Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 35


__ADS_3

Senyum Renata mengembang sempurna setelah menerima putusan hakim, ketuk palu perpisahan sudah terdengar walau beberapa waktu lalu untuk perceraiannya banyak kendala dan masalah yang di buat oleh mantan mertuanya itu, akhirnya Renata bisa tersenyum puas dengan berbagai bukti yang di perlihatkan oleh team Renata, Renata bisa lepas dari suaminya, walau dalam ke adaan hamil.


Edo sangat menyesal dengan perbutannya apa lagi melihat Renata yang semakin kinclong dan badan berisi karena hamil, tidak membuat kecantikan Renata memudar.


"Maaf sudah membuat kamu terluka dan menderita" ucap Edo mendatangi Renata saat keluar dari ruang pengadilan agama itu.


"Iya... sudah aku maaf kan" ucap Renata santai dan senyum tanpa beban nya.


Bukan itu yang mantan mertuanya harapkan, dia datang ke pengadilan ingin melihat Renata meraung dan bersimpuh memohon agar tidak di ceraikan oleh Edo, namun semua hanya hayalan semata, justru Renata dan keluarganya malah tersenyum puas.


Renata di temani oleh Paman, Bibi, Ayah dan Ibunya, tak ada raut kesedihan yang terpencar dari kelurga Renata, malah senyum kelegaan yang di lihat oleh Edo dan keluarganya, karena Renata lepas dari tangannya.


Malah keluarga Edo meradang saat melihat keluarga Renata mengucap syukur saat ketuk palu berbunyi.

__ADS_1


"Sial... bukan begini maksudnya, kenapa dia malah tersenyum bukan menangis sih...!!" kesal mama Edo itu.


"Mimpi mama terlalu jauh untuk membuat kak Renata jatuh, itu tidak akan mungkin ma... mama ngak lihat, bahkan seluruh keluarganya datang untuk memberi dukungan sama kak Renata, apa kak Renata menyesal berpisah dengan bang Edo, tidak ma... lihat senyum kak Renata saat ketuk palu" gumam Lila di dekat mama nya, yang menatap benci Renata.


Renata datang memakai Dress selutut berwarna dusty dan memakai make up tipis dan lipstik berwarna nude, membuat Renata semangkin cantik.


"Apa mama pikir kak Renata akan meraung seperti istri istri abang yang mama pilihkan dulu, tentu saja tidak, asal mama tau kak Renata itu punya toko pakaian, toko sembako dan rumah pribadi dan aku dengar juga kak Renata baru satu minggu ini baru naik jabatan di PT" oceh Lila di kuping mama, yang mana membuat mamanya melotot kaget mendengar ucapan anaknya itu.


"Kenapa kamu tidak bilang kalau dia kaya!" kesal mamanya.


"Kamu tau darimana klau Renata itu kaya?" penasaran mamanya semangkin menjadi jadi


"Aku tau, saat kak Renata ketahuan hamil, aku ingin mencari dia ke rumah bibinya, ternyata kak Renata lagi bahas Toko dan rumahnya yang lagi di bangun" ucap Lila.

__ADS_1


"Dasar anak bodoh, hal seperti itu kamu ngak kasih tau mama, seharusnya kamu kasih tau, itu bisa di jadikan harta gono gini!" kesal mamanya mempelototi Lila.


"Karena aku tau isi kepala mama, makanya aku ngak kasih tau, siapa mama yang menginginkan harta orang lain, dia saja tidak tau siang tidak tau malam untuk mendapatkan semua kekayaannya, dan mama yang baru datang tidak berapa lama sudah ingin menguasai harta orang" desis Lila.


"Dasar anak kurang ajar kamu ya... selalu menentang mama, ingat kamu, kamu itu mama yang lahirin, seharusnya kamu berbakti kepada mama, bukan malah melawan, lihat Rani selalu menurut sama mama!" marah mama Edo itu.


Lila tersenyum sinis kepada mamanya, bakti ku tidak akan pernah bisa mama lihat seberapa pun aku memberi uang kepada mama, seberapa pun aku membantu keuangan keluarga kita, ngak akan pernah mama akui, karena aku tidak perna bisa mama suruh suruh seperti Rani ma, karena aku takut dosa dan aku takut karma"


"Jangan pernah bicara masalah dosa dan karma Lila, karma itu akan perna ada buat mama, mama tidak percaya itu!!" marah mamanya.


Lila pergi meninggalkan mamanya, dari pada ribut yang tidak akan pernah berkesudahan.


"Haii... jangan pergi kamu Lila, mama belum selesai!!" teriak mamanya.

__ADS_1


Namun Lila tidak perduli, dia pergi dari sana, hatinya sakit melihat keluarganya seperti itu, mama dan papanya yang tidak bisa di bilangin dan kakak kakaknya yang salah jalan, sungguh Lila ingin menjauh dari keluarganya itu, namun dia takut meninggalkan adik laki lakinya di rumah itu, takut adiknya ikut terjerumus seperti kedua kakaknya.


Bersambung....


__ADS_2