
"Kita makan di mana mas?" tanya Renata saat mereka sudah berada di atas mobil yang di sopiri oleh Edo sendiri.
"Mau nya di mana?" tanya Edo kepada mantan istrinya itu.
"Dih... ngajakin makan di luar, tapi ngak tau mau makan dimana" cibir Renata.
"Bukan ngak tau, tapi mas pengennya kamu mau makan apa, takutnya mas ajak ke tempat yang mas mau, kamunya ngak suka, makanya mas nanya" elak Edo.
"Iya in aja deh biar senang" cibir Renata.
Edo hanya terkekeh melihat wajah kesal sang manta istri.
"Ya udah kita makan di pinggir pantai aja, di sana ada makan seafood kesukaan kamu" ujar Edo.
"Ok.... kesana aja" semangat Renata.
"Siap bos qu....!" pekik Edo tak kalah semangat setelah itu mereka tertawa lepas bersama sama.
Lama mengendarai mobil dan sudah ngobrol ngajar ngidul dan menanyakan keadaan di kampung dan menanyakan anaknya akhirnya mereka sampai di sebuah restoran pinggir pantai dengan masakan seafoodnya yang terkenal enak itu.
"Waahhh.... selain masakannya yang tertekenal enak, tempatnya juga bagus ya mas" seru Renata yang berdiri di pinggir pagar pembatas antara restoran dan laut lepas.
"Iya... bagus kan?" ucap Edo.
"Hmm... bagus banget, ngomong ngomong mas tau dari mana ini restoran?" tanya Renata penuh selidik.
__ADS_1
"Mas lihat di IG, keknya bagus deh dan mas pengen ke sini ajak kamu dan anak kita, sayangnya dia menolak ikut, ya sudah ajak bundanya aja" kekeh Edo.
"Huu... bisa aja" ketus Renata.
"Emang benar kok, mas mau ngomong sesuatu yang penting sama kamu" ucap Edo dengan wajah seriusnya, mengenggam tangan Renata dan matanya menatap mata Renata dengan dalam.
Deg....
Deg...
Deg....
Jantung Renata lansung deg degan saat melihat wajah serius Edo dan mana lagi tatapan matanya yang tak berkedip melihat ke arah Renata itu.
"M-mas mau ngomong apa?" tanya Renata gagap.
"Hmmm...." Renata menganggukan kepalanya dan kembali ke tempat duduk yang mereka pesan tadi.
"Sudah mas ngomong?" ucap Renata yang sudah penasaran.
"Re... seandainya mas ingin balik sama kamu lagi apa kamu mau menerima mas yang banyak kekurangan ini? yang sudah banyak melukai hati mau pun fisik kamu, jujur dari dulu sampai sekarang hati mas masih tidak bisa melupakan kamu, kamu masih bertahta di dalam hati mas, kamu pemilik seluruh hati mas, namun mas sadar, mas sudah banyak melukai kamu, tapi mas juga takut kamu di miliki sama orang lain, mas selalu takut kalau ada orang yang mendekati kamu, yang ingin menggantikan mas di sisi kamu, rasanya hati mas ngak rela, apa lagi membayangkan anak kita mempunyai ayah tiri" ucap Edo panjang lebar, dengan wajah sendu nya.
Renata masih diam dan jantungnya semakin berdendang ria, setiap Edo mengucapkan setiap kata dari mulutnya, jujur Renata sendiri pun hatinya masih terpaku kepada mantan suaminya itu, namun ketakutannya terhadap mantan mertuanya itu yang membuat dia sedikit ragu, klau untuk Edo renata sudah bisa melihat banyak perubahan kepada mantan suaminya itu.
"Maaf ya... mas membuat kamu ngak nyaman, ngak pa apa kok kamu menolak mas, mas sadar atas semua kesalahan yang sudah mas perbuat sama kamu, itu sulit untuk di maafkan" ujar Edo dengan senyum yang di paksakan.
__ADS_1
"Bukan gitu mas..." ucap Renata ragu.
"Bukan gitu apa...?" tanya Edo penasaran.
"A-aku takut mama mas akan menyakiti anak kita, aku ngak mau itu, jujur aku sendiri juga masih ada perasaan sama mas, dan untuk menerima orang lain di hidupku itu sangat sulit, apa lagi aku sudah punya anak, dan aku takut anakku tidak di terima oleh laki laki baru itu atau keluarganya" jujur Renata.
Sontak saja ucapan Renata itu membuat senyum Edo terkembang lebar.
" Benar kamu masih ada perasaan sama mas, kamu ngak bohong kan?" pekik Edo kegirangan seperti bocah yang baru dapat mainan.
"Ih... mas diam kenapa sih, malu tau di lihat orang" omel Renata melihat tingkah absurd Edo itu, mana mereka jadi tontonan banyak orang pula
"Iya iya maaf, mas terlalu senang sayang" ujar Edo mencium punggung tangan Renata bertubi tubi.
Aksi Edo tersebut membuat wajah Renata merah bak kepiting rebus.
"Mas ih..." omel Renata namun tidak di perdulikan oleh Edo.
"Permisi..." ujar pelayan yang mengantarkan pesanan mereka, baru lah Edo kembali melepaskan genggaman tangannya.
"Ahh... maaf" ucap Edo santai.
Pelayan itu menata makanan di atas meja itu dengan telaten.
"Terimakasih...." ujar Renata setelah makanan tersedia di atas meja mereka.
__ADS_1
"Makan dulu sayang, setelah itu baru kita lanjut membahas masalah kita lagi" ujar Edo menyendokan nasi dan lauk pauk ke atas piring Renata.
Bersambung....