanan cintamu Dek?"
Vana menarik nafas dalam-dalam dan di hembuskan perlahan, terdengar tarikan nafasnya yang sesak, bola matanya memanas menahan lelehan airmata yang sekali kedip akan terjatuh. "Tolong jangan ungkit masalah perjalanan cintaku kak! sejujurnya aku tidak pernah mau mengingatkan kembali masalalu ku yang menyakitkan."
"Kau harus move-on Dek! jangan kau lukai dirimu sendiri terhadap masalalu yang menjerat kehidupan mu sehingga kau lupa pada kodrat mu yang membutuhkan seorang pria di sampingmu? seharusnya di usia 25 tahun waktu yang cocok untuk berumah tangga. Beda dengan kakak yang seorang laki-laki, tidak harus dituntut menikah cepat." Vana terdiam, entah apa yang sedang ia pikirkan "Kau tahu bukan? Mommy menikah dengan Daddy di usia 20 tahun, dan Daddy 28 tahun. Lihatlah Mommy, di usianya 46 tahun tapi masih cantik, awet muda dan segar. Pantaslah Daddy sangat mencintai Mommy dan tidak pernah mau jauh bila berada di rumah."
"Cukup kak! jangan paksa aku untuk jatuh cinta lagi, perasaan ku untuk laki-laki sudah mati!" tukas Vana dan berjalan pergi meninggalkan Vano dalam kebingungan
"Dek, mau kemana? Vano melihat Vana tidak masuk kedalam rumah, melainkan memutar melewati taman menuju teras.
"Dek! Vano mengejar dan menarik tangannya "Kau mau pergi kemana?"
"Aku mau pulang kak!"
Vano mendengus kasar "Sampai kapan kau akan tinggal sendiri di Apartemen, dan sikap mu telah melukai hati dan perasaan Daddy!"
"Kak Vano selalu saja menjaga perasaan Daddy! tapi tidak pernah mengerti perasaan Aku! kita ini saudara kembar, seharusnya kakak mengerti perasaan ku!
"Kakak selalu mengerti perasaan dan kondisi mu Dek, tapi kakak nggak mau kau terus salah paham dengan Daddy, ingat sudah tiga tahun kau seakan menjauhi Daddy dan sikap mu berubah dratis, bahkan kau memutuskan untuk tinggal di apartemen dua tahun kemudian."
"Aku tidak ingin membenci Daddy dengan terus-menerus berada di mansion ini! cara ku menjauhkan diri dari Daddy adalah cara menghilangkan rasa trauma dan sakit hati!"
"Kau terlalu terobsesi dengan pria bernama NATHAN!" seru Vano dengan wajah memerah menahan kesal "Jangan karena Pria itu kau menjadi kehilangan akal dengan membenci ayah kandung mu sendiri!
__ADS_1
"Sudah kak, Cukup! jangan pernah menghakimi atau menyalahkan Nathan! kakak belum pernah sekalipun bertemu apalagi mengenalnya, jadi jangan pernah berbicara seakan Nathan yang bersalah! sudah jelas Daddy yang menyuruh orang untuk membunuh Nathan!"
Vano meredam emosi dan menatap wajah adiknya yang sudah sembab airmata. Tiga tahun sejak kejadian di Bali, telah merubah sikap Vana pada Ayahnya sendiri. Ia terlihat syok dan sangat terpukul dengan kejadian pembunuhan Nathan yang ia dengar sendiri dari sebuah percakapan Vidio call ayahnya dengan kaki tangannya. Vana seakan kehilangan cintanya pada sang Ayah yang selalu menyayangi dan melindunginya. Perubahan sikap yang Vana tunjukkan menjadi pendiam dan tidak ingin bicara dengan sang Daddy, lalu ia memutuskan untuk pergi dari mansion dan tinggal di apartemen. Setiap melihat wajah Daddynya, bayangan wajah Nathan selalu terlintas. Itulah yang membuat Vana keluar dari mansion keluarganya dan hidup mandiri.
Vano berhambur dan memeluk saudara kembarnya "Ma'afkan kakak! kakak hanya tidak ingin perpecahan antara Ayah dan Anak harus terjadi. Kau harus bisa memaafkan Daddy. Daddy sangat menyayangi kita anak-anaknya. Terutama padamu sangat menyayangi, bahkan bobot badan Daddy turun dratis karena memikirkan mu Dek!" Vano mengurai pelukannya dan mengusap lembut airmata adiknya.
