Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 118


__ADS_3

"Edo... Angga...." Panggil Ayah dan Ibu Renata yang baru sampai di rumah sakit.


"Nenek... Kakek...." pekik Angga lansung berlari ke arah orang tua Renata itu.


"Mama Nek hiks.... hiks..." Angga kembali menangis mengingat sang Bunda.


"Sabar ya sayang, mudah mudahan bunda baik baik aja" ujar Ayah Renata itu untuk menenangkan hati cucu semata wayang nya itu.


Padahal hati dia sendiri juga tidak tenang, kenapa bisa anaknya pingsan dan sampai dia tidak tau, menyesal sudah dia menyuruh istrinya tadi mengantar makan siang ke toko gara gara banyak pembeli, dia lupa sang anak lagi sakit.


"Kok bisa Rena Pingsan Do...?" tanya Ibu mertuanya itu.


"Edo juga ngak tau persis Bu, tadi pas pulang jemput Angga sekolah kami sudah menemukan Renata tergeletak di lantai dekat kamar mandi" ujar Edo dengan perasaan hancur mengingat sang istri.


Ke dua mertuanya itu hanya mengangguk tanda mengerti, dia juga tidak bisa menyalahkan Edo, karena Edo sendiri tidak tau penyebabnya.


Ceklek....


Pintu UGD tersebut, terbuka dari dalam, dan keluar lah dokter dari dalam sana bersama seorang perawat.


Keluarga Ibu Renata..." panggil perawat terebut.

__ADS_1


"Iya....saya suaminya" ujar Edo langsung berdiri dan mendekat ke arah dokter dan perawat.


Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Edo yang tidak sabar.


"Darah Bu Renata sangat rendah dan asam lambunnya juga naik, di perkirakan Bu Renata sedang hamil, untuk lebih jelasnya Bu Renata akan di periksa di bagian obgyn, dan karena darahnya sangat Rendah di sarankan Bu Renata di rawat untuk beberapa hari" ujar Dokter tersebut.


"Baik dok, terima kasih" ujar Edo ada rasa bahagia dan juga ada rasa sedih di hatinya, bagaimana tidak istrinya sedang hamil namun dia sampai pingsan gara gara kekurangan darah, memang nafsu makan Renata akhir akhir ini sedikit buruk, di kira masuk angin ehh... malah ada calon dedeknya Angga di perut sang istri.


Setelah dokter tersebut pergi, kini terlihat dari dalam sana dua orang perawat sedang mendorong brankar sang istri keluar dari dalam UGD.


"Sayang..." Panggil Edo menghampiri sang istri yang masih pucat di atas brankar tersebut.


"Mas..." ujar Renata sambil tersenyum tipis.


Setelah sampai di ruang inap Renata dan perawat sudah ke luar, baru lah keluarga Renata mendekat ke arah Bed Renata.


"Kenapa bisa pingsan nak?" tanya sang Ibu dengan sendu.


"Tadi itu kepala Re pusing, namun Re mual pengen muntah, pas Re jalan ke kamar mandi, Re udah ngak tau lagi semuanya jadi gelap, pas sadar sadar Re udah ada di rumah sakit" tutur Renata.


"Ya allah nak, kanapa klau sakit ngak bilang ibu tadi, jadi Ibu kan ngak pergi ke toko" ujar Ayah Renata sambil mengelus kepala Renata.

__ADS_1


Ngak pa apa Yah... tadi aku baik baik aja kok saat Ibu Izin ke toko" ujar Renata menenangkan sang Ayah.


"Lain kali klau sakit ngomong sayang, dari kemaren udah mas tanyain bilangnya baik baik aja, sekarang jadi kaya gini kan, mas jadi takut sayang" ujar Edo berkaca kaca menatap sendu sang istri.


"Iya Mas... Maafin Re ya..." ujar Renata merasa bersalah, bukan Edo tidak perhatian, namun Renata lah yag tidak mau bilang klau dia kurang enak badan, klau di tanya selalu bilang baik baik saja, dia takut suaminya akan khawatir dan tidak konsentrasi bekerja, namun dia salah malah jadi seperti ini.


"Bunda cepat sehat ya... jangan sakit lagi, Angga takut lihat bunda pingsan" tutur Anak itu berkaca kaca, memandang sendu bunda tercintanya.


"Iya sayang, makasih ya sudah bantu bunda" ucap Renata memeluk sang anak.


"Ohhh... iya tadi ayah dengan kamu di suruh periksa ke bigem bigem gitu maksudnya apa ya Re... apa ada penyakit lain ya...?" cemas sang Ayah, yang hanya mendengar sayup sayup suara dokter yang menerangkan penyakit Renata tadi.


Edo terlonjak kaget yang baru ingat klau saat ini sang istri saat ini di duga sedang hamil.


"Sayang... apa di sini sudah ada adeknya Angga?" tanya Edo dengan berbinar bahagia sebentar lagi mempunyai anggota baru sesuai permintaan putranya itu.


"Semoga aja ya mas, aku sudah telat dua minggu" jawab Renata.


"Maksudnya apa sih!" kesal Ayah Renata yang sudah dari tadi penasaran, tidak ada yang menjawab pertanyaannya, malah terlihat sepasang suami istri itu sangat bahagia, padahal lagi sakit malah sempat sempatnya tersenyum bahagia.


"Hehehe... Maaf Yah... bukan bigem bigem Yah... maksudnya obgyn atau dokter kandungan, kayanya Angga mau punya adik" tutur Edo sambil terkekeh melihat wajah sewot mertuanya.

__ADS_1


"Ooo... dokter kandungan" ujar Ayah Renata manggut manggut seperti burung peliharaannya, tak lama setelah itu malah terlonjak kaget.


"Haa.... apa... HAMILLL....!"


__ADS_2