
"Ma... ada apa mama pagi pagi sudah di sini?" tanya Rido.
"Kapan kamu akan bawa mama tinggal di rumah mewah ini, kamu jangan enak sendiri, mama juga pengen kali tinggal di rumah mewah ini" omel mamanya.
"Siapa yang mau tingga di sini?" tanya istri Edo.
"Mama... kenapa!" pongah mama Eni
"Astaga... bu, rumah saya bukan penampungan" kekeh Linda istri baru Edo itu.
"Kamu jangan gitu dong, aku juga berhak kali tinggal di sini, aku ini mertua kamu loh... masa kamu tega ngak izinin saya tinggal di sini"
"Baik... klau ibu mau, silahkan tinggal di sini"
"Nah gitu dong, sama mertua itu harus nurut" bahagia mama Eni.
"Mana kamar mama, ayo... antar kesana" semangat mama edo itu.
__ADS_1
Firasat Edo sudah tidak enak, di tau bagai mana kelakuan istri dan anak anak sambungnya.
"Mas... kamu di suruh anak anak ngapain...?" tanya Linda.
"Ah.. iya aku lupa..." gugup Edo lansung berdiri.
"jangan lupa sampai bersih, cucian di ruang sekalian jemurin, mbak lagi kepasar" titah istrinya.
"Apa... kenapa Edo kamu suruh suruh begitu Lin, dia suami kamu loh... seharusnya kamu sebagai istri yang melakukannya bukan Edo yang kamu suruh" kaget Mama Eni.
"Hahaha... lalu tugas anak ibu apa, nyari uang saja ngak bisa, pengangguran aja pengen di agung agungkan, klau mau hidup enak itu usaha, masa mau andelin lontong sepotong doang" sinis Linda.
"Jadi mau nginap di sini" tanya Linda tidak ada sopan sopanya, karena dia jengah melihat mertuanya itu, lebih baik mertuanya itu dia kerjai biar kapok dan tidak suka meminta minta lagi.
"Eh... jadi jadi" semangat mama Eni itu, enak saja ngak jadi tinggal di sini, rugi dong sudah capek capek merayu, sudah dapat lampu ijo, malah ngak jadi.
Linda membawa mertuanya itu ke belakang rumah, mama Eni matanya selalu menatap kagum setiap apa yang di lewatinya, memang rumah itu besar dan mewah.
__ADS_1
"Nah... mama bisa tidur di sini" ucap Linda, setelah sampai di sebuah kamar berukuran kecil.
"Loh.. kok di sini sih.. ini kamar pembantu" bingung mama Eni, yang tidak sesuai dengan ke inginannya, ya kali tinggal di kamar pembantu, dia kan juga ingin merasakan kamar mewah.
"Lalu mama mau di mana?" tanya Linda yang sudah tau kemauan mertua barunya, bukan dia tidak peka, sebelum menikah sama Edo dia sudah mencari latar belakang Edo, Edo sudah beberapa kali menikah dan di cerai setelah sang istri kehabisan harta.
"Di dalam lah... masa di sini" omel mama Eni, tidak terima di kasih kamar pembantu oleh Linda.
Kamar di dalam sudah penuh tidak ada yang kosong" ucap Linda datar, padahal mah, kamar di dalam itu banyak yang kosong, namun Linda tidak sudi kamarnya di pakai oleh orang orang seperti mama Edo tersebut.
"Masa sih... perasaan sepanjang jalan mama melihat banyak jejeran pintu kamar" tutur mama Eni, yang tidak percaya dengan ucapan sang menantu.
"Klau ngak percaya ya sudah, mau nginap apa ngak, klau mau nginap tidur di kamar ini, satu lagi klau mau makan, mama harus bayar, tidak perlu pakai uang, saya yakin mama ngak punya uang, jadi mama bayar dengan tenaga mama. Mama masak dan membersihkan rumah ini, sebentar lagi anak anak saya pulang sekolah, buru sekarang masak" perintah Lindam.
"Mama ngak jadi nginap!!" marah mama Eni.
"Oh... baguslah.." ucap Linda
__ADS_1
Bersambung....