Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 70


__ADS_3

"Maafkan Ayah nak" ucap Edo dengan suara serak dan mata sendunya, melihat ke arah sang anak, terlihat jelas di matanya penyesalan yang dalam.


Angga mengagukan kepalanya, "Aku memaafkan Ayah, karena ayah itu Ayah ku, cuma aku ngak suka lihat Bundaku menangis gara gara ayah" cetus anak kecil itu.


"Maaf, Ayah banyak salah sama kalian, mulai hari ini ayah akan membahagiakan kamu, dan menebus semua ke salahan ayah kepada kalian, walau kita tidak bisa hidup bersama lagi" tutur Edo dengan dada penuh sesak.


Angga dan Renata hanya mengangguk kan kepala, walau sedikit sangsi, dia takut mantan ibu mertuanya itu akan kembali membuat ulah.


"Bagaiman klau mama mu tau mas, apa dia tidak akan membuat ulah lagi, aku ngak mau dia mencelakai Angga" tutur Renata pada akhirnya, dari pada dia penasaran.


"Kamu tenang saja, aku sudah tidak tinggal bersama mereka lagi, aku tinggal di jalan xx sendiri, jadi in sha allah aman" Renata terperangah mendengar kata kata In Sah Allah yang di ucapkan mantan suaminya itu, selama ini mantan suaminya itu boro boro ingat tuhan.


"Jangan melihat ku seperti itu, aku tau yang kami fikirkan, semenjak pertemuan kita kembali beberapa bulan yang lalu, aku mulai berubah ke jalan lebih baik lagi, dan kembali belajar agama sedikit demi sedikit" tutur Edo yang tau apa isi kepala mantan istrinya itu.

__ADS_1


"Hehehe... maaf mas" kekeh Renata dengan wajah salah tingkah, dan Edo juga ikut senang, setidaknya hubungan mereka yang tadinya kaku mulai mencair.


"Apa Ayah boleh memeluk Angga" tanya Edo hati hati kepada buah hatinya itu.


Angga mengangguk dan merentangkan tangannya, Edo tidak ingin menyia nyiakan kesempatan itu, lansung memeluk tubuh sang anak dengan sedikit erat agar anaknya tidak sesak, dia menyalurkan rasa rindu dan rasa sesalnya kepada sang anak.


"Hiks... hiks.... maafkan ayah, ayah banyak salah sama kamu nak, maafkan ayah yang sudah dengan sangat kejam menolak kehadiran kamu ke dunia ini, beruntung bundamu dengan gigih mempertahankan kamu, Ayah menyesal hiks... hiks..." Edo menangis sambil memeluk anaknya.


Angga yang baru pertama mendapatkan pelukan dari sang ayah, ikut meneteskan air mata, apa lagi mendengar keluh kesah sang ayah, dia tau ayahnya kini sangat menyesal karena perbuatannya.


"Ayah hanya menangis bahagia kok" elak Edo.


"Hmmm... mana ada orang bahagia menangis, yang ada tu, tersenyum" cibir Angga, membuat Edo dan Renata terkekeh mendengar celotehan sang anak.

__ADS_1


"Iya iya ayah kan lain dari yang lain" kekeh Edo.


Ibu, Ayah dan adik Renata tersenyum haru melihat anak cucu dan mantan menantunya kembali berbaikan, dia tau Angga membutuhkan sosok seorang Ayah di dalam hidupnya, walau mereka tidak bersatu lagi, tapi mereka berharap Angga tidak kehilangan sosok Ayahnya, walau selama ini anak itu selalu mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari mereka namun tetap saja akan berbeda dengan kasih sayang seorang ayah kandung.


"Ibu senang mereka akur seperti ini, apa lagi Angga membutuhkan kasih sayang Ayah kandungnya, untung Renata mengesampingkan egonya, demi Angga" tutur sang Ibu.


"Renata juga melihat kali, klau Edo sudah banyak berubah, makanya dia mau menerima, tapi ayah juga masih was was sam mamanya Edo" keluh Ayah Renata itu.


"Biarkan bang Edo mengatasi keluarganya" tutur Bagus.


Mereka hanya mengangguk kan kepalanya, sambil melihat tiga orang di luar sana yang sedang bercanda ria seperti keluarga harmonis layaknya.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote ya...


__ADS_2