
"Assalamualaikum...." salam seseorang dari luar sana, tentu saja Angga dan Edo kenal suara itu, Angga langsung berlari dan menjawab salam dengan semangat.
"Wa'alaikum salam...." ucap Angga dan memeluk sang Bunda dengan erat.
Renata tersenyum melihat sang anak dan membalas pelukan anaknya itu.
"Anak Bunda sudah makan belum?" tanya Renata.
"Sudah Bun... tadi di masakin sama Ayah, oh... iya di dalam juga ada Om Heru sama Tante Lila" jawab Angga.
"Oh ya...." kaget Renata.
"Ayo kita masuk Bun..." ajak Angga dan di ikuti oleh Renata.
"Kak Renata..." panggil Heru dan Lila, dua adik Edo ini lah yang tidak ada masalah dengan Renata saat dia masih menjadi menantu di keluarga Edo itu.
"Haii... kalian apa kabar, kemana aja selama ini, abang kalian selalu mencari kalian" ucap Renata dan tersenyum hangat kepada manta adik ipar nya itu.
"Kami di kota xx kak, semenjak kakak cerai sama Abang..." jujur Lila, juga tersenyum hangat kepada mantan kakak iparnya itu.
"Tapi kalian baik baik aja kan...?" tanya Renata sedikit khawatir.
"Alhamdulillah... baik kak" sahut ke duanya.
"Syukurlah kalau gitu" ucap Renata tersenyum lega.
"Re... mau makan ngak, kami aja habis makan" tanya Edo yang datang dari arah dapur.
"Ngak Mas... makasih, aku habis makan bareng karyawan tadi" jujur Renata.
__ADS_1
Edo mengangguk tanda mengerti.
"Kalian mau balik lagi ke sana, atau menetap di sini?" tanya Renata kepada Lila.
"Mau menetap di sini aja kak, mau buka usaha di sini aja, kami sudah punya modal untuk buka usaha, walau ngak banyak" ucap Lila semangat.
"Emang mau buka usaha apa?" tanya Renata kepo.
"Rencananya buka usaha kaya gini aja, kaya abang, klau kek gini kan tiap hari laku" ucap Lila.
Renata mengangguk angguk tanda mengerti.
"Rencana mau buka di mana?" tanya Renata lagi.
"Belum tau sih kak... ini lagi mau nyari nyari tempat dulu" Heru.
"Mau mau aja sih kak... tapi sewanya pasti mahal, modal kami juga masih sedikit" keluh Lila.
"Klau tempat kalian ngak usah khawatir, kebetulan kakak, abis beli ruko di sana, orangnya butuh uang cepat, jadi kaka beli harga di bawah harga sebenarnya, kalian bisa isi ruko itu" jawab Renata.
"Serius kak?" ucap Heru memastikan, karena dia tidak menyangka orang yang sudah di sakiti sangat dalam oleh keluarga nya itu masih mau membantu mereka.
"Seriuslah... masa bohong" kekeh Renata.
Edo terharu dan menatap sendu ke arah Renata orang yang sudah dia sakiti sangat dalam itu, dengan suka rela membantu dia dan keluarganya, sungguh Edo sangat menyesal telah menyia nyiakan wanita cantik dan baik hati itu.
"Ya Allah... kak, makasih banget mau membantu kami, aku ngak nyangka hati kakak seluas ini, sudah di sakiti oleh keluarga ku sangat dalam, namun kakak masih mau membantu kami" ucap Lila terharu dan memeluk Renata dengan erat.
"Sudah lah... yang lalu biarlah berlalu, kita tatap masa depan, percuma menyimpan dendam, itu merusak hati kita sendiri" tutur Renata bijak
__ADS_1
Edo dan Heru menatap haru manta istri dan mantan kakak iparnya yang baik hati itu. entah setan apa yang membuat abangnya bisa mencampakan orang sebaik Renata ini, seandainya waktu itu dia yang berada di posisi Edo, dia tidak akan membuang Renata dan akan mempertahankan Renata ngak perduli ucapan Mamanya yang menyesatkan itu, Heru cukup tau kakak iparnya itu memang baik, tidak sombong dan pekerja keras, jadi wajar saja klau kakak iparnya itu bisa berhasil saat ini. Gadis desa yang benar benar merubah nasibnya di rantau orang, walau rumah tangganya tak sebaik nasib keuangannya saat ini.
"Kak....tapi, kami ngak mau toko itu kakak pinjamkan secara cuma cuma" seru Heru.
Renata tersenyum mendengar ucapan mantan adik iparnya itu.
"Klau gitu, kita bagi hasil saja kaya abang mu ini" ucap Renata.
"Deal... aku mau, ini tidak buruk" jawab kompak Heru dan Lila penuh semangat.
"Jadi kapan kita melihat tempatnya, aku ngak mau lama lama kak, takut uang nya berkurang" tutur Lila.
"Besok juga boleh, kakak besok ada waktu luang dan kebetulan Angga juga libur, sekalian ajak dia main" ujar Renata.
"Yeee... asiiikkk... jalan jalan!" teriak heboh anak kecil itu.
Membuat Bunda Ayah dan yang lain terkekeh.
"Ya sudah, klau gitu kakak pulang dulu, kalian main lah ke rumah kakak" ucap Zahra.
"Iya kak, nanti kami mampir ke rumah kakak" Lila.
"Ayo dek, pulang?!" ajak Renata kepada sang anak.
"Angga main di sini dulu Bun... mau main sama tante sama om" pintanya.
"Ya sudah... Bunda pulang dulu ya..." Renata membelai kepala sang anak.
Bersambung....
__ADS_1