
Aagghkkkk sial.... gara gara mama ni... jadi Rena minta cerai sama aku" marah Edo.
Sebenarnya dia mencintai Rena, namun karena tuntutan dari mamanya dan karena dia tidak ingin uangnya selalu di minta sang mama melulu jadi lah dia mengikuti permintaan papa dan mamanya pacaran lagi sama anak sahabat papanya yang kelihatan lebih kaya dari Rena dan terbukti Edo beberapa kali jalan sama dia, selalu di kasih uang dan orang tuanya juga dapat jatah dari perempuan itu.
"Sudah lah... Do, kenapa juga kamu marah, biasanya kamu cerai ngak kayak gini, santai aja, kenapa sekarang uring uringan, kan kamu sudah dapat gantinya" celetuk Mama ngak ada akhlak itu.
"Ma... aku benar benar mencintai Rena, tapi mama ngak mau tau sama sekali, mama hanya mementingkan gaya hidup mama itu, dan mengorbankan aku anak mama" kesal Edo.
"Halah... paling juga dia minta balik, kayak mantan istri kamu yang sudah sudah, sudah di talak tetap pengen sama kamu" ketus sang Mama tak berperasaan.
"Aku ngak mau cerai sama Rena Ma..." ucap Edo frustasi.
Dikira Edo tadinya Renata akan sama dengan wanita yang pernah dia kencani dan dia nikahi, saat Edo ancam akan menurut, dan memberikan apa yang Edo dan mamanya minta, ternyata tidak dengan Renata, dia memilih bercerai dari Edo, bahkan Edo di usir dari kontrakannya, biasanya Edo yang mengusir kini terbalik dia yang di usir oleh istrinya itu.
"Halah... ngak mungkin lah dia mau cerai sama kamu, lagian dia punya anak dari kamu, mana mungkin dia akan berani bercerai" oceh Mama Edo itu.
Mengingat anak di kandungan sang istri, hati Edo berdenyut nyeri mengingat kata kata yabg dia lontarkan kepada calon buah hatinya itu.
__ADS_1
"Ahh... tau ah... aku pusing" kesal Edo dan berlalu masuk ke kamarnya.
Di tempat lain....
Rena sudah sampai di rumah bibinya.
"Ya ampun ada apa ini, kenapa kayak orang pindahan, kenapa bawa barang banyak banget" oceh Bi Darmi.
"Nanti ceritanya ya bu, sekarang bantu bapak masukin perabotan Renata ke kontrakan kita yang masih kosong, klau di tarok di sini, bapak ngak yakin akan muat"
"Ya ampun... Bu, Kan sudah bapak bilang. nanti bicaranya, sekarang kita turunin dulu perabotannya, setelah rapi baru bapak jawab pertanyaan ibu" gemes Pak Diman.
Renata jadi terkekeh melihat perdebatan paman dan bibinya itu.
Bu Darmi hanya cemberut saja, namun tetap berjalan, mengambil kan kunci kontrakan yang tidak jauh dari rumahnya itu, yang kebetulan baru dua hari indahnya.
"Kamu istirahat saja di dalam ya Ta... nanti kamu ke lelahan klau ikut kerja, kasian anak kamu" ucap Pak Diman.
__ADS_1
Renata hanya menurut, karena memang badannya berasa lemas dan pusing, tadi belum sempat sarapan malah ke buru muntah, dan ke rumah sakit, pulang pulang malah perang sama mertua dan suaminya.
"Ya sudah Rena mau makan saja ya..." keluh Renata.
Di anggukin oleh Pak Diman.
"Makan yang banyak biar ada tenaga dan anak kamu juga ikutan makan" kekeh pak Diman.
Renata lansung masuk mencari makan di dapur, karena perutnya memang sudah kerongongan dari tadi.
"Pantas saja lapar, ternyata aku belum makan dari pagi" kekeh Renata menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.
Renata makan dengan lahap tanpa memikirkan masalah yang sedang dia hadapi.
Bersambung...
Jangan lupa like komenan dan vote ya....
__ADS_1