
"Mama.... apa apaan mama ini! lepasin Angga mama...!" teriak Rani yang kesal melihat mamanya menyeret Angga.
"Berhenti Ma... jangn sampai aku membenci mama selamanya cukup mama memperalat aku selama ini, lepasin anak Edo Ma...!" marah Edo melihat anaknya ketakutan di tarik oleh mamanya.
Renata yang baru datang, melihat anaknya di tarik kasar tentu saja murka, namun dia menahan diri agar bisa menyelamatkan sang anak.
"Hahaha....jangan harap kau bisa mendapatkan anak ini, biar Ibunya saja yang mengambil anaknya, klau dia mau anaknya mama balikin, dia harus kasih mama uang, enak saja dia sudah dapat anak ngak mau ngasih mama uang, jadi orang jangan terlalu pelit" dengus Bu Eni, mata hatinya benar benar sudah tertutup.
Hap....
Bu Eni lengah, Renata lansung bergerak melepaskan anaknya dari cengkraman Bu Eni.
"Haiii.... lepasin anak itu!!" marah Bu Eni.
Renata tidak perduli, dia membawa Angga pergi dari sana, tanpa mendengarkan teriakan dan makaian dari bu Eni, dia tidak mau anaknya mendengar umpatan umpatan kasar yang di lontarkan oleh Bu Eni yang sejatinya adalah nenek kandung Angga itu.
"Dasar mantan menantu pelit, ngak tau diri, maunya enaknya saja, klau bukan dari anak saya, kamu ngak bakal punya anak!" maki bu Eni.
__ADS_1
"Mama apa apaan mama, pergi mama dari sini, aku ngak mau lihat mama lagi!" marah Edo, sakit sungguh sakit hatinya melihat kelakuan sang mama.
"Apa kamu bilang... pergi dari sini, jangan harap saya akan pergi klau kau tak memberi saya uang, saya tidak akan pergi dari sini!" kekeh Bu Eni.
Edo masuk ke dalam tokonya dan mengambil segepok uang puluhan ribu, dan memberikan uang itu kepada mamanya.
"Ini ambilah lah, dan pergi dari sini, jangan pernah datang lagi mama ke sini" usir Edo, sakit memang hatinya mengusir perempuan yang telah melahirkan nya itu, namun bagai mana lagi, dia harus tega kepada Mamanya itu, dia tidak mau hidupnya kembali hancur, dia tidak mau lagi anak dan mantan istri yang baru dia dapatkan kembali hilang dia ngak mau, dia ingin berubah menjadi orang yang lebih baik lagi.
"Nah... gitu dong, dari tadi kek, kan ngak harus marah marah, oh... klau untuk tidak datang ke sini, itu tidak mungkin, klau uangnya habis pasti lah mama akan datang lagi" ucap Bu Eni acuh dan pergi meninggalkan toko Edo.
Edo hanya menatap mamanya nanar, kapan mamanya itu akan sadar, semakin tua sifatnya semakin menjadi jadi.
Pak Bandi menepuk bahu Edo dan Rani ikut mendekat ke arah Edo.
"Maafkan mama mu nak, Papa akan membawa dia pergi dari sini, papa akan membawa di ke luar kota, agar dia tidak mengganggu kamu lagi, kami akan pergi ke kota BT malam ini juga, jaga dirimu, dan sampaikan maaf papa sama Renata dan keluarganya" ucap Pak Bandi sendu.
"Apa... papa akan pindah ke kota BT? kenapa jauh sekali?" kaget Edo.
__ADS_1
"Iya ngak apa apa, di situ kota kecil dan sedikit k pelosok, papa mau mendidik mama di sana, agar dia bisa berubah dan dia jauh dari teman temannya, dan jauh dari kalian, agar kalian tidak di manfaatin terus" tutur Pak Bandi.
"Abang jangan khawatir aku juga akan ikut sama papa dan mama, aku akan menjaga mereka, aku sudah ngak mau tinggal di kota ini, aku malu, aku ingin berubah lebih baik lagi seperti abang" ucap Rani sendu, memang Rani sudah menyesali pembuatannya juga dan cara berpakaiannya juga sudah tertutup, dia juga malu hidup di kota ini selalu menjadi bahan gunjingan tetangga, dia ingin tinggal di tempat yang jauh, dimana tidak ada satu orang pun mengenal dirinya.
"Baiklah... kalau itu keputusan kalian, semoga di sana mama bisa berubah, dan abang minta nomor kamu, nomor yang lama sudah abang ganti, dan minta nomor rekening kamu, nanti klau ada rezeki abang akan kirim uang jajan mama dan papa, tapi tidak sekarang ya, Abang mau ganti uang yang mama bawa tadi sama yang kerjasama sama abang" tutur Edo.
"Iya Bang, masalah uang janga terlalu abang pikirin, Rani nanti sam bapak mau buka usaha juga di sana dan uang yang di mama nanti kami coba ambil dan kami kirim ke abang.
"Ngak usah, biarlah uang itu buat mama, abang sudah memberikannya sama mama tadi, abang ikhlas kok" ujar Edo menatap sendu sang adik, hidup adiknya tidak jauh beda dari dirinya.
"Do, klau bisa papa mohon, tolong cari keberadaan Lila dan Heru ya nak, papa rindu sama mereka, semoga mereka hidup baik baik saja" ucap Pak Bandi, yang memikirkan ke dua anaknya.
"Iya Pak... nanti Edo cari" ucap Edo.
"Ya sudah kami pulang dulu, nanti malam atau pagi kami berangkat ke kota BT" ucap Pak Bandi, memeluk Edo dan bergantian dengan Rani.
"Jaga diri baik baik ya dek" ucap Edo sambil memeluk sang adik, Rani hanya mengangguk dalam pelukan abangnya.
__ADS_1
Bersambung....