
"S-sely.... Ngapain kamu ke sini?" ujar Edo risau, tiba tiba Sely sudah ada di depan rumah mertuanya, mendadak dia ketakutan, dia takut istrinya akan salah paham lagi, dan berakibat sama bayi yang ada dalam kandungan sang istri.
"Mas, a-aku mau minta maaf sama suami mas, sudah bikin dia salah paham ke kamaren" ujar Sely sedikit kikuk.
Edo hanya bisa garuk garuk kepala bingung menyuruh masuk atau mengusir mantan istri nya itu, dia sungguh sangat bingung, sementara dia sendiri juga ingin menuntaskan masalah mereka selama ini.
"Siapa Mas...?" ujar Renata dari dalam, dari tadi dia menunggu suaminya itu, tapi tidak kunjung datang.
"Eehhh... I-itu..." gagap Edo melihat sang istri.
Renata yang penasaran dengan sang suami, lansung saja melongokan kepalanya di sela sela tubuh san suami, yang sengaja menutup jalan untuk Renata.
"Kamu....!!" ujar Renata dengan wajah yang entah lah, memandang ke arah wanita hamil di depan pintu rumahnya.
__ADS_1
"Mbak... Maaf, saya mengganggu mbak sebentar" ujar Sely sedikit kikuk melihat Renata yang sudah mulai terlihat emosi.
Edo yang tau istrinya yang tidak baik baik saja, lansung merangkul pinggang sang istri.
"Ada perlu apa ya mbak?" tanya Renata to the point.
"Saya, mau minta maaf sama mbak, soal di rumah sakit kemaren" ujar Sely, namun sebelum dia melanjutkan ucapannya, tiba tiba di belakangnya sudah ada seorang laki laki yang merangkul Sely.
"Mas..." ujar Sely kaget.
"Hehehe.... Maaf mas, aku ngak sabaran" ujar Sely penuh sesal kepada sang suami, bukan kenapa laki laki tersebut memeluk Sely tiba tiba, dia sudah melihat air wajah Renata yang sudah mulai keruh, dia tidak ingin wanita hamil itu kembali pingsan.
"Ehhhh....." Renata berdeham karena merasa di abaikan oleh ke dua tapi yang tidak di undang tersebut.
__ADS_1
"Ehhh... Maaf mbak" ujar ke dua tamunya itu dengan wajah sedikit malu, telah mengabaikan tuan rumah itu.
Renata dan Edo hanya mengangguk, dan melihat mereka dengan tatapan penuh selidik.
"Kenalkan Mbak, saya Riyan suami Sely" ujar Laki laki tersebut.
"Oh... Iya saya Renata istri mas Edo" saut Renata juga memperkenalkan diri.
"Sebelumnya mari duduk" ajak Edo yang tidak tega kepada sang istri dan juga mantan istrinya yang sama sama berperut buncit itu.
"Ada perlu apa ya ke sini?" ujar Renata yang sudah tidak ingin basa basi, rupanya wanita hamil itu sudah sangat penasaran.
"Begini, kedatangan kami ke sini mau minta maaf sama mas dan juga mbak, atas kejadian di rumah sakit waktu itu, istri saya merasa ke jadian mbak pingsan waktu itu adalah kesalahan dari dia, jadi dia tidak bisa tidur akhir akhir ini, gara gara memikirkan hal itu, mau tidak mau saya mencari alamat mbak, agar bisa ketemu mas sama mbak, sekalian istri saya juga ada beberapa hal yang harus di selesaikan dengan suami mbak, sebagaimana nya, mereka pernah mempunyai masalalu yang kurang baik" tutur Riyan.
__ADS_1
"Iya mbak, maaf kan saya waktu itu ya, yang datang tiba tiba di dekat mas dan mbak. sebenarnya waktu itu saya mau minta maaf sama mas Edo, karena saya sudah lancang mengusir keluarganya dari rumah saya waktu itu, dan juga minta maaf sama mbak, yang mungkin mbak salah paham atas ke hadiran saya waktu itu, sejujurnya waktu itu saya sama suami saya, namun suami saya ke toilet dulu, saya melihat mbak dan mas sudah mau pergi, mau tidak mau saya menemui mas dan mbak seorang diri, saya tidak ingin kehilangan jejak kalian, ehhh.... dengan ke hadiran saya bukan mengurangi masalah, malah membuat masalah baru" sesal Sely.
Edo dan Renata mengangguk kan kepala tanda mengerti dan Renata sedikit malu yang sudah berfikir yang tidak tidak tentang Sely, dan berakibat dia jatuh pingsan.