
"Permisi pak, kami mengantarkan pesanan anda?!" ucap sopan pelayan yang mengantarkan makanan ke kamar Edo tersebut.
"Ohh iya, terimakasih, biar saya saja yang bawa masuk" ujar Edo, dia tidak ingin istrinya yang hampir bugil di bawah selimut itu di lihat oleh pelayan hotel tersebut.
Edo membawa makanan dan minum itu masuk ke kamarnya, langsung di tata di atas meja, setelah itu dia kembali menghampiri sang istri.
"Mau minum sapa mau makan snack dulu" tawar Edo melihat lembut ke arah sang istri.
"Aku masih kenyang mas" tolak halus Renata, memang benar mereka baru habis sarapan belum juga satu jam.
"Ouhhh... mau sosis mas aja ya" goda Edo terkekeh, dia lansung me buka baju dan celananya, hanya boxer saja yang tersisa.
Tentu saja membuat wajah Renata merona, melihat pemandangan itu, Edo walau tidak pernah ke tempat gym, namun dia rutin lari pagi dan angkat barbel di rumahnya, dan melakukan olahraga tipis tipis yang membentuk tubuhnya walau tak seindah tubuh para lelaki yang hoby ngegym, tapi mampu membuat Renata terpukau.
"Kok wajahnya merah gitu hmmm..." ujar Edo menaikin kasur dan tersenyum maut, membuat jantung Renata ketar ketir.
Edo membuka selimut sang istri dan tanpa ba bi bu Edo lansung menyerang kekasih tercintanya itu, mulai dari lembut, sedang dan cepat dan hentakan hentakan maut dia lakukan membuat sang istri menjerit nikmat, wajar Edo lihai melakukan itu, dia sudah ahli melakukan bersama mantan istrinya dulu, namun tidak ada yang senikmat rasa seperti istri cantiknya.
__ADS_1
Wajar lah Edo tidak bisa melupakan istrinya itu, Zahra gadis murni pertama dan terakhir yang Edo dapatkan, Edo yang pertama kali membuka segel sang istri, tidak dengan mantan istrinya terdahulu, yang sudah los bak jalan tol tanpa hambatan.
"Uhhh..... de*** Renata sambil menggigit bibirnya, menahan sensasi luar biasa dari perlakuan Edo yang sedang membajak sawah sepetaknya dengan pacul jumbo milik sang suami.
"Ini enak sayang, mas benar benar mabuk kepayang dengan yang ini sayang, kamu pintar merawatnya, ini berasa seperti kita pertama menikah tau ngak, padahal kamu sudah mengeluarkan Angga dari sini, tapi rasanya tetap menggigit" ujar Edo putus putus, karena nafasnya tersengal sengal dengan olah raga yang sedang dia lakukan.
Renata hanya diam mendengar ceracauan sang suami, sambil menarik selimut, menahan rasa nikmat tiada tara.
Entah berapa ronde dan berapa gaya yang di gunakan oleh Edo, hingga membuat sang istri tepar tak bertenaga.
Dia tersenyum lembut, menatap punggung mulus sang istri, yang sudah masuk ke dalam alam mimpi, karena ke capek an dengan aktifitas mereka tadi.
"Capek banget ya sayang, di ganggu kaya gini aja ngak bangun bangun" ujar Edo mengecup rambut sang istri, setelah itu dia juga ikut menyusul sang istri ke alam mimpi.
Satu jam berlalu Edo terbangun dari tidurnya, ternyata dia ikut pulas dengan sang istri, beruntungnya masih ada waktu tersisa untuk menjemput sang anak.
"Sayang... hai.... sayang, bangun nanti sambung lagi tidurnya, kasian nanti anak kita menunggu kita sayang" ujar Edo membangunkan sang istri.
__ADS_1
"Eeuuggghhh.... udah jam berapa masa?" tanya Renata dengan suara seraknya.
"Setengah sebelas" jawab Edo dengan mata menatap penuh puja kepada sang istri, istrinya terlihat begitu cantik dengan muka bantalnya.
"Kok lihat aku kaya gitu sih mas" rengek Renata manja, sambil membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.
"Kamu cantik banget klau bangun tidur, mas jadi pengen lagi" goda Edo sambil ******* ***** manja squishy milik sang istri.
"Mas..." lenguh Renata, yang tak bisa menahan sentuhan sentuhan maut sang suami, namun sedikit akalnya masih berfikir bagus, karena sang anak sebentar lagi akan pulang sekolah.
"Kenapa hmmmm..." tanya Edo olah olah tidak tau, padahal dia sangat tau, dan juga sangat mengetahui titik titik kelemahan sang istri.
"Nanti Angga lama nungguin kita" ujar Renata dengan wajah sayunya.
"Ah iya, maaf mas kelupaan, ya udah ayo kita mandi" ajak Edo lansung menggendong sang istri, tanpa memperdulikan tubuh polos mereka.
Renata hanya pasrah dengan perlakuan sang suami, dia membiarkan saja apa yang di lakukan suaminya itu, karena sejujurnya tubuh Renata memang masih pegal pegal ulah serangan fajar dari sang suami.
__ADS_1
Bersambung....