"Kakak pikir kau pulang akan menginap disini, kenapa harus pergi lagi, kembalilah pulang. Kasihan Daddy dan Mommy."
"Aku datang kesini membawakan obat pesanan Mommy, migren Mommy kambuh lagi, aku sudah titipkan pada Bi Surti."
"Lain kali aku kembali lagi kesini. jangan paksa aku untuk pulang dulu, biarkan aku hidup mandiri, kelak aku akan kembali lagi."
"Tapi kau seorang perempuan.."
"Vana bisa jaga diri kak! kakak nggak usah khawatir, aku masih keturunan anak dari macan Asia. Aku pulang dulu, salamkan pada Mommy dan Daddy."
Vana hanya mengangguk sebagai respon, lalu ia berjalan kearah mobil sport nya yang terparkir. Vana melambaikan tangan pada Vana bersama mobil melaju meninggalkan mansion.
*
*
*
Langkah sepatu heels menggema di antara lorong hotel, hingga langkanya masuk kedalam sebuah Bar yang berada didalam hotel tersebut. Berbalut baju seksi yang super minim dan ketat, membuat kedatangan wanita cantik itu menjadi pusat perhatian dan tatapan liar kaum lelaki. Wanita itu duduk di depan bartender dan memesan wine, satu tangannya menyalakan pematik api dan diarahkan bibir seksinya yang sedang menghisap batang rokok. bibirnya menghisap kuat rokok dalam mulutnya dan di hembuskan asap rokok kedepannya.
"Hey! kenapa jam segini kau baru datang?! seru seorang wanita paruh baya, berpostur tubuh tinggi besar.
__ADS_1
"Sorry Madam, gue abis layanin tamu, kebiasaan minta tambah durasi!"
"Ya sudah masuk kedalam ruangan VIP, loe harus nari tripsi dengan liar, biar mereka puas dengan penampilanmu dan pundi-pundi uang kita samakin banyak." seru wanita itu yang berperan sebagai mucikari.
Wanita itu melempar batang rokok yang masih separuh dan di injaknya kuat agar bara rokok itu mati. "Ingat Mami bayaran ku minta 50% di muka, sisanya setelah aku puaskan mereka, sesuai kesepakatan bukan? bagaimana..?
"Baiklah, kau tenang saja. aku bukan orang yang ingkar janji." wanita itu mengambil ponsel dalam tasnya dan mulai mengirimkan uang melalui M-banking. "Sudah aku kirim, sisanya setelah pertunjukan selesai."
Wanita itu tersenyum sumringah setelah melihat pundi-pundi uang memenuhi tabungannya. "Thanks Madam, aku akan menari sesuai keinginan mereka." wanita itu beranjak dari duduknya dan masuk kedalam ruangan VIP untuk mengganti pakaian.
Suara musik disko menggema di dalam ruangan khusus, para lelaki hidung belang yang senang mengumbar nafsu syahwatnya, dan berteriak-teriak saat wanita diatas meja menari tripsi dengan erotis, yang hanya berbalut bikini dan celana tali dari sisi kiri dan kanan, sekali tarik dalam isi CD itu akan terlihat jelas. Sungguh menggiurkan bagi kaum Adam yang butuh kepuasaan. Mereka mengelilingi meja bundar itu dan menatap liar penari erotis ala tripsi.
Salah seorang pria menarik tubuh wanita itu dan membawanya kedalam pangkuannya. Lalu mereka berciuman, tangan Pria itu tidak mau diam dan terus bergerilya hingga terdengar suara des*han dari bibir seksi wanita itu.
"Sungguh kau sangatlah mengagumkan Nessa! tubuhmu sangat menggoda dengan bokong dan buah dada montok. pantas semua lelaki ingin mencicipi tubuhmu! seru seorang pria yang sudah berdiri didepannya, seraya melihat adegan mesum itu.
Seketika wanita bernama Nessa itu menghentikan aktivitasnya dan menoleh pada pria yang menatapnya jijik, ada seringai di wajah pria tampan itu.
"Darren!! serunya Nessa dengan mata melotot.
💜💜💜
@Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘
Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76
@Bersmbung
__ADS_1