
"Buda.... lihat ini adek bawa apaan untuk Bunda..." panggil Angga saat sampai di rumahnya, dia membawa kantong berisi Anggur hijau dan beberapa cemilan dan ayam kakek yang di pesan Edo untuk Renata.
"Ya ampun sayang, kenapa beli banyak makanan, kamu merampok Ayah mu...." kekeh Renata sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak kok, Ayah yang mau..." jujur Angga.
"Iya Re... Mas yang ingin membelikan nya, sebagai penebus rasa bersalah mas sama Angga" tutur Edo.
"Loh... emang Mas salah apa saya Angga?" ucap Renata sambil mengerutkan jidatnya tanda tak mengerti.
"Tadi mas jemput Angga telat soalnya pas jalan tadi ban motor mas bocor, jadi mas nambal ban dulu ke bengkel, jadi telat deh jemput Angga, eh... pas mas nyampe dianya cuekin mas, katanya Ayah kelamaan jemput bikin dia kering kaya ikan asin" kekeh Edo.
"Hahhaa... ada ada aja itu anak" Renata ikut terkekeh.
"Kok mas ngak telpon aku aku aja tadi, kan biar aku yang jemput" tegur Renata.
"Lah... kan tadi kamu lagi bantu bantu di rumah Pak Somad" ucap Edo, ya tadi Renata lagi batuin tetangga nya yang akan mengadakan acara di rumah nya.
"Ya ngak pa apa, dari pada anaknya lama nungguin" jawab Renata.
"Iya, lain kali mas telpon" jawab Edo.
__ADS_1
"Idih... berharap motor pecah ban lagi" ledek Renata.
"Ya ngak lah..." Edo terkekeh mendengar ledekan dari Renata.
"Itu mas beli ayam kakek buat kamu" ucap Edo.
"Iya mas....makasih, dan makasih sama pesanan ku tadi" sahut Renata.
"Ibu Sama bapak lama di kampung Re...?" tanya Edo, karena orang tua Renata memang sedang pulang ke kampung halamanya.
"Ngak tau sih, kemaren katanya cuma seminggu, tapi ngak tau deh, soalny anak bibi juga ada yang mau hajat, minggu depan, paling nunggu acaranya bibi baru pulang lagi ke sini, dari pada bolak balik" tutur Renata.
Dan di anggukin tanda mengerti oleh Edo.
"Rencananya sih gitu, pengen mas bobol aja, biar jadi lega gitu, jadi mas ngak harus nambah karyawan, klau masih bisa mas handel bersama karyawan mas yang sekarang ini" ujar Edo.
"Kasian mereka dong mas, kalau ngak di tambah karyawannya, kan mereka bisa kecapean, masalahnya toko makin gede" tutur Renata.
"Ini mas mau nanya sama mereka, mau tambah karyawan gaji tetap, tapi ngak tambah karyawan gaji mereka naik, kan sesuai dengan kerjaan mereka, jadi mas mu nanya pendapat mereka dulu" terang Edo.
"Oh... klau gitu juga bagus sih" ucap Renata menganguk anggukan kepalanya.
__ADS_1
"Ya udah mas pulang dulu ya, ngak enak sama tetangga, lagian juga sudah sore, mas mau mandi dulu, soalny sudah lengket ini badan" ucap Edo.
"Iya mas...." sahut Renata.
"Jangan lupa di makan, makanannya" ucap Edo.
Renata hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya, dan melihat Edo menaiki motornya dan pergi meninggalkan sekarangan rumah Renata.
"Loh... Ayah mana Bun...?" tanya Angga yang baru keluar dari dalam rumah, membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian
"Ayah udah pulang" jawab Renata sambil tersenyum kepada sang anak.
"Oo... jawab Angga ber O ria, dan kembali masuk ke dalam rumah dengan santainya, dan duduk manis di atas karpet menonton film karton kesayangan nya dengan memangku cemilan yang dia beli tadi bersama sang Ayah.
"Bun... itu ada ayam kakek, bunda makan gih..." seru Angga.
"Iy nanti bunda makan, sekarang bunda mau mandi dulu" ucap Renata.
Angga mengangguk dan kembali menoleh ke arah TV di depannya.
Sedangkan Renata masuk ke dalam kamarnya, untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
Bersambung....