Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 133


__ADS_3

"Mas juga minta maaf yang sebesar besarnya sama kamu Sely, mas sudah membuat kamu menderita selama menikah dengan mas, mas tau perbuatan mas dan keluarga mas tidak akan pernah bisa kamu lupakan, namun mas tetap memohon maaf dari kamu, mas sudah lama mencari kamu, untuk minta maaf" ujar Edo sungguh sungguh.


"Iya mas, aku sudah memaafkan semua kesalahan mas kok, tidak ada gunanya mendendam yang akan membuat kita tidak tenang menjalani hidup ini, aku sudah mengikhlaskan semua yang terjadi, buktinya sekarang aku juga sudah bahagian punya suami yang sangat pengertian dan menerima segala kekurangan ku, punya mertua yang sangat menyayangi ku mas" ujar Sely tersenyum lembut dan melihat ke arah sang suami, suami Sely pun tak mau kalah lansung membelai pucuk kepala Sely penuh kasih sayang.


"Aku juga minta maaf ya mbak, kemaren membuat mbak sampai pingsan" ujar Sely tidak enak hati.


"Ahhh... ngak pa apa kok mbak, mungkin kemaren aku aja yang terlalu lebay, terlalu memikirkan hal hal yang belum pasti" sanggah Renata.


"Iya Sel, maklum dulu pas kami nikah pertama tama kali mas masih bejad, tau istri hamil mas malah menyuruh dia untuk menggugurkan anak kami, akhirnya Renata memilih pisah dari mas, mungkin itu juga yang menjadi pemicu dia pingsan, masa dua kali hamil dua kali juga tidak di dampingi suami" ujar Edo penuh sesal menatap Renata dengan wajah sendunya.


Sely mengaguk tanda mengerti, dia paham perasaan Renata, dia juga pernah di sisi tinggal bersama manta mertuanya, bagaimana perlakuan keluarga suami Renata itu.

__ADS_1


"Mbak aku juga minta maaf ya, yang tidak secara lansung telah merusak rumah tangga mbak, aku ngak tau waktu itu mas Edo sudah mempunyai istri, klau aku tau ngak mungkin aku mau menerima pinangan dari mas Edo" ujar Renata penuh rasa bersalah.


"Itu bukan salah kamu sayang, itu salah mas, mas yang tidak tegas dalam hidup mas, yang terlalu menurut sama orang tua, yang tidak sadar telah melukai istri mas" ujar Edo, dia tidak mau sang istri meminta maaf atas kesalahan yang tidak pernah Renata perbuat, itu semua adalah ke salahan dia dan keluarganya yang telah banyak menyakiti hati para mantan istri termasuk istrinya sendiri.


"Ngak usah minta maaf mas, dulu aku juga bukan orang yang suci juga, dan menemukan jodoh seperti mas Edo, mungkin ini semua sudah jalannya dari Tuhan, agar kita sama sama beryaubat dalam ke salahan kita di masa lalu, yang penting sekarang mas Edo juga sudah berubah, dan jangan lagi menyakiti hati istri mas, aku juga sudah bahagia sekarang, dan mari kita lupakan masa lalu, kita tata masa depan yang lebih baik lagi dengan pasangan masing masing" ujar Sely dengan bijak, dia tau dia juga bukan lah manusia suci penuh noda dan penuh masa lalu kelam, mungkin pernikahan dia dan Edo adalah salah satu bentuk teguran dari Allah, makanya dia memilih berbaik sangka, dan mulai menata hidup lebih baik, dan akhirnya di pertemukan dengan jodoh yang mau menirima dia apa adanya, mendapatkan mertua yang sangat menyayangi nya, tanpa melihat masa lalu Sely.


"Makasih mbak..." ujar Renata memeluk Sely dari samping, tidak mungkin mereka berpelukan dari depan, karena sama sama membawa drum besar di perut mereka masing masing.


Edo dan suami Sely ikut tersenyum haru, melihat wanita wanita yang sangat mereka cintai, orang tua Renata juga ikut tersenyum haru di balik Jendela rumah mereka, selesai sudah masalah anak menantunya satu persatu, termasuk Mama Edo sudah mulai membuka diri kepada Renata dan bertanya kabar Renata dan bayi dalam kandungannya.


**Haiii.... Terimakasih sudah mengikuti cerita aouthor ya, semoga bisa menghibur kalian semua, tunggu cerita cerita author selanjut ya.... Bye.... Bye....

__ADS_1


Jangan lupa ikuti juga cerita author


* Aira si gadis dingin


* Suamiku yang tak di anggap


*Nikah Rahasia


*ketika suami tidak lagi jadi harapan


*Cobalah jadi aku sebentar saja

__ADS_1


* Suami cacatku.


Semoga kalian juga mengukainya😘😘😘**


__ADS_2