Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 74


__ADS_3

Beberapa minggu berlalu, akhirnya Edo benar benar tinggal di toko milik Renata, dan Ayah Renata juga mengisi dagangan toko itu sampai penuh, Edo tidak mau di beri cuma cuma, dia membuat perjanjian akan bagi hasil 40/60 dan itu si setujui oleh Renata dan Ayahnya.


Bukan karena apa ayah Renata percaya sama Edo, dia bisa melihat perubahan dari mantan menantunya itu, dan juga mengingat sang cucu yang butuh kasih sayang, jadi lah Ayah Renata membantu Edo, agar bisa berdekatan dengan sang Cucu, agar cucunya bisa merasakan kasih sayang dari ke dua orang tuanya, walau pun orang tua mereka sudah berpisah.


"Anak Ayah sudah rapi?" tanya Edo saat menjemput sang anak, untuk di antar ke sekolah.


"Sudah Yah..." semangat Angga, melihat Ayahnya sudah berada di depan rumah Bundanya


"Ya sudah kita berangkat, sudah Izin sama orang rumah?" tanya Edo lagi.


"Hehehe... belum" cengir Angga dan lari masuk ke dalam rumahnya, meminta izin kepada Bunda, Nenek, Kakek dan Omnya. Edo hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sang anak.


"Adek hati hati ya, nanti mau di jemput Bunda apa Ayah, nanti bunda mau ke daerah xx mau ngontrol toko di sana" tutur Renata kepada sang anak.


"Adek di jemput sama Ayah aja bun. Bunda berangkat pagi aja, jadi pulangnya ngak ke sorean" jawab Angga, yang akhir akhir ini memang jarang mau di ajak kemana mana oleh sang Bunda, dia lebih suka menghabiskan waktu di toko sang Ayah.


"Ya sudah klau gitu, Bunda berangkat pagi aja, jangan nakal di sekolah ya nak, belajar yang pintar, dengerin guru nerangin pelajaran" ucap Renata lembut kepada sang anak.

__ADS_1


"Siap Bun... Bunda juga hati hati ya bawa mobilnya, nanti pulang beliin adek Ayam kakek ya Bun.." pinta Angga.


"Ok...." ucap Renata sambil tersenyum kepada anaknya.


"Ya sudah kami berangkat" ucap Edo sambil menggandeng sang anak menuju motornya. Edo memang membeli satu motor second untuk di pakai mengantar sang anak, dan untuk belanja kebutuhan tokonya.


"Iya Mas... hati hati" ucap Renata dengan tersenyum lembut.


Jika di tanya masih ada kah, sisa sia cinta di hati mereka? jawabannya tidak, mereka hanya berusaha membahagiakan sang anak, Renata sudah terlanjur kecewa dengan namanya pernikahan, dan Edo terlanjur merasa bersalah karena begitu dalam melihat hati Renata dan anaknya, dia hanya ingin berhubungan baik dengan Renata sebagai ibu dari anaknya, dan menganggap keluarga Renata sebagai keluarganya, dan mereka menjalani hubungan kakak dan adik saja, tanpa memakai perasaan, seandainya salah satu di antara mereka bertemu jodoh pun tidak masalah, asal anak mereka tetap mendapatkan perhatian dari Ayah dan Bundanya.


Setelah itu dia keluar dari kamar mencari sang Bunda, untuk minta izin mau pergi ke tokonya.


"Bu...." panggil Renata, karena tidak menemukan sang Ibu di mana pun.


"Bu...." Panggil Renata lagi.


"Iya... ibu di sini!" jawab sang Ibu sedikit berteriak, dia sedang berada di jalan belakang, memetik cabe dan sayuran.

__ADS_1


"Waahhh.... Tanamanya tambah subur dan sudah mulai bisa di panen" seru Renata berbinar.


"Iya, emang kamu nya saja yang jarang ke belakang akhir akhir ini, jadi ngak tau deh tu, tanamannya sudah mau panen" seru sang Ibu.


"Hehehe.... maklum bu, akhir akhir ini Re agak sibuk, Toko Ren Alhamdulillah makin rame, karyawan Re mulai keteteran, jadi mau ngak mau Re turun tangan, untung Angga ngak mau di ajak ke toko, klau ngak kasihan tuh anak" ucap Renata.


"Syukur Alhamdulillah... klau toko makin Rame, nabung lagi, itu pak Rt bilang tetangga mau jual tanah, kali nanti bisa beli, jadi kamu bisa nambah kontrakan apa kos kosan,di sana tempatnya stategis, walau tanahnya masuk gang, tapi itu depannya ada kampus ada rumah sakit, dan ada perkantoran" ucap Sang Ibu semangat.


"Aamiin... semoga Bisa ya Bu, pantau aja, mudah mudahan duit Re ada" ucap Renata.


"Iya pasti, ya udah gih sana berangkat, biar pulang cepat" usir sang Ibu.


"Iya udah Re berangkat Bu" ucap Renata dan menyalim tangan sang Ibu sebelum berangkat dari sana.


Bersambung....


Jangan lupa like komen dan vote ya....

__ADS_1


__ADS_2