
"Mau gue... mulai sekarang jangan harap loe minta uang buat jatah anak loe itu, karena gue ngak mengharapkan anak itu hadir, dan mulai sekarang jangan atur atur hidup gue, apa pun yang gue lakuin itu terserah gue, mau gue pulang atau ngak, ngak usah loe telpon telpon dan jangan tanya berapa gaji gue, loe ngak berhak atas gaji gue, orang tua gue yang berhak semuanya, loe mau apa pun beli sama uang loe sendiri"
"Kok gitu, aku ini masih sah istri kamu loh bang..." saut Renata tak habis pikir.
"Iya sekarang loe masih istri gue, tapi ngak klau loe mempertahankan janin itu, klau loe masih mau hidup sama gue, loe gugurin anak itu, baru loe seutuhnya istri gue, dan satu lagi gaji loe kasih ke mama gue, klau loe mau ayo.. kita masih bisa hidup bersama, klau ngak ya... urus aja hidup loe sendiri" Edo memberi pilihan.
Dan jangan tanya wajah mama mertuanya lansung tersenyum sinis.
Renata lansung tersenyum kecut, mana mungkin dia akan menggurkan anak kandungnya, tidak akan dia memilih menggugurkan anaknya, lebih baik dia kehilangan laki laki tidak di untung itu dan keluarga parasit itu, dan tidak akan sudi dia memberikan gajinya sama mertuanya, lebih baik dia memberikan gajinya kepada orang tua yang sudah melahirkan dan sudah berjuang menyekolahkan dan membesarkannya dari pada harus memberikan kepada orang yang dia jadikan keluarga beberapa bulan ini.
"Aku memilih mempertahankan anak ini, dan silahkan lakukan kemauan mu bang, dan aku ngak akan mengikuti kemauan kamu" ucap Renata.
Tentu saja Edo kaget, bukan ini maunya, dia ingin Renata mengikuti semua ke inginannya, dan dia ngak capek capek lagi memenuhi permintaan orang tuanya, biar Renata yang menanggung biaya orang tuanya dan dia bisa memakai gajinya sendiri tanpa ada yang mengganggu gugat satu orang pun.
__ADS_1
"Dek... bukan gitu maksud abang, kita bisa punya anak nanti nanti tidak dengan sekarang" bujuk Edo melunak.
"Ngak bang... silahkan kamu dengan pendirian kamu, aku ngak mau, dan satu lagi aku ngak akan mau memberikan gaji aku sama orang tua kamu, lebih baik aku memberikan gajiku kepada orang tua aku" ucap Renata tegas.
"Kamu akan menyesal menolak permintaan anak saya, dan klau kamu bercerai dengan anak saya, siapa yang mau sama kamu, secara kamu janda dan punya anak, lebih baik kamu gugurkan saja janin itu dan hidup sama anak saya" ucap mertua Renata.
"Tidak akan saya menyesal bercerai dengan anak ibu, dan tidak akan pernah saya menggugurkan anak saya, silahkan bawa anak ibu, saya tidak akan sudi memberikan uang saya untuk ibu, silahkan ibu nikahkan anak ibu sama wanita lain, yang kaya dari saya, dan mau menanggung hidup keluarga ibu, semoga ada wanita bodoh mau sama anak ibu" ucap Renata lantang.
"Dasar wanita sombong kamu, anak saya ini ganteng banyak yang mau sama dia, emang kamu pikir setelah menjadi duda anak saya tidak akan laku, pasti cepat laku anak saya" sombong Mama Edo itu.
"Jaga ucapan loe Renata, klau ngak mau ya sudah, jangan loe hina gue, dan jangan pernah berkata kasar sama Mama gue, klau loe ngak mau nurutin permintaan gue, tunggu aja surat cerai dari gue!" marah Edo, dia merasa terhina dengan ucapan Renata itu.
"Ya sudah... gue tunggu surat cerai dari loe, dan silahkan bawa baju loe dari sini, ingat cuma baju, karena isi kontrakan ini aku yang beli pake uang aku!" tegas Renata.
__ADS_1
"Loh... ngak bisa gitu dong, kamu kan sudah hidup sama anak saya selama beberapa bulan ini, sudah ngerasa enak anak saya, jadi separoh barang di kontrakan ini punya anak saya" Mama Rido tidak tau malu.
"Ncek... tau malu dikit bu, jangan serakah jadi manusia, sudah bau tanah masih suka sama harta orang lain" sungut Renata.
"Sudah Ma... Kita pergi, ngak usah minta minta sama perempuan belagu itu, dua jam lagi pasti sudah nyari Edo kok, dan selama dia ngak mau menggugurkan anak sialan itu Edo ngak akan mau balikan sama dia, dan dia harus berjanji akan memberikan gaji dia buat mama" celetuk Edo.
"Apa kamu bilang...!!"
Tiba tiba ada orang masuk ke dalam kontrakan itu dengan suara menggema.
Membuat yang di dalam kaget, dan Edo lansung pucat pasi.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote...
"Terimakasih...."