
"Bang Edo...!" Panggil seorang wanita di depan toko Edo dengan mata yang berkaca kaca, dan seorang laki laki berdiri di samping wanita itu juga menatap Edo sendu.
"Ya ampun... Lila... Heru... kalian kemana aja? abang sudah mencari kalian kemana mana!" omel Edo sambil memeluk ke dua adiknya.
"Maaf kan kami kak... kami pergi dari rumah, kami tidak sanggup dengan kelakuan kalian saat itu, jadi kami memutuskan pergi dari rumah" ucap Lila serak.
"Iya... abang tidak menyalahkan kalian, itu juga kesalahan abang juga kok" ucap Edo.
"Kalian tau dari mana abang ada di sini?" tanya Edo penasaran dengan ke dua adiknya.
"Kami kemarena pergi ke rumah Kak Seli tapi kata tetangga Mama, papa dan Kan Rani sudah pindah ke luar kota, dan kami di suruh mencari abang ke sini" tutur Heru.
"Iya... mereka sudah pindah satu tahun lalu ke kampung, Papa ingin berubah dan membawa mama pindah ke sana, Rani juga ikut pindah ke sana, katanya dia sudah tidak ingin tinggal lagi di sini, dia ingin berubah jadi orang yang lebih baik lagi di sana" ucap Edo.
"Apa mama mau pindah ke sana?" tanya Lila.
"Awalnya ngak mau, dan beberapa bulan di sana juga mama masih begitu aja, namun sekarang sudah berubah kata Rani dan abang juga sering telpon mereka.
"Syukurlah kalau gitu..." ucap Heru bernafas lega.
"Trus Kak Rani pindah ke sana sama suaminya juga bang?" tanya Lila setahunya Rani sudah menikah.
"Ngak, Rani sudah pisah sama suaminya, dia tidak tahan dengan perlakuan suami dan istri istri juragan itu dan kadang anak anak juragan itu juga melakukan hal tak senonoh kepada Rani" ucap Edo sendu.
__ADS_1
"Ya allah..." gumam Lila dan Heru. dia tidak menyangka Rani akan hidup seperti itu.
"Mungkin semua karma buat kami, yang selama ini semena mena kepada anak gadis orang" ucap Edo.
"Sudah lah... sekarang yang penting abang sudah berubah, dan jangan lagi menyakiti hati orang lain" tutur Edo.
"Iya... In Syaa Allah ngak akan lagi" ucap Edo tersenyum miris, menyesali semua perbuatan nya dulu.
"Ooh... iya mari masuk, malah ngobrol di sini" ajak Edo mengajak sang adik masuk ke dalam toko yang juga tempat tinggalnya itu.
"Loh... kok ini banyak mainan anak laki laki, abang sudah nikah lagi?" tanya Lila.
"Itu mainan anak abang, namanya Angga, anak abang sama Renata, dan abang ngak nikah lagi kok" ucap Edo.
"Hah... benarkah, pasti dia sudah besar sekarang, dan dia mirip siapa bang?" tanya Lila antusias.
"Hahaha... itu dia mungkin marah, karena dulu abang ngak mau sama anak abang, jadi dia ngak mau mirip sama abang" ledek Heru.
"Iya bisa jadi, eh... tapi sekarang dia sayang banget sama abang" ucap Edo bangga.
"Emang kak Rena, ngizinin anak abang ke sini?" tanya Heru.
"Ngizinin lah, bahkan usaha abang ini dari orang tua Rena, dan toko ini kan milik Rena" jujur Edo.
__ADS_1
"Apa keluarga Kak Rena ngak marah sama abang, setelah apa yang abang lakuin kepada anaknya?" tanya Rani penasaran.
"Awalnya iya, namun melihat perjuangan abang dan abang sudah berubah jadi mereka memaafkan abang dan Mengizinkan abang tinggal dekat sama anak abang" ucap Edo.
"Keluarga kak Rena orang baik semua ya bang, coba keluarga orang lain, pasti abang sudah babak belur di buat mereka" ucap Rani.
"Benar apa yang kamu bilang dek" ucap Edo.
"Ah... aku ngak sabar ingin melihat Angga" seru Rani.
"Sebentar lagi dia pulang sekolah kok" ucap Edo.
"Kok abang tau?" tanya Rani lagi.
"Ya iya lah tau, kan abang gantian sama Rena antar jemput Angga" Edo.
"Oh...." Rani dan Heru ber Ooo ria.
"Kalian mau makan apa? abang mau beli makan di warung padang sana buat kalian" tanya Edo.
"Nanti aja lah bang, kami belum lapar, nanti kita makan bareng ponakan ku aja" sahut Heru.
"Baik lah, klau itu mau kalian, abang tinggal sebentar ya, abang mau jemput Angga dulu" ucap Edo.
__ADS_1
Edo berjalan ke luar toko dan menaiki motornya untuk menjemput sang anak.
Bersambung....