
"Ayah kenapa belum telpon Angga Bun...?" cemberut anak itu di meja makan, wajahnya terlihat tidak mood dan hanya mempermaikan sendok di atas piring yang berisi saraoan kesukaannya, yaitu nasi goreng seafood, Angga tidak berniat untuk memakan makanan di dalam piring itu, hanya mengaduk aduk nya saja.
"Mungkin Ayah baru sampai sayang, jadi Ayah belum sempat menelpon adek" ucap Renata menenangkan buah hatinya itu.
"Tapi aku pengen vidio call ayah Bun..." mata Angga mulai berkaca kaca.
"Ya sudah makan dulu nanti baru kita telpon Ayah sayang?!" bujuk Renata.
"Angga mau makan sambil vidio call hiks... hiks..." meluncur sudah air mata Angga.
"Iya iya... kita vidio call ayah, udah adek jangan nangis lagi, nanti gantengnya ilang loh...?!" bujuk Renata.
"Mmmm...." angguk Angga sambil mengelap wajahnya dengan kasar memakai punggung tangannya.
"Cucu kakek kangen banget ya sama Ayah...?" tanya lembut Ayah Renata itu.
Angga hanya menganggukan kepalanya lemah, sementara Renata masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil ponselnya.
Tut...
Tut...
Tut....
[ Hallo.... Assalamualaikum, mas... aku nganggu ngak ]
.....
[ Ini Angga, dari tadi ngak mau makan, katanya kangen sama Ayahnya... ]
......
[ Iya mas, ngak papa kok, aku juga ngerti, sudah di bilang ke anaknya, malah ngak percaya, ya udah mas vicall sama Angga aja ya ]
......
[ Hallo.... Ayah.... kenapa ngak telpon Angga, ayah ngak sayang lagi sama Angga, ayah udah lupa sama Angga.... hiks... hiks...]
.....
__ADS_1
[ Iya ayah... Angga rinduuu... banget sama ayah ]
.....
[ Iya, tapi makannya di temanin sama Ayah ]
......
[ Mau Yah... tapi kakek ngak jahat kan... klau jahat Angga ngak mau ]
.......
[ Ok... ]
......
[ Wa'alaikum salam kek ]
....
[ Baik kek, Angga udah kelas 1 kek, Ayah sama Bunda yang suka anter jemput ]
......
.....
[ Ngak mau di bawain apa apa kek, yang penting ayah pulangnya selamat sampai sini ]
......
[ Hallo Ayah... ini udah habis, sambil ngobrol sama kakek ]
....
[ Siap Yah... dada Ayah.... Assalam mualaikum ]
Tut....
"Ini Bun... makasih..." ucap Angga memberikan ponsel Renata dengan wajah riangnya.
__ADS_1
"Sudah puas" goda Renata.
"Sudah dong, tadi aku juga ngobrol sama kakek, trus kakek bilang mau di bawain oleh oleh apa, tapi aku ngak mau, aku cuma mau Ayah sampai sini sehat dan selamat" terang Angga bersemangat.
"Ya sudah, sekarang ambil tas sekolahnya, nanti keburu telat" ujar Renata.
"Siap Bunda...." Angga lansung berlari menuju kamarnya, menagmbil tas dan memakai sepatu sekolahnya.
"Anak itu...." Renata hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah buah hatinya itu.
"Anakmu, sudah bergantung banget sama ayahnya Re...." ujar sang Ibu.
"Ya mau bagaimana lagi Bu, namanyq anak sama ayahnya, ya biarin aja, beruntungnya Mas Edo sudah berubah dan menyayangi anaknya dengan tulus" ucap Renata.
" Iya, ibu juga melihat dia begitu bertanggung jawab sama anaknya, bahkan ke kita pun sudah tidak canggung lagi, adek mu juga sering bercanda sama Edo" ucap Ibu Renata itu.
"Kan Ayah sudah bilang, anak itu sebenarnya anak baik, cuma salah didik aja, buktinya dia begitu menyayangi orang tuanya, sampai sampai dirinya sendiri jadi korban, harus kehilangan anak istrinya" ucap Ayah Renata itu.
"Benar Ya... waktu bercerai itu sebenarnya dia juga berat hati, namun karena desakan mamanya itu, dan aku sengaja mengompori emosinya, baru lah dia mengucapkan talak, klau ngak, ngak mungkin aku akan mudah lepas dari dirinya Yah..." terang Renata.
"Kasian bang Edo sebenarnya, karena ke egoisan orang tuannya, dia yang jadi korban" sela Bagus.
"Benar, dan dia sekarang begitu bertanggung jawab sama toko yang Ayah modali itu. sebenarnya Ayah ingin menguji dia waktu itu, walau ayah sudah memaafkan anak itu, namun masih ada sedikit ke raguan, apa anak itu masih silau sama harta, ternyata tidak, jauh dari ke keluarganya dia menjadi pribadi yang lebih baik, ayah yang menyayangi anaknya dan bertanggung jawab untuk anaknya, dan juga amanah dalam usaha, kini lihat tokonya semakin maju" tutur Ayah Renata itu.
"Benar, kalau dia kembali melamar kakak, aku orang paling pertama menerimanya" kekeh Bagus.
Membuat Renata tersipu malu, dan membuat orang tua mereka terkekeh mendengar celotehan Bagus itu.
"Ayo Bun... aku sudah rapi" ujar Angga memutus obrolan mereka.
"Waahhh.... tampan sekali anak bunda ini" ujar Renata.
"Iya dong.... anak Ayah Edo dan Bunda Renata.... pasti lah tampan, masa Ayahnya ganteng, Bundanya cantik, anaknya jelek, nanti di kira anaknya anak pungut lagi" canda Angga.
"Hahaha... Astaga anak ini bisa aja bikin candaan" ucap Bagus di sela sela tawanya, bisa bisanya keponakannya itu berfikir sampai ke sana.
"Ya udah ayo berangkat, nanti telat" ajak Renata.
"Ok.... Angga sekolah dulu ya, Assalamualaikum semua...." ucap Angga sambil menyalami Kakek, Nenek dan Omnya itu.
__ADS_1
Bersambung....