
"Re... Renata... tunggu...!!" teriak Edo memanggil Renata agar mantan istrinya itu berhenti, namun itu sia sia karena Renata terlanjur marah melihat pipi Angga berbekas cubitan Bu Eni, Renata kesal setengah mati dengan kelakuan mantan ibu mertuanya itu.
Dia yang selama ini mengandung Angga, merawat anaknya dengan kasih sayang, tidak pernah sedikitpun melukai anaknya, tiba tiba datang sang nenek yang tidak menginginkan diri anaknya sejak masih dalam kandungan, dan melukai buah hatinya yang dia jaga sepenuh hati, malah di lukai oleh neneknya itu, hati ibu mana yang tidak sakit melihat itu semua.
"Aaaggkkk.... ini gara gara Mama, jadi pergikan Renata sama anak aku!" kesal Edo melihat ke arah sang ibu.
"Ncek... dianya aja terlalu lebay, cuma ke gores sedikit aja sampai marah ngak jelas, bilang aja ngak mau mama numpang di rumah dia!" omel Bu Eni tanpa dosa, malah dia yang sewot gara gara Renata pergi.
__ADS_1
"Lebay gimana sih Ma... nyatanya pipi anaknya luka gara gara kuku kamu itu!" kesal Pak Bandi yang ikutan marah sama sang istri.
"Loh... ngapain nyalahin Mama, anak terlalu di manja ya kayak gitu, luka sedikit aja cengeng!" ketus Bu Eni tidak terima di marahi sang suami dan anaknya.
"Rena terlalu menyayangi anaknya, makannya dia marah saat anaknya terluka, bukan seperti mama, suka membuat anak terluka, malah menjerumuskan anak demi kepuasan Mama, gara gara Mama, hidup kami hancur Ma...!" teriak Edo.
Plak..
__ADS_1
"Klau saya tau akan hidup di manfaatin oleh Mama seperti ini, saya lebih memilih tidak ingin di lahirkan ke dunia ini Mah, hidup saya hancur, semua wanita yang menjadi istri saya juga menderita gara gara ulah Mama hiks... hiks..., kini bukan hanya mantan istri aku saja yang menderita Ma, tapi anak kandung aku juga ikut menderita, gara gara aku terlalu mengikuti kemauan Mama, sekarang lihat....anak aku sendiri tidak mau menerima aku Ma...!" raung Edo.
"Itu salah kamu sendiri, kenapa tidak bisa menjaga istri istri mu, kenapa harus menyalahkan Mama!" dengus Bu Eni, tidak mau di salahkan.
"Baik lah.... ini memang salah aku, karena terlalu mengikuti kemauan Mama, dan selalu mengikuti kesenangan Mama, hingga aku sendiri lupa menyenangkan diri sendiri. Hingga aku melukai hati istri istri ku mah, demi mama aku menjadi orang jahat, merampas harta istri istri ku, itu semua aku lalukan demi mama, namun mama tidak perduli sengan pengorabanan aku selama ini, yang mama tau bagai mana aku harus bisa memberi mama uang, menuruti hawa nafsu mama, mama menyuruh aku menikah dengan si A, si B aku turuti Ma, semua demi mama, karena kesarakahan mama aku kehilangan wanita yang aku cintai, dan aku ke hilangkan kebahagian aku, mama tidak perduli, mulai saat ini mama jangan pernah usik aku lagi mah, aku sudah tidak mau mama suruh suruh lagi, aku ingin seperti Lila dan Heru yang tidak bodoh mau di suruh suruh sama mama!!" ucap Edo menggebu gebu, dia sungguh kehilangan kesabarannya kepada sang Mama. Edo meninggalkan mamanya di sana, dan keputusan nya untuk menjauh dari sang mama sudah tepat, dia ingin hidup tenang saat ini, sudah cukup rasanya dia membahagiakan sang mama, kini saatnya dia mencari kebahagaiannya. Edo pergi dengan bayang bayang sang mama menggagalkan niatnya meminta maaf kepada mantan istri dan anaknya.
Gara gara Mamanya, harusnya tadi dia bisa memeluk sang anak, gara gara mamanya, dia kehilangan momen saat anak yang dia abaikan mau memanggil dirinya ayah, gara gara mamanya dia kehilangan Renata untuk ke sekian kalinya, dia ingin meminta maaf sama Renata, namun semuanya hancur oleh sang Mama, malah mamanya kembali menorehkan luka bukan hanya kepada Renata namun kepada sang anak, sungguh Edo di buat frustasi oleh sang mama.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa like dan komen ya...