Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia
Membawa Savira pulang


__ADS_3

"Cukup Bell..!! Kenapa kau selalu salah paham? aku bertanggung jawab atas keselamatan adikku. Dan aku hanya membuat nafas buatan karena keselamatan savira sangat penting!"


Dada Bella turun-naik bersama tatapan yang menghunus "Kau selalu membuat alibi seakan ciuman itu adalah pertolongan! Bella yang sudah terbakar emosi menunjuk dada Vano dengan telunjuk nya. "Bertanyalah pada hati kecil mu! siapa wanita yang kau cintai? Aku atau Savira..?!!! teriak Bella dan melangkah pergi dengan kaki panjang meninggalkan Vano.


"Bell... Bella... " seru Vano


Vano terus memanggil nama Bella dan mengejarnya "Bell, jangan seperti anak kecil! Vano menarik dan genggam erat tangan Bella.


"Kau yang tidak peka! pekik Bella berusaha berontak "Lepaskan! aku mau pulang!"


"Baiklah! ayo kita pulang!" seru Vano dan berjalan cepat tanpa melepas genggaman tangan Bella.


Setelah di depan lobby hotel, Vano membuka pintu mobil untuk Bella "Masuklah! bukankah tadi kau minta pulang, kenapa diam saja."


Bella menghela nafas kasar "Aku mau pulang sendiri! kau nikmati saja pestanya!"


"Ayo masuk! perintah Vano


"Aku mau pulang sendri, tidak usah kau pedulikan aku! Bella memutar tubuhnya dan berjalan menjauh.


"Huh! Wanita kalau sudah cemburu sangat merepotkan!" Decak Vano di sela langkahnya mengejar Bella.


"Jangan keras kepala, Bell" Vano berjalan cepat dan mengangkat tubuh Bella. Vano tidak peduli dengan Bella yang terus berontak, lalu ia memasukkan Bella ke dalam mobil samping kemudi, dan mengunci pintunya.


"Vano, keluarkan aku dari mobil!" pekik Bella, sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil.


"Kau diam saja dulu didalam!"


"Kemana Kelvin membawa Savira? wajah Vano terlihat frustasi, ia mengambil ponsel dari saku celananya dan memulai panggilan telepon.


"Hey Dev! temui aku di lobby, sekarang!" tanpa menunggu jawaban dari Dev, Vano langsung memutuskan sambungan telponnya sepihak. Secepat kilat Devan berlari ke arah lobby hotel sebelum anak macan asia itu meradang.


"Van!" panggilnya dengan nafas tersengal-sengal


"Kau cari kelvin dan bawa Savira pulang secepatnya. Aku tidak ingin adikku kenapa-napa!"


"Dimana Savira..?


"Apa kau nggak denger! Savira di bawa kelvin saat kita berdebat tadi. Aku harus antarkan Bella pulang. kau harus temui savira secepatnya dan hubungi orang-orang kita untuk mencari keberadaan Savira!"


"Okey! aku cari sekarang!" Devan membalikkan tubuhnya dan berjalan.


"Dev, tunggu!"


" Iya!


"Savira sudah harus sampai rumah sebelum aku tiba!"


"Aku akan usahakan!


Setelah kepergian Devan, Vano masuk kedalam mobil dan melajukan dengan kecepatan tinggi.


"Aku harap kau jangan seperti kekanak-kanakan Bell, kita sudah dewasa dan kau harus banyak memahami seorang zevano!"


Bella yang menatap pandangannya jauh kedepan, menoleh dan menghunus tajam penuh kecewa pada Vano "Siapa yang kekanak-kanakan?! kau yang tidak pernah peka! aku lelah harus bersikap biasa saja, sementara di hatimu sudah terisi wanita lain!"


"Huh! Vano menghela nafas kasar "Harus berapa kali lagi aku katakan, jangan terlalu cemburu dengan savira, aku bertanggung jawab atas hidupnya!

__ADS_1


"Sudahlah Vano! aku tidak ingin ribut dengan mu! hentikan aku disini, biarkan aku cari taksi saja!" pekik Bella


"Ciiiiiiitttttt!!!!!


Vano menghentikan mobilnya secara tiba-tiba.


"Hiks.. hiks.. hiks.." Aku lelah Vano... " Bella menangis seraya menutup wajahnya.


Vano menarik nafas dalam-dalam dan di hembuskannya perlahan. Lalu ia mendekat kearah Bella dan di tarik kedalam pelukannya "Bell, maafkan aku ya. Maafkan atas sikapku yang sudah melukai hatimu."


"Hiks.. hiks.. " Bella membenamkan wajahnya di dada bidang milik Vano. "Jangan menangis lagi ya?" tangan Vano mengusap lembut rambut panjang Bella dan mengecup keningnya. Tangannya membingkai wajah Bella seraya mengusap airmatanya "Kau tidak boleh cemburu berlebihan, Aku sangat menyayangi mu." ucap Vano penuh pengertian. Bella mengangguk dengan bibir tersenyum samar.


"Ya sudah kita lanjutkan lagi, kau tenangkan dulu hatimu, beristirahat lah, sebentar lagi kita sampai apartemen." Bella menyandarkan punggungnya belakang. Vano mulai melajukan mobilnya kembali.


*


Didalam kamar hotel yang serba Lux, Kelvin menunggu di depan pintu. Tak berapa lama dua orang pelayan keluar dari kamar.


"Sudah kalian ganti pakaiannya."


"Sudah Tuan!


" Ya sudah pergilah!


"Baik Tuan, kami permisi dulu"


Kelvin masuk kedalam kamar dan duduk di pinggir ranjang "Nona Vira? apa anda sudah baikan? kelvin menyentuh tangan savira, namun tidak ada reaksi "Badannya panas, kenapa lama sekali Aldo panggil Dokter Irvan"


"Tuan..!"


"Dimana Dokter Irvan? kenapa lama sekali!" seru Kelvin melihat kedatangan asistennya.


"Sekarang dimana dia? badan savira panas."


"Itu Dokter Irvan!"


"Malam Tuan, Maaf sedikit terlambat. Tadi ada pasien di rumah dinas."


"Cepat kau periksa gadis ini!"


"Baik Tuan!" Dokter Irvan mulai periksa keadaan savira yang masih belum sadarkan diri.


"Aldo! cepat kau selidiki kejadian yang menimpa savira, Aku tidak percaya kalau ia bisa tercebur sendiri. Kau lacak semua cctv yang berada di area kolam renang."


"Baik Tuan!


Setelah kepergian asisten Aldo, kelvin berjalan mendekat.


"Bagaimana keadaannya ? tanya kelvin yang terlihat sangat khawatir


"Kondisinya masih lemah. suhu badannya panas, saya akan berikan vitamin dan obat dalam infusan untuk menambah staminanya."


"Lakukan yang terbaik untuknya Vin!"


*


"Dimana Tuan kelvin? tanya Devan yang sudah berdiri di depan sebuah ruangan.

__ADS_1


"Anda siapa..? Tanya dua orang bodyguard yang berjaga di depan pintu.


"Saya ingin bertemu Tuan kelvin, dia membawa adikku!"


Dua orang bodyguard itu saling bersitatap "Maaf Tuan! Tuan Kelvin tidak bisa di ganggu. Silakan anda pergi dan nikmati pestanya."


"Panggilkan Tuan kelvin, saya ingin bertemu!" seru Devan berusaha untuk masuk, namun di cegat oleh dua orang bodyguard itu.


"Jangan coba-coba menerobos Tuan! anda tidak ada hak masuk kedalam ruangan pribadi Tuan kelvin!"


"Panggil kan Tuan kalian, Kelvin! Saya datang untuk menjemput adikku yang tadi tercebur ke kolam renang!" teriak Dev penuh amarah.


"Pergilah! jangan bikin rusuh di tempat ini!" bentak salah satu dari bodyguard itu. Dengan kesal Devan mendorong tubuh bodyguard itu dan membantingnya ke lantai. Satu temannya menghantam punggung Devan, di saat yang tepat datang empat orang pria-pria berpakaian jas serba hitam dan memukul dua bodyguard Kelvin hingga babak belur.


"Anda tidak apa-apa Tuan? Maaf kami terlambat." ucap salah satu pria berjas hitam itu, seraya membungkuk hormat.


"Dobrak pintu itu!" perintah Devan


"Baik Tuan!"


Mereka langsung mendobrak pintu itu, dalam hitungan ke-tiga pintu terbuka lebar. "Hey ada apa ini! siapa kalian semua?! Kenapa mendobrak pintu kamar pribadi ku! teriak kelvin yang terkejut melihat pintu depan sudah terbuka.


"Dimana savira..?! pekik Devan yang menerobos masuk kedalam kamar.


"Tuan Devan! jadi seperti ini perilaku anda? masuk kedalam ruangan pribadi orang tanpa izin!"


"Maaf Tuan kelvin! Saya sudah berusaha bicara baik-baik dengan anak buah anda, tapi mereka malah mengusir saya. Sekarang dimana savira? saya harus membawanya pulang. ini perintah pak Zavano sebagai kakak dari savira, dan saya juga bertanggung jawab yang telah membawanya ke pesta ini!"


"Savira sedang di periksa Dokter pribadi ku, lebih baik dia istirahat dulu disini."


"Tidak bisa! kau tahu sendri bukan!? bagaimana sifat pak Vano kalau sudah marah, kau sendiri yang akan rugi, bisa saja semua bisnis mu akan terancam! jangan main-main dengan anak Macan Asia! seru Devan dan masuk kedalam kamar Kelvin.


Ceklek!


" Savira...! "


"Hey siapa Anda..?! tanya dokter Alvin yang baru selesai pasang infus di pergelangan tangan savira.


"Savira! tanpa menghiraukan Dokter Alvin, Devan langsung mencabut infusan Safira dan mengangkat tubuhnya dari atas ranjang.


"Mau kau bawa kemana gadis itu!" teriak Dokter Irvan


"Tunggu pak Dev! apa anda tidak kasihan pada Nona Safira yang terlihat sangat lemas, bahkan suhu tubuhnya masih panas." tukas Kelvin


"Jadi mau mu apa?!


"Biarkanlah Nona Safira rehat disini sampai demam panasnya turun."


"Apa kau tidak tahu? kalau keluarga Zevano pemilik rumah sakit terbesar di jakarta. Kelurga Zevano memiliki dokter pribadi dan sudah pasti kami sendiri yang akan menangani Savira!"


Kelvin hanya menghela nafas kasar tanpa bisa berbuat apa-apa lagi. Devan membawa Safira pergi dari kamar kelvin di ikuti empat orang bodyguardnya menuju parkiran untuk di bawa pulang di kediaman Reno Mahesa.


❤❤❤


@Semoga Hari ini bisa update lagi ya All.. 🙏🥰😘😘


@Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘

__ADS_1


Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76


@Bersmbung....


__ADS_2