Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 46


__ADS_3

Malam hari di saat semua orang tertidur pulas begitupun dengan Seli, dia tidur di kamar bekas dia dan Edo dulu.


Pak Bandi yang sedang uring uringan ingin menganjak sang mantan menantu ber hiya hiya tidak bisa, karena dari tadi mama Eni terus saja menempelinya, hingga tidurpun tangan Pak Bandi tidak di lepaskan oleng istri Mama Eni.


"Sial... ini bini, ngak bisa apa lepasin saya sebentar saja, kan perkutut saya dari tadi pengen nyari sarang, dia malah kayak lem lagi" Pak Bandi jadi mendesah kesal, secara istrinya itu seolah tau suaminya akan kabur, Pak Bandi bergerak sedikit saja lansung mengeratkan pelukannya.


Di tempat lain di rumah istrinya Edo, Edo sedang mendapat hukuman dari sang istri, ulah anak tirinya yang mengadu tadi sore.


Edo di suruh tidur di ruang tamu, tanpa ada selimut, sungguh malang nasib Edo, mana di jadi kan babu, kini pun tidur di ruang tamu.


Sementara itu anak tirinya cikikikan saat melihat Papa tiri mereka tidur di sofa tanpa selimut, setelah puas melihat penderitaan papa tiri mereka, mereka lansung pergi ke kamar masing masing.


"Rasain... dapat hukuman dari mama!" kekeh anak bungsung itu.


"Lagian ke ganjenan mata ngak bisa di jaga, ya kali ngeliatin ibu ibu yang bawa anak sampai tidak berkedip kan ngeselin!" berutu yang tengah.


"Sudah sudah ayo tidur, nanti kesiangan, jadi telat berangkat sekolah" lerai yang pertama dan membawa adik adiknya menuju kamar tidur masing masing.


Edo lelaki itu begitu apes tidak bisa tidur karena banyak nyamuk dan dan cuaca dingin, dengan begitu teganya sang istri menyuruh dia tidur di ruang tamu, tanpa di kasih selimut.


Puk...

__ADS_1


Puk....


puk...


Edo menepuk nepuk tangan, untuk membunuh nyamuk yang ngang ngeng ngang ngeng di kupingnya.


"Astaga... gue benar benar ngak bisa tidur ini?!" keluh Edo menyedihkan.


Edo akhirnya berdiri mengetok ngetok pintu kamar sang istri yang terkunci dari dalam.


Tok...


Tok...


Tok..


Tok...


"Yang... tolong buka pintu yang, masa tega sih... sama suami sendiri, banyak nyamuk yang, mana dingin ngak ada selimut yang... nanti klau aku sakit anak anak berangkat sekolah sama siapa yang?!" Edo memelas sama sang istri tua nan kejam itu.


Mendengar nama anak anaknya, sang istri tua, jadi kepikiran, klau suami kerenya sakit siapa yang ngurus anak anak, dan sarapan mereka, secara pembantu baru kemaren minta cuti, ya kali dia mau masak subuh subuh untuk anak anaknya, mendingan bergelung di bawah selimut.

__ADS_1


Ceklek...


Menampakan wajah istri tua yang masih memberengut kesal memandangnya.


Edo lansung memberi senyum manisnya, agar si istri membiarkan dirinya tidur di dalam kamar.


"Boleh tidur di dalam kamar ya yang..." rayu Edo.


"Baik lah... tapi tidur di sofa, aku ngak mau tidur sama kamu, dan satu lagi, besok pagi siapin sarapan anak anak, bangun jam empat biar ngak telat" oceh istri tua itu.


"Iya... baik lah..." ucap Edo lesu, tidur di sofa tidak jadi masalah buat Edo, yang penting di dalam kamar, dari pada di luar darahnya di gondolin sama nyamuk, namun yang jadi masalah, di suruh bangun jam 4 subuh, sementara sekarang sudah jam 3 Dini hari.


Astaga istrinya itu benar benar kejam, lebih kejam dari mak tiri.


"Kenapa begitu jawabnya, keberatan, ya sudah balik lagi keluar sana!!" usir istri Edo.


"Iya... iya, besok aku bangun jam 4, jadi tolong, kasih aku masuk" melas Edo.


Akhirnya Edo bisa tidur di dalam kamar walau hanya satu jam.


Bersambung....

__ADS_1


jangan lupa saweranya ya sayang ku....


__ADS_2