Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 36


__ADS_3

Lima tahun berlalu kehidupan Renata dan anaknya semakin baik, tidak pernah sekalipun anaknya menanyakan siapa ayah nya, dia hidup dilimpahi banyak kasih sayang oleh keluarga Renata.


Orang tua Renata kini ikut pindah ke jakarta, tinggal di rumah Renata, adiknya juga sedang berkuliah di sini.


Renata kini semakin sukses, jadi ke percayaan di pabrik, dan dia juga masih suka membawa dagangan ke pabrik, usaha dia di toko juga semakin maju, kini Renata sedang membuat kos kosan di dekat pabrik itu, kos kosan sederhana sesuai isi kantong buruh pabrik.


Berbanding terbalik dengan kehidupan Edo, dan keluarganya, Rani sudah menikah dengan seorang juragan di kampung itu, di jadikan istri ke tiga, hidup Rani lebih parah dari Rena dulu, di jadikan pembantu oleh kedua istri juragan itu, dan uang jatah Rani suka di rampas oleh kedua madunya, suaminya ringan tangan, namu Rani tidak bisa bercerai dengan laki laki itu, karena sebagai penjamin hutang bapaknya yang kalah judi.


Edo pun sudah menikah, dulu dia semena mena kepada Renata, sekarang dia yang di jadikan babu oleh istrinya.


Karena istri Edo orang kaya raya, punya banyak usaha ruko dan kos kosan dan punya toko emas, jadi Edo tidak bisa berkutik oleh istrinya, Edo di suruh menjadi sopir anak anak wanita itu dan memasak untuk keluarganya miris bukan.


Ya Edo mendapatkan janda kaya raya, dengan anak tiga, umur mereka selisih jauh, istri Edo tua sepuluh tahun dari Edo, karena silau harta Edo menikah dengan wanita itu, berharap bisa menikmati kekayaan istrinya malah di jadikan babu.


"Pa.. nanti jemput aku di sekolah jam tiga jangan lupa bawain aku baju ganti, awas klau lupa aku aduin mama loe!!" ancam anak sambung nya itu, saat mau turun dari mobil di parkiran sekolah.

__ADS_1


"Iya iya... nanti papa bawain" ucap Edo tersenyum manis, padahal hatinya memggerutuk kesal.


"Nanti tolong cuciin ya sepatu aku, sudah pada kotor semua" ketus Anak tiri ke dua Edo.


"ok, nanti papa cuci"


"Kamar aku juga jangan lupa di bersihin, berantakan banget soalnya, tadi nyari bando ini ngak ketemu, jadi aku acak semua isi kamar?!" cengir anak perempuan berusia sepuluh tahun itu.


Edo hanya bisa mengangguk lemas mendengar semua tugas yang di berikan anak tiri nya itu.


Setelah anak tirinya menjauh dari mobil itu, Edo lansung mengumpat kesal di dalam mobil.


Setiap hari ada saja tugas yang si berikan oleh anak sambungnya itu dan klau tidak di kerjakan dia habis di amuk oleh bininya.


"Rena... maaf dulu pernah membuat kami menderita, kini abang juga menderita Re, apa ini karma dari kamu?" sesal Edo lirih di mobil.

__ADS_1


Kini dia terbayang bayang dengan para mantan istri yang pernah dia sakit.


Dreerrtt....


Dreerrrttt


"Iya haloo sayang...?!" jawab Edo telponnya


"Kamu di mana sih... mas, lama banget pulangnya, keluyuran ya, ke enakan kamu makai mobil bagus!" omel di sebrang sana.


"Ya Allah ngak sayang... ini aku sudah di jalan"


"Buruan pulang ada ibu kamu nih!!"


"Iya iya... aku jalan dulu, aku matiin ya telponnya.

__ADS_1


Edo membawa mobil nya perlahan di kawasan sekolah, soalnya masih banyak murid murid yang baru datang.


Bersambung...


__ADS_2