Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 18


__ADS_3

Pagi harinya Renata benar benar tidak ikut membantu mertuanya di dapur, dia memilih beberes rumah yang entah lah, di katakan tempat sampah, tapi ini isi semuanya manusia.


Punya perawan dua dan di tambah satu Ibu mertuanya, tapi rumah kok ya luar biasa kotornya, namun klau bergaya jangan di tanya, istri presiden kalah gaya.


Renata pusing memulai kerja dari mana dulunya, akhirnya dia memulai dari sudut ruang tengah di bupet tempat penyimpanan perabotan itu, sudah berganti fungsi menjadi tempat sampah bekas kapas dan tisu sisa sisa make up di sana.


beralih ke sofa penuh dengan gunungan kain habis di cuci namun di biarkan saja di atas sofa itu.


Akhirnya Rena melipat pakaian itu walau tidak tau siapa yang punya dan menaroknya di atas meja yang di senderkan ke dinding agar kain tidak jatuh dari susunannya.


Rena merapikan rumah sampai bercucuran keringat dan me ngepel lantai rumah yang air bekas pelannya yang luar bias hitamnya.


"Ya allah kok ada ya orang jorok kayak gini ya" gumam Rena, yang berdiri terpaku di samping rumah itu, lelah habis me ngepel rumah yang lumayan besarnya.


Sementara yang lain masih enak tidur di bawah selimut tebal mereka, entah akan bangun jam berapa rena tidak perduli


"Haii... warga baru ya?" tanya anak sepantara Rena yang sedang berdiri di samping rumah mertua rena itu.


"He.. iya, baru kemaren di sini mbak" jawab rena setengah kaget.


gadis itu terkekeh melihat wajah kaget Rena.


"Maaf ngagetin kamu" ucap nya.


"Ngak pa apa mbak" cengir Renata.


"Kenalin, aku Devi, namu mu siapa?" tanya Devi.

__ADS_1


"Aku Renata mbak"


"Jangan panggil mbak deh, kayaknya kita sepantaran" Devi.


"Ah... iya Dev" sahut Renata nyengir.


"Nanti klau sudah rapi, main di rumah aku ya, itu rumah aku" tunjuk rumah yang ada di samping rumah mertua Rena.


"Iya Dev, klau gitu aku masuk dulu ya" ucap Renata.


Saat masuk ternyata papa mertua sudah duduk anteng di depan rumah sambil merokok, jangan lupa abu rokok di buang sembarangan di sana, padahal Rena baru ngepel teras itu, belum hilang capeknya tapi sudah di kotori tanpa perasaan.


"Pa... ini ada asbak" ucap Rena memberikan asbak ke depan sang mertua.


"Hmm..." jawabnya cuma begitu.


Renata berlalu ke kamar dan melihat Edo yang masih nyenyak tidur.


"Bang... bangun sudah siang ini" panggil Rena.


"Hmmm.. jawab Edo, yang semakin erat memeluk guling"


"Bang..." tarik Renata.


"Apa sih... sudah sana aja, abang masih ngantuk" omel Edo.


Hati Rena kesal minta ampun dengan suami nya itu.

__ADS_1


"Ya Allah.. ternyata begini ya sifatnya, aku baru tau buruknya, kiraan bakal baik kayak pacaran, ternyata ngak" gerutu Renata.


Renata keluar membawa cucian baju Edo yang menggunug dan merendam dulu sebelum dia mencucinya.


"Mah... klau nyuci di mana!" tanya Reneta sama sang mertua.


"Ohh.. itu di belakang" jawab mama mertuanya.


Pas Rena membuka pintu belaka, La Illahailallah, luar biasa beratantakannya, bekas air cucian yang tidak di buang dalam bascom. penggorengan entah dari kapan di rendam hingga mengeluarkan bau tidak sedap, ya sudah lah ngak perlu di ceritakan bikin stres.


Selesai merendam pakaian Renata merapikan tempat cucian yang lumayan besar itu sampai bersih.


"Kamu nyuci banyak amat" tanya mama mertua.


"Iya mah, baju bang Edo semua, baju aku cuma dua stell" jawab Rena menunjuk dua ember yang berisi rendaman kain.


"Ohh... iya mama sengaja ngak nyuci baju Edo sudah dua minggu, kan Edo mau punya istri jadi biar istrinya aja yang nyuci, mama kan capek sudah tua, klau nyuci baju Edo" ucap Mama mertua berlalu dari sana, setelah ngomong begitu.


Renata di buat melotot mendengar pengakuan mertuanya itu.


"Ya ampun dua minggu ngak di cuci dan sengaja nunggu istrinya nyuci baju, dua hari sih masih wajar, ini dua minggu, Astaga.. mertua luar biasa, uang anaknya di rampas semua, tapi pakaian anaknya ngak di cuciin" Renata hanya bergumam melihat ke pergian Mama mertuanya itu.


Bersambung...


Haii... jangan lupa like komen dan vote ya...


Terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2