Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 97


__ADS_3

"Do... gimana usaha kamu di sana?" tanya Pak Bandi kepada Edo.


"Alhamdulillah... mulai maju Yah, aku sudah nambah satu toko lagi, Rena ngak mau itu bagi hasil, itu full untuk aku sendiri, makanya aku bisa kirim uang lebih banyak ke papa" ucap Edo sedikit berbisik, takut di dengar oleh mamanya.


"Syukur lah usaha kamu tambah maju, dan papa ngak menyangka keluarga Renata masih mau membantu kamu, walau kamu sudah menyakitinya sangat dalam, tapi merek tidak dendam sama kamu, justru mereka mau membantu kamu, papa jadi malu sama keluarga itu" ucap Pak Bandi.


"Iya pa... aku tadinya juga tidak menyangka mereka dengan mudahnya memaafkan ku, mungkin mereka melihat dari ketulusan ku dan sungguh sungguh ingin berubah, melihat Angga yang tidak ingin berpisah dari ku, mereka menjatuhkan ego mereka demi anakku pa" ucap Edo sendu.


"Iya... maka dari itu, kamu harus jaga kepercayaan mereka, jangan sampai mengecewakan mereka lagi, bukan hanya mereka yang akan terluka, tapi anakmu juga pasti terluka" ucap Pak Bandi.


"Iya pa... do'akan aku ya pa... agar selalu berjalan di jalan yang benar, tidak lagi terjerumus ke dalam hal hal yang merugikan seperti dulu" ucap Edo.


"Pasti itu, papa juga berharap kita semua berubah ke jalan yang lebih baik, tidak merugikan orang lain, kita bertobat dan memohon ampun sungguh sungguh" ucap Pak Bandi.


"Iya Pa..." sahut Edo.


Heru mendengar obrolan papa dan abangnya itu, tersenyum bahagia dan bersyukur orang orang yang dia sayangi sudah berubah ke jalan yang lebih baik, walau mamanya masih belum bisa mereka bimbing, namun besar harapan mereka, sang mama juga bertaubat dan kembali ke jalan yang benar.


"Kamu giman Ru..." tanya Pak Bandi.


"Aku mah ngak giman gimana pa... aku waktu itu pergi ikut kakak, karena kakak dapat kerja di luar kota, aku ngak mau kakak pergi sendirian di rantai orang, makanya aku lebih memilih ikut kak Lila, di tambah waktu itu mama begitu marah karena kami membela kak Rena" tutut Heru.

__ADS_1


Pak Bandi hanya menganggukan kepalanya.


"Maafin papa waktu itu" pinta Pak Bandi.


"Tidak ada yang harus di maaf kan pa... semua sudah takdir Tuhan, yang penting sekarang papa, abang dan kaka sudah berubah, kita masih berdo' mama juga ikut berubah" ucap Heru.


"Aamiin..." serempak mereka.


"Kini kalian masih tinggal di kota xx?" tanya Pak Bandi lagi.


"Sudah ngak pa... kami buka usaha seperti usaha abang, dan itu kami tempat dan ke kurangan modal juga di tambahin sama kak Renata" ujar Heru.


"Ya Allah... berdosa banget kita sudah menzolimi mereka" ucap Pak Bandi lesu, dia tidak menyangka sebaik itu keluarga Renata, bukan hanya Edo yang mereka bantu namun anak anaknya yang lain juga ikut di bantu oleh keluarga Renata.


"Oh....iya pa... cucu papa itu sangat tampan versi kak Renata cowok, wajah abang ngak ada sedikit pun di tiru oleh Angga" kekeh Heru.


Edo hanya mensengus kesal mendengar ledekan sang adik.


"Iya, karena dulu abang kan ngak mau mengakui dia, saat dalam kandungan sang Ibu, jadinya dia ngak sudi wajahnya ada wajah ayahnya" kekeh Lila dari belakang.


"Kamu ini klau ngomong suka bener deh dek" gerutu Edo.

__ADS_1


"Tapi abang bersyukur, kini Angga mau sama abang, dia sayang banget sama abang" bangga Edo membayangkan sang anak.


"Iya, maka dari itu, jangan pernah sakiti hati mereka lagi" ucap Rani tiba tiba ikut nimbrung.


"In syaa allah, tidak akan pernah lagi, mereka ke bahagian abang saat ini, semangat abang buat cari uang lebih banyak lagi, abang ingin menebus semua kesalahan abang sama mereka, walau apa yang abang lalukan tidak akan pernah sebanding dengan apa yang di lakukan oleh Renata" ucap Edo.


"Abang ngak ada ke pikiran untuk menikah lagi?" pancing Rani.


"Klau buat menerima orang baru mungkin ngak lagi dek, tapi klau Renata mau balik sama abang, abang ngak akan pernah nolak, abang lansung iyakan" kekeh Edo.


"Cie.... yang cinta lama bersemi lagi..." goda Heru.


"Cinta abang sama Renata tidak pernah pudar dek, dia cinta terbaik abang di antara yang lainnya, kalian kan tau sendiri bagaimana abang mengingikan dia dari dulu, namun karena kebodohan abang, abang kehilangan dia" keluh Edo.


"Sabar ya bang, itu ujian, berdo'a aja, mana tau Tuhan mengembalikan kak Renata sama abang, apa lagi kalian mempunyai anak, ada Angga sebagai jembatan, tapi... klau kak Renata mau kembali jangan pernah menyakiti dia lagi" tutur Lila.


"Tidak akan pernah, akan abang jadikan dia ratu di hidup abang" tekan Edo.


"Tapi... aku takut mama, pa... makanya aku memendam perasaan ku ini, aku takut Re terluka lagi, makanya aku ngak gerak gerak, sebenarnya ada resah dan gelisah di hati ini, banyak laki laki yang menginginkan Renata pa, mana orang orang kalangan atas semua, membuat aku ketar ketir, dan beruntungnya sampai sekarang tidak ada satu pun yang meluluhkan hati Renata, dan Angga tidak menyukai semua laki laki yang mendekati Bundanya" terang Edo.


"Mintalah sama Tuhan di sepertiga malam mu, memohon kepadanya, agar kalian di persatukan kembali, soal mama kamu, itu urusan papa, kamu jangan khawatir" ucap Pak Bandi memberi semangat.

__ADS_1


"Ayo makan dulu... takut dingin itu nasi sama lauk pauk, jadi ngak enak di makan" ajak Lila.


Bersambung....


__ADS_2