Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 93


__ADS_3

"Gimana..? kalian srek ngak sama tempatnya?" tanya Renata saat membawa ke dua mantan adik iparnya itu ke ruko yang di kasih tau Renata kemaren itu.


"Bagus kak kamu suka, tempatnya strategis lagi, udah gitu ngak terlalu jauh dari tempat kalian" ucap Lila sangat.


"Bagus lah... kalau kalian suka" ucap Renata.


"Nanti abang akan kasih tau grosiran murah dan kalian bisa me cari barang barang yang kalian butuhkan" ujar Edo ikut nimbrung usai melihat lihat setiap ruangan di dalam ruko itu.


"Baik kak, kami ikut kakak sama abang saja, tapi setelah toko ini kami isi, kami ingin pulang dulu ke kampung, mau lihat ayah dan ibu dulu kak, apa ngak apa apa" ucap Lila ngak enak hati, baru saja di bantu sekarang belum apa apa suah mau libur duluan.


"Ya udah, pulang aja dulu, kasian kan pasti orang tua kalian merindukan kalian" ucap Renata bijak, alih alih memerahi Lila dan Heru, eh malah di izinkan untuk pulang kampung beberapa untuk hari.


"Makasih kak..." ucap Lila dan Heru serempak.


"Ini ada yang mau di renovasi ngak nih...?" tanya Edo.


"Iya kaka, itu kamar kan cuma satu di atas, nanti mau aku sekat aja sama triplek agar ada kamar buat Heru, trus mau ganti warna cat juga, soalnya cat ini juga sudah memudar, dan mau bikin rak pajangan juga ini" ucap Lila panjang lebar dengan semangat.


"Renata dan Edo hanya mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti.


"Itu yang bagian luar, di kasih kanopi deh kak, biar barang bisa di pajang di luar juga" timpal Heru.

__ADS_1


"Baik lah, nanti abang suruh tukang langganan abang datang ke sini, kamu bisa lansung arahin apa aja yang akan kamu perbaiki dan yang harus kamu ubah" ucap Edo.


"Makasih bang" ucap Lila dan Heru secara bersamaan.


"Ngak usah berterimakasih, sudah sepatunya kita saling menolong sesama saudara, dan gunakan kepercayaan Renata dengan sebaik baiknya, jangan kecewakan dia, di sudah banyak membantu kita" ucap Edi kepada ke dua adiknya itu.


"Iya bang, kami tau itu" sahut Lila, memang sepatutnya lah dia harus mereka bekerja dengan baik dan tidak mengecewakan Renata yang telah banyak membantu mereka, sudah di sakiti sedemikian rupa oleh keluarga mereka, namun Renata tidak dendam dan benci, malah sebaliknya, dengan berbesar hati membantu mereka untuk membuka usaha.


"Ayah... apa sudah selesai" tiba tiba Angga datang dari lantai atas.


"Sudah kok sayang... mau apa hmmm...?" tanya Edo dengan penuh perhatian kepada sang anak.


"Aku sudah lapar dan ingin bermain ke mall" jujur anak itu dengan wajah imutnya.


"Ya udah tutup aja rolingnya dek, besok baru ke sini lagi sekalian sama tukang" ujar Renata.


"Siap kaka..." sahut Heru, dan lansung menutup roling ruko itu dengan sangat.


"Mau makan apa nak?" tanya Renata kepada anak laki lakinya itu.


"Aku pengen makan steak ayam Bun..." pinta Angga.

__ADS_1


"Baiklah... kita ke mall xx aja Mas, di sana ada kok, sekalian ajak Angga main di sana" ujar Renata, dan di anggukin oleh Edo.


Edo lansung masuk ke dalam mobil duduk di kursi pengemudi, heru di samping Edo, dan Renata, Angga dan Lila duduk di belakang.


"Kapan kalian pulang ke kampung?" tanya Renata.


"Nunggu toko selesai renovasi sama lansung di isi dulu tokonya kak, takut uang di bawa pulang, kaya ngak tau aja kaka sifat mama gimana, bisa habis modal kami" kekeh Lila.


Renata hanya mengangguk tanda mengerti.


"Ayah mau ikut pulang juga?" tanya Angga sendu, dia takut berpisah dari ayahnya, sudah cukup selama ini dia terpisah dari ayah, tidak untuk kali ini lagi, walau mereka tidak bisa tinggal bersama, namun ada ayahnya di dekat Angga itu ngak jadi masalah bagi dirinya.


"Iya sayang, paling cuma lima hari, habis itu ayah langsung pulang" ucap Edo, dia tau anaknya itu takut berpisah darinya, namun dia juga rindu kepada ke dua orang tuanya, walaupun bagaimana buruknya orang tuanya, mereka tetap orang tua yang melahirkan dan juga membesarkan Edo.


"Ya sudah ayah hati hati ya, cepat pulang, jangan lama lama di kampung ya" ujar Angga.


"Iya sayang, apa Angga mau ikut sama Ayah?" tanya Edo.


"Ngak ah... Angga mau di sini aja sama Bunda?" ucap Angga..


Lama berkendaraan akhirnya mereka sampai juga di mall yang di minta sang anak, mereka lansung menuju restoran steak yang anaknya mau.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2