Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 99


__ADS_3

Setelah seminggu berada di kampung, Edo kembali ke jakarta dia sengaja tidak memberutahu sang anak, klau dia sudah pulang ke jakarta, biarlah saat berangkat sekolah nanti dia memberi kejutan untuk anak tercintanya itu.


"Hallo... Re..." Edo menghubungi mantan terindahnya itu, yang telah melahirkan seorang putra tampa untuk nya.


.....


"Mas sudah sampai di toko ya, pagi mas yang anter Angga sekolah, biar jadi kejutan buat dia" ujar Edo panjang lebar.


.....


"Baru aja mas sampai, lansung menghubungi kamu" tutur Edo lagi.


.....


"Ngak kok, ngak capek, habis nganter Angga mas bisa istirahat kok, mas sudah kangen sama dia (bukan sama Angga aja Re, mas juga kangen sama kamu)" Edo hanya bisa bermonolog dalam hatinya tanpa mampu memberi tahu sang mantan


.....


"Iya, ya udah mas tutup telponnya dulu, kamu istirahat gih, sudah malam" ucap Edo sebelum menutup telpon selulernya.


.....

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam....."


Setelah panggilan telpon mati Edo bak remaja yang sedang jatuh cinta, menarok telpon genggamnya di dada dan tersenyum senyum sendiri sambil menerawang, entah apa yang dia fikirkan, membuat adiknya terkekeh geli.


"Astaga..." abang gue udah kaya orang gila baru" kekeh Heru sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan absrud sang abang.


"Kamu kenapa dek?" heran Lila yang baru saja keluar dari kamar mandi dan duduk di samping Heru, sambil mencomot biskuit.


"Noh... lihat abangnya kakak, habis telponan sama kak Renata lansung kurang se ons, senyum senyum ngak jelas" kekeh Heru.


Pukkk....


"Kamu ini.... itu bukan kurang se ons, tapi cinta lama bersemi kembali, cuma ngak berani ungkapinnya" kekeh Lila.


"Giman kalau kita bantu" ucap Lila semangat.


"Jangan kak, biarin aja mengalir dengan sendirinya, kasian mereka sama sama punya trauma tersendiri, apa lagi abang juga masih takut klau nanti mama kembali berulah, biarlah abang sama kak Renata yang putusin, yang penting kita do'akan yang terbaik buat mereka" ujar Heru


Lila hanya mengangguk pasrah dengan ucapan sang adik.


"Ya udah kakak tidur gih, pasti capek, buru istirahat, biarin aja abang kek gitu, ngak usah di tegur, nanti dia malu" ujar Heru.

__ADS_1


"Hmm... baiklah, kakak istirahat dulu, pegel banget ini punggung, mana mata juga tinggal 5 wat" celoteh Lila sambil berjalan masuk ke dalam kamar yang biasa di tempati oleh Edo tersebut.


Sementara itu, Edo yang tidak tau di perhatikan sang adik, masih setia duduk termenung sambil menikmati hembusan angin malam di halaman toko tersebut.


"Re.... mas ingin mengutarakan niat hati mas sama kamu Re, di terima atau tidak itu urusan nanti, yang penting mas mau mengeluarkan uneg uneg mas sama kamu, agar mas bisa tenang" gumam Edo, sungguh dia sudah lelah berperang dengan hatinya sendiri, kini saat nya dia mengungkapkan perasaannya sama ibu dari anaknya itu.


"Bang... ayo tidur, sudah malam, ngapain lama lama di luar ntar masuk angin loh..." tegur Heru.


"Eehhh... iya" kaget Edo dan lansung masuk ke dalam toko dan mengunci pintu, dia berjalan ke arah Heru yang nonton pertandingan sepak bola, sambil tiduran.


"Lila mana....kok ngak kelihatan?" tanya Edo.


"Sudah tidur" jawab Heru singkat.


Edo hanya mengangguk kan kepalanya dan ikutan tidur di karpet itu.


Sementara di lain tempat di kota yang sama bahkan hanya berbedang gang, Renata juga sedang berguling guling cantik sambil tersenyum senyum sendiri di atas kasur, setelah menerima telpon dari Edo tadi.


"Aahhh... Mas Edo, kenapa jantung Re berdetak kaya gini, jujur Re masih cinta sama mas, apa lagi Angga yang tidak mau pisah sama mas, tapi Re takut untuk memulai lagi mas, Re.. takut mama mas akan buat ulah lagi dan akan menyakiti anak kita" gumam Renata dilema, antara cinta dan takut.


"Ya Allah.... jika memang kami harus kembali bersama dekat kan lah Ya Allah, klau tidak jauhkan lah kami, dan jangan ada dendam di antara kami, tetaplah kami bisa menjaga tali silaturahmi dengan baik, agar anak kami Angga bisa merasakan kasih sayang ke dua orang tuanya" Do'a Renata di dalam hati.

__ADS_1


Capek berguling guling kesana kemari di atas kasur yang lumayan luas untuk ukuran Renata yang tidur seorang diri itu, akhir janda cantik itu tertidur dengan sendirinya.


Bersambung....


__ADS_2