Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 129


__ADS_3

"Do...." panggil Ayah mertuanya yang ngos ngosan datang bersama Pak Diman, setelah di hubungi oleh Edo tadi.


"Kenapa Renata bisa pingsan?" tanya Ayah Renata dengan paniknya.


"Tadi habis periksa kami lagi nunggu obatnya Renata, tiba tiba ada mantan istri saya yang menegur saya Yah, saya kaget melihat mantan istri saya, sampai saya bengong ngak menyangka bertemu dengan dia lagi, tapi dia juga lagi hamil besar juga, dia datang sendirian, Renata pikir mantan istri saya itu hamil anak saya, jadi pikirannya sudah kemana mana, tiba tiba dia pingsan" ujar Edo lirih.


Ayah Renata dan Pak Diman hanya bisa menghembuskan nafas kasar, dia ngak bisa menyalahkan menantunya itu, dia tau menantunya itu punya masa lalu buruk, suatu saat pasti akan bertemu dengan masa lalunya itu, tapi ngak gini juga cara pertemuan mereka, gara gara masalah ini, Renata mungkin masih trauma dengan masa lalunya itu, pikirannya lansung jelek, akhirnya pingsan.


"Maaf kan saya Yah..." ujar Edo terisak sudah membuat istrinya sakit seperti ini, walau itu bukan dia yang salah.


"Sudahlah... mudah mudahan Renata ngak apa apa, dia mungkin cuma syok" ujar Pak Diman ikut menenangkan Edo.


Edo hanya bisa mengangguk.


Ceklek....


Pintu UGD itu terbuka dan ke luarlah dokter dari dalam sana..


"Keluarga Ibu Renata..." panggil sang Dokter.


"Saya suaminya, saya Ayahnya, saya Pamannya" ujar ke tiga orang itu spontan, dan lansung tergesa gesa menghampiri dokter. membuat dokter terkekeh dengan kelakuan tiga laki laki beda usia itu.


"Gimana ke adaan istri saya dok" tanya Edo to the point.

__ADS_1


"Alhamdulillah.... Bu Renata sudah siuman, dia hanya syok saja, jadi tidak perlu rawat inap, setelah impusan habis boleh pulang" terang dokter.


"Alhamdulillah..."ucap syukur mereka bersama.


"Kami boleh melihat Renata dok?" tanya mereka kompak.


"Boleh, tapi bergantian ya" jawab dokter.


"Baik dok, terimakasih..." kompak mereka.


Dokter mengangguk dan memberi senyum manis setelah itu berlalu dari depan UGD tersebut melanjutkan pekerjaannya lagi.


"Sayang...." ujar Edo mendekati Renata.


"Dengerin mas dulu sayang, jangan ngambek" bujuk Edo yang ngeri ngeri sedap mengelus punggung wanita pemarah itu.


"Dia itu mantan suami mas, mas sudah ngak ada apa apa lagi sama dia sayang, cuma tadi mas kaget aja ngeliat dia, karena sekian lama ngak ketemu, malah ketemu di rumah sakit" ujar Edo pelan pelan.


"Sudah lama ngak ketemu kenapa sekali ketemu malah hamil, trus itu dia hamil anak siapa!" ketus ibu hamil itu masih sensi.


"Mana mas tau itu anak siapa, emang mas ikut andil, mas cuma nanam benih di sini doang kok" ujar Edo sambil mengelus perut buncit sang istri yang masih merajuk itu.


Baru lah Renata membalikan badannya menghadap sang suami.

__ADS_1


"Mas ngak bohong kan, mas ngak ada berhubungan sama wanita lain kan selain aku" ujar Renata berkaca kaca.


"Ya Allah sayang ngak ada, sumpah demi tuhan mas hanya berhubungan sama kamu setelah beberapa tahun ini, semenjak mas menemukan kamu dan anak kita mas ngak pernah bersama wanita lagi, mas hanya ingin mengejar cinta ibu dari anak anak mas doang, cinta mati mas hanya kamu, walau mas pernah berbuat ke salahan sama kamu, tapi jujur di hati mas, dari dulu sampai sekarang hanya kamu cinta sejati mas sayang" aku Edo.


"Tadi itu aku takut kalau wanita itu hamil anak mas, dan aku akan hamil untuk ke dua kalinya tanpa suami, membesarkan anak sendirian lagi, aku takut mas hiks... hiks..." ujar Renata sambil menangis pilu, sekuat kuatnya dia selama ini, pasti tetap rapuh.


"Maaf, maafin mas sayang, gara gara mas yang bodoh ini kamu jadi menderita" ujar Edo dengan rasa bersalah yang teramat dalam, dia memeluk tubuh istrinya itu dengan erat.


"Mas ih... jangan kencang kencang sesak tau, nanti aku pingsan lagi loh" sewot Renata.


"Astaga... Iya iya maaf sayang" ujar Edo kaget dan melepaskan pelukannya.


"Trus mana mantan mas itu?" tanya Renata lagi.


"Mana mas tau dia kemana, mas dari tadi panik mikirin kamu, mana sempat tanya tang dia" ujar Edo memang itu adanya.


Renata mengangguk tanda mengerti.


"Ya sudah mas mau ke luar dulu, ada Ayah sama Paman di depan" ujar Edo memberi tau sang istri.


"Ya ampun mereka jadi tau aku masuk UGD pasti mereka panik banget" ujar Renata tidak enak hati, sudah membuat keluarganya khawatir.


"Habis gimana lagi sayang, kamu pingsan, mas takut kamu kenapa napa, makanya mas telpon Ayah, biar bisa bantu mas, mas udah ngak bisa mikir tadi, yang ke ingat cuma ayah, tadi kebetulan Ayah lagi di tempat paman ya sudah lansung dua duanya ke sini" jawab Edo.

__ADS_1


__ADS_2