Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 41


__ADS_3

"Bun.. bunda capek ngak?" tanya Angga kepada Renata.


"Kenapa emang sayang, Angga mau apa memang?" tanya Renata, pasti anaknya itu ingin sesuatu.


"Klau Bunda ngak capek, mau ngak ajak Angga ke mall, Angga pengen main di wahana anak anak, tapi klau bunda capek ngak usah" tutur bocah 5th itu.


"Baik lah... nanti kita ke mall, tapi bunda istirahat dulu ya nak, klau bunda sudah istirahat baru kita main ke mall" ujar Renata memeluk anaknya itu dengan tersenyum manis.


"Horeee.... Angga mau jalan jalan sama bunda" Angga bahagia bisa main bersama ibunya, ini lah yang di tunggu tunggu sama Angga bisa jalan bermain dan makan di luar bersama bundanya, dan Renata pasti akan meluangkan waktu seminggu sekali untuk anaknya, walau tidak menentu hari apa, yang penting setiap minggu pasti jalan berdua bersama bocah kecil itu.


"Horee... Om juga ikut...!!" goda Bagus dan Elko yang kebetulan baru masuk ke dalam rumah.


"Ngak... ngak boleh! ini waktunya Angga sama bunda, cuma Angga sama Bunda aja, om ngak boleh ikut!" sewot anak kecil itu, berkacak pinggang dan jangan lupa mata melotot bibir mengerucut lucu, yang membuat Elko dan Bagus semakin jadi menggodanya.


"Pelit masa Om ngak di ajak?!" rajuk Bagus dan Elko, berpura pura ngambek.


"Nanti Angga beliin permen aja ya Om?!" bujuk Angga melihat Omnya yang sedang merajuk itu.


"Permen doang apaan... masa Angga main, trus makan enak, Om di rumah cuma di kasih permen, di warung kita juga ada klau permen?!' tolak Bagus.

__ADS_1


"Ya udah... Om minta apa, nanti Angga beliin, tapi jangan mahal mahal nanti uang bunda habis" celoteh anak kecil itu.


"Haa... kamu perhitungan banget sama Om, padahal yang habisin uang bunda kamu, ya kamu sendiri, minta main di wahana, nanti belum makannya, belum mainannya!" omel Bagus, karena ponakanya itu perhitungan sama dia.


Sedangkan Renata hanya terkekeh melihat Angga dan Bagus berantam.


"Yee... ngak apa apa, kan bunda cari uang emang buat Angga, bukan buat Om wleee...." cibir Angga manas manasi Bagus.


"Ooo... kamu ya... bikin om gemes aja! sini kamu om gelitikin" Bagus lansung mengejar Angga yang berlari ke sana ke mari, tentu saja Angga tetap kalah sama langkah om nya itu.


Happp...


Ahahaha....


"Ampun Om.... geli... nanti Angga ngompol loh om, hahahaha...." Angga berteriak ngos ngosan dalam pelukan Omnya itu dan Bagus ngak perduli dengan teriakan ponakannya yang sudah minta ampun, dia terus menggelitiki Angga.


Surrrr....


Tiba tiba Angga benar benar ngompol, dan membasahi wajah Bagus.

__ADS_1


"Yaaa... Angga...!!" teriak Bagus, karena wajahnya sudah basah kena ompol Angga.


Buahahaha....


Semua keluarganya tertawa terpingkal pingkal melihat wajah Bagus yang basah kena ompol Angga.


"Itu bukan salah Angga loh... salah om sendiri, sudah di bilang jangan di gelikin masih aja di gelitikin, ngompolkan Angga jadinya" jawab bocil itu tanpa dosa, yang membuat Bagus semakin meradang.


Angga berlari ke dalam kamar bundanya setelah di lepas oleh Bagus dan masuk ke kamar mandi, di ikuti oleh Renata dari belakang yang masih tertawa melihat kelakuan anak dan adiknya itu.


Sama degan Renata, orang tuanya dan Elko masih pun masih terpikal melihat Angga dan Bangus.


Bagus pun ikut kabur ke kamar mandi, sambil mengomel panjang lebar.


"Ya Allah... itu anak kenapa kelakuannya bisa kayak gitu ya?' kekeh sang Nenek.


"Ada ada aja itu mereka berdua" ucap kakeknya Angga.


sedang kan Elko masih saja tertawa dan mengusap air matanya, bukan karena menangis namun karena banyak tertawa jadi air matanya ikut keluar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2