Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 27


__ADS_3

"Apa kamu bilang....!!" bentak seseorang di pintu masuk, membuat wajah Edo memucat.


"Heii... tidak usah bentak bentak...!" sinis Mama mertua Renata itu.


"Ternyata benar firasat saya, klau niat kamu menikahi keponakan saya tidak benar!" sinis Pak Diman yang datang tiba tiba di kontrakan Renata itu.


"Tidak benar bagaimana, sudah benar kok anak saya menikahi gadis itu, biar ngak jadi perawan tua, dan dia beruntung menikah dengan anak saya, anak saya kan tampan!!" pongah Mama mertua Renata itu.


"Beruntung apanya, keponakan saya kalian peras untuk menghidupi keluarga benalu kalian itu!!" sinis Pak Diman.


"Paman jangan suka fitnah paman, saya bisa tuntut paman dengan tuduhan paman itu!" marah Edo tidak tau malu.


"Hahaha... mau tuntut saya bagai mana, kamu pikir saya tidak ada bukti" kekeh Pak diman.


"Bukti apa? saya tidak melakukan apa apa?" tanya Edo pura pura bego.


Pak Diman lansung mengeluarkan hpnya dan memutar vidio yang telah dia ambil tadi, itu berhasil membuat Edo ciut.


"Kamu sudah benar nak?! bercerai dengan laki laki bajingan itu, paman sudah beberapa kali melihat dia bersama wanita lain, baru juga pernikahan seumur jagung tapi dia sudah berani main perempuan, apa lagi klau sudah lama menikah, klau sudah penyakit susah sembuhnya"


Deg... jantung Renata terpompa lebih kencang.


"Jadi benar kamu main perempuan di belakang aku Bang!" marah Rena.


Edo mulai tidak berkutik.


"Iya... saya dan papanya yang nyuruh, karena perempuan seperti kamu tidak bisa di andalkkan, kamu pelit buat apa anak saya bertahan sama satu perempuan, yang ngak bisa bahagiain saya, coba klau kamu nurut sama saya, gaji kamu... kamu kasih ke saya, dan kamu mau tinggal dan merapikan rumah saya, pasti saya tidak akan menyuruh Edo cari wanita lain!" oceh Mama Edo tak berperasaan.

__ADS_1


Hati Rena sakit mendengar ucapan mertuanya itu, apa dia cari menantu atau pembantu pikir Rena, namun pantang baginya untuk menangis di depan orang orang tidak berakhlak seperti mereka.


"Dasar mama mertua kejam, apa mama ngak mikir mama juga seorang perempuan dan mempunyai anak perempuan juga, apa mama ngak ingat karma itu berlaku!" ketus Renata dengan menahan sesak di dadanya.


"Jaga ucapan kamu! di dalam kamus saya tidak ada karma karmaan, tidak berlaku bagi saya!!" sinis Mama Edo itu.


"Benarkah... apa kamu tau kelakuan suami kamu di belakang kamu!" sinis Paman Diman.


"Apa maksud bapak ngomong kayak gitu, suami saya setia ngak akan mungkin berselingkuh di belakang saya, dia cinta mati sama saya!!" marah Mama Edo.


"Iya iya... saya percaya, turunan anak dari mana lagi klau bukan dari keluarga, buktinya saja anak kamu bisa selingkuh dengan perempuan yang dia cintai, apa lagi bapaknya!!" ucap Pak Diman tak kalah sinis.


"Sekarang keluar kalian dari rumah ini! saya tidak sudi melihat kalian ada di rumah saya!" sinis Renata.


"Ngak bisa gitu dong! saya mau separuh perabotan di sini buat saya!" marah mama Edo itu.


"Ngak ada bagi bagi harta dan ini bukan uang anak ibu, sekarang pergilah dari sini sebelum saya teriak!" bentak Renata.


"Sudah Ma... banyak orang malu" ujar Edo menarik mamanya.


"Awas kamu....saya akan kembali lagi ke sini, saya akan menuntut hak saya!!" teriak mama Edo, yang semakin menjauh.


Setelah kepergian Edo dan Mamanya Renata terjatuh dan menangis sejadi jadinya.


Huuaaaa... hiks.... hiks.....


Paman kok gini banget hidup Rena huu.... uu...

__ADS_1


"Sudah nak, jangan di tangisi, anggap ini suratan takdir, ingat kasihan bayi kamu kalau kamu sedih, orang hamil ngak boleh sedih" bujuk Pak Diman.


Rena masih terisak dengan nasib pernikahannya, yang baru beberapa bulan, harus kandas di tengah jalan.


"Kamu lebih baik lansung pindah ke rumah ya, Paman yakin medusa itu akan datang lagi dan mengambil paksa barang barang kamu" bujuk Pak Diman.


Renata mengangguk setuju dan berdiri untuk merapikan perabotan yang akan di angkut saat ini juga.


"Sabar ya mbak" ucap Salah seorang warga yang ikut membantu keindahan Renata.


"Iya bu... makasih sudah di bantu" ucap Renata tulus dengan mata yang masih bengkak.


"Sebenarnya ini bukan pernikahan pertama buat suami mbak, cuma mbak yang sampai di sah kan secara hukum agama dan negara, mantan istri yang lain mah hanya di ajak nikah siri aja, jadi ngak ada surat cerainya" celetuk Ibu ibu di sana.


"Ha... serius Bu... " kaget Renata, dia merasa tertipu oleh Edo.


"Benar mbak... klau ngak salah mbak yang ke tiga deh, cuma mbak yang paling cepat gerak minta pisah, yang lain mah sampai setahun, dan yang terakhir sebelum nikah sama mbak setahun lebih deh, pas baru cerai dua minggu lansung nikah lagi sama mbak" celetuknya.


"Haa... " Renata di buat terkaget kaget di sana, soalnya dia datang kerumah mereka saat pacaran ngak ada yang mencurigakan.


"Tapi... waktu saya main ke sana, ngak ada perempuan lain Bu..."


"Iya... waktu mbak di sana, istrinya di suruh pergi sama mertua mbak, sama si Rani juga"


"Iya bu... makasih infonya" ucap Renata.


"Makasih Bu... sudah pada bantuin, kami pergi dulu" ucap Rena.

__ADS_1


Pamannya berangkat mengendarai mobil sedangkan Renata membawa motornya, pamannya sudah menyuruh Rena naik mobil tapi Rena tidak mau, dan Akhirnya dia membiarkan Rena mamakai motornya sendiri, mengiringi mobil yang mengangkut perabotannya.


Bersambung....


__ADS_2