
"Aappaaa....!!" teriak Bi Darmi setelah mendengar cerita dari suami dan ponakanya.
Bi Darmi juga menangis mendengar cerita Renata yang di jadi kan sebagai pembantu di rumah mertuanya dan perselingkuhan Edo di tambah dengan kenyataan Renata adalah istri ke tiga dari Edo.
"Sudah lah Bi, ngak perlu di sesali, mungkin sudah takdir Rena kayak gini, ngak pa apa, Rena ikhlas kok" ucap Renata, padahal hatinya hancur, namun berusaha ikhlas untuk semuanya, dia tidak ingin anak yang dalam kandungannya kenapa napa.
"Kamu tinggal di sini saja, jangan di kontrakan, tinggal di kamar kamu yang lama" titah Bibinya itu.
"Iya bi..." ucap Aisyah.
"Untung kamu ngak bawa apa apa ke rumah benalu itu" kesal Bi Darmi.
"Iya bi, Rena bersyukur belum ngambilin perabotan Rena kesini, bukan ngak mau cuma belum sempat aja, dan untungnya tu kado ngak di lihat sama mereka" oceh Renata.
"Sebaiknya sebelum kamu resmi bercerai dari Edo, kamu jangan ke toko kamu dulu, dan juga jangan pergi kerumah kamu yang sedang di bangun itu, Bibi ngak rela nanti keluarga itu tau dan minta gono gini" kesal Bi Darmi.
"Iya Bi... Rena Nurut apa kata Bibi aja"
__ADS_1
"Ouh... iya apa kamu masih mau kerja? kan kamu lagi hamil?" tanya Bi Darmi.
"Iya Bi... masih, enam bulan lagi Rena kan habis kontrak" sahut renata.
"Kamu masih kuat?" Bi Darmi sedikit ragu dengan keadaan Renata, lagi hamil dan ada masalah lagi dengan suaminya, dia takut Renta kenapa napa.
"Kuat kok Bi... bibi lupa siapa ponakan Bibi" kekeh Renata.
"Iya ya... ponakan Bibi yang terbaik pokoknya. kekeh Bi Darmi.
Malam tiba Edo yang tidak bisa tidur keluar dari kamarnya, berniat untuk ke kontrakan ingin mencari Renata, dia ingin membujuk istrinya itu agar tidak bercerai darinya.
"Mau ke kontrakan Pa... mau lihat apa renata baik baik aja kasian lagi hamil muda, takut kenapa napa"
"Alah... ngapain di lihatin sih... biarin aja biar tau rasa" kekeh Rani.
"Ran... loe kenapa sih, kok jadi orang jahat banget, apa loe ngak mikir loe juga perempuan loh Ran" ujar Lila.
__ADS_1
"Ya.. biarin aja sih... itu kan maunya dia mau pisah sama abang, dan lagi abang kan cuma minta dia ngasih uang gaji dia aja sama mama trus beres beres di rumah ini, kenapa dia ngak mau"
"Heh... oneng, klau loe jadi kak Rena, loe mau gaji loe, hasil keringat loe di ambil sama orang loe mau, dan loe mau juga beberes rumah setelah capek seharian kerja nyampe di rumah harus kerja lagi, sementara yang di rumah cuma ongkang ongkang kaki!" omel Lila.
"Ya ngak lahh... ogah gue!!" ketus Rani.
"Nah... tu loe aja ngak mau, apa lagi kak Rena, yang kerjanya bagus dari loe, bahkan dari bang Edo sekalian, abang aja yang ngak pernah bersyukur, sudah dapat bini yang baik ngak banyak cingcong, malah ngikutin kata mama sama papa, biarin deh Kak Rena cerai sama Abang ngak ada untungnya!" kesal Lila.
"Heh... Lila yang kakak kamu itu siapa sih... kenapa kamu jadi mihak sana Renata itu!!" kesal Mamanya.
"Yang abang aku memang bang Edo, tapi klau yang baik buat aku itu kak Rena, ngak pernah malas ngerjain apa apa, walau suka ngomel tapi itu wajar, lihat semenjak menantu menantu mama pergi apa rumah ini bersih" kesal Lila.
"Aku jadi takut nikah, takut karma dari mama papa dan bang Edo lari ke aku, aku ngak mau" ucap Lila bergidik ngeri.
"Jaga bicara kamu ya Lila, ngak ada itu karma karma" kesal mamanya.
"Kamu masuk aja Do... ngak usah cari wanita itu, biarin aja, biar tau rasa dia, nanti juga datang ngemis ngemis sama kamu" oceh Mamanya.
__ADS_1
Edo menurut apa perintah mamanya itu, emang dasar laki laki plin plan.
Bersambung....