
Setelah puas berhiya hiya dan Pak Bambang terkapar, Si mantan menantu tersenyum sinis, "puas puas lah dulu, sebelum aku merampas hak ku kembali"
Lalu dia berjalan ke arah kamar mandi, untuk membersihkan tubuh.
"Aku akan kembali mengambil hak ku yang kalian ambil, aku tidak sudi rumahku kalian tempati, aku akan menyingkirkan kalian" gumam Seli di bawah guyuran air sower.
"Aku memang kotor, aku memeng pernah masuk ke dunia malam, karena kalian tidak tau apa yang aku rasakan, apa yang terjadi denganku kalian tidak tau, dengan susah payah aku membangun rumahku dengan tidak tau malunya kalian kuasai, aku akan tetap berada di sisimu sampai aku mendapatkan kembali hak ku, tunggulah sampai saat itu tiba"
"Aku bersyukur dengan Renata lepas dari manusia manusia bejat itu, sebelum hartanya di rampas oleh manusia manusia bejat itu"
Tok...
Tok...
Sayang... apa kau masih di dalam?" terdengar ketukan pintu kamar mandi itu.
Membuat lamunan seli buyar.
"Ya sayang... tunggu sebentar, aku lagi sakit perut" teriak Seli dari dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Hiisss.. kenapa dia sudah bangun sih" kesal seli dan buru buru menyelesaikan mandinya.
Ceklek...
"Kenapa kau tidak mengajak ku mandi" rajuk bandot tua itu.
"Maaf sayang.. tadi aku sedang sakit perut jadi aku buru buru, tidak sempat membangunkan papa" ucap seli dengan senyum manisnya dan tak lupa kelingan manjanya.
"Baik lah... aku mengerti untuk kali ini, tapi tidak untuk lain kali, bangunkan aku apa pun terjadi, pokoknya kita harus mandi bareng" tegas Pak Bambang.
"Baiklah... baiklah... maafkan aku, sekarang mandilah, aku akan menunggu papa di sini" ucap manja Seli.
Tak selang lama Pak Bambang selesai mandi, dan memakai bajunya.
"Pa... aku tinggal di rumah ya..." rengek Seli memulai misinya.
"Haa... kenapa..?" tanya Pak Bambang bingung.
"Aku sudah malas tinggal di sini, aku ingin tinggal sama papa, walau kita tidak satu kamar, yang penting kita tidak berpisah, dan kita bisa melakukan itu, klau mama sudah tidur" rayu Seli.
__ADS_1
Pak Bambang berpikir sejenak.
"Ya udah deh... klau papa ngak mau, aku akan tinggal sama mas boy aja, dia lebih muda dari papa, bahkan dia mau menikahi aku loh... ya udah papa pulang aja, aku mau telpon mas boy dulu" seli bangkit dari duduknya, dan berpura pura mengetik sesuatu di hpnya.
Dia tau Pak Bambang masih bimbang, dia harus bisa masuk ke rumah itu secepatnya, mendapatkan surat surat tanah dan perhiasannya, walau untuk sementara kembali di jadi kan babu oleh Bu Eni tidak masalah, yang penting dia bisa mengambil haknya.
"Baik lah... Baik lah... kamu ikut papa pulang, tapi ingat kamu jangan sampai ketahuan kita berhubungan sampai papa bisa menjual tanah si Eni" akhirnya Pak Bambang mengambil keputusan, dari pada Seli di ambil orang lain, enak saja gadis montok itu tidak bisa dia kuasai lagi.
Seli bersorak senang dalam hati, karena sebentar lagi dia bisa mengambil hartanya.
"Aahhh.... papa... aku mangkin cinta deh" ucap Seli bergelayut manja di lengan Pak Bambang.
Pak Bambang tersenyum mesum kepada Seli.
"Tapi kamu harus layani papa kapan pun papa mau ok..." bisik Pak Bambang sambil meremas semangka bangkok itu.
"Ah... tidak masalah aