Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 24


__ADS_3

Seminggu berlalu. Edo benar benar menepati janjinya kepada sang istri, dia sudah menyewa rumah kontrakan untuk mereka tinggal berdua.


Dan sekarang dia sedang membantu Renata membereskan barang barang yang akan mereka bawa ke rumah kontrakan baru mereka, memang tidak banyak hanya pakaian mereka saja, karena perabotan mereka belum membelinya.


"Kamu benara mau pindah Do?" tanya Mama Edo.


"Iya Mah...?!" jawab Edo.


"Kenapa sih... harus pindah segala, enakan kita kumpul bersama, Mama maunya anak anak Mama pada kumpul semuanya" keluh Mama Edo itu.


"Edo sudah menikah Ma... Edo ingin membina rumah tangga Edo... Edo ingin mandiri, lagian Edo pindah ngak jauh kok?!" jawab Edo pelan agar tidak menyinggung perasaan Mamanya itu.


"Alah... bilang aja kamu ngak mau uang kamu mama pegang lagi!" omel Mamanya.


"Bukan gitu Mah, uang jatah Mama pasti Edo kasih, tapi ya ngak sebanyak biasanya, sekarang Edo sudah menikah, sudah ada istri yang harus Edo nafkahi" jawab Edo.


"Alah... terserah kamu mau pindah kek terserah, Mama ngak perduli, tapi jangan bawa barang dari rumah ini, termasuk perabotan di kamar ini!" sungut Mamanya.


"Loh... ngak bisa gitu dong Ma, ini Edo yang beli kok, pake uang Edo saat mau nikah, kenapa harus di tinggal, trus kami mau tidur dimaa?" kesal Edo.

__ADS_1


"Mama ngak perduli, mau tidur pake koran kek di lantai kek bodo amat, yang penting barang barang di sini jangan ada yang di bawa!!" marah Mama Edo itu.


Renata memegang tangan Edo, dan mengeglengkan kepalanya.


"Sudah... biarin aja Bang, nanti kita beli yang baru aja" ucap Renata, asal bisa keluar dari neraka ini, tidak bawa apa pun tidak masalah bagi renata.


"Tapi uang abang ngak cukup" keluh Edo frustasi.


"Nanti pake uang aku aja" Ucap Renata.


"Baik lah..." pasrah Edo.


Mereka pindah pagi itu juga, Edo dengan motornya membawa perabotan mereka dan Renata dengan motornya juga, tanpa di anter sama mertua dan iparnya.


setelahnya baru lah Renata dan Edo pergi ke toko perabot membeli ke butuhan mereka, dan ke toko elektronik.


Setelah selesai mereka lansung pulang dan menunggu barang barang datang.


"Kita mulai hidup baru di sini ya dek" ucap Edo mengelus rambut sang istri.

__ADS_1


"Iya..." ucap Renata sambil mengulas senyum manisnya.


Edo melihat kepada sang istri, tubuh istrinya sedikit kurus dari sebelum mereka menikah, ada rasa menyesal pada diri Edo telah membawa Renata tinggal di rumahnya, namun bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubut, di sini dia akan merubahnya.


Tak lama perabotan yang mereka tunggu tunggu datang juga, dan lansung Edo dan Renata menata ruangan itu, sampai sore mereka berjibaku, walau lelah tapi Renata senang, hidupnya tidak di recoki oleh mertuanya lagi.


Baru juga mereka melepas lelah, Mama Edo datang, lansung mengomel.


"Baguss kamu ya Do... baru juga keluar dari rumah sudah bisa ngisi perabotan baru, punya Mama susah usang minta di tukar juga" omel Mamanya.


"Mama apa apaan sih.. kami ngak di izinin bawa apa apa, trus kami beli Mama marah marah." kesal Edo yang baru saja beristirahat.


"Mama mau ganti perabotan juga sama yang baru"


"Ini aja pake uang Renata, Edo aja gaji cukup buat makan, mana bisa beli perabotan" kesal Edo.


"Dasar anak kurang ajar kamu, orang baru masuk dalam hidup kamu sudah kamu manjain sama barang barang baru, Mama yang lahiran kamu ngak ada kamu beliin barang barang kaya gini" omel Mamanya.


"Ma... isi rumah Mama itu aku yang beli, selama ini uang gaji aku juga Mama yang pegang beli ini beli itu, aku diam Ma...." sewot Edo.

__ADS_1


Mama Edo pulang dengan wajah kesal nya. Edo menarik nafas dalam dalam menahan emosi.


Bersambung....


__ADS_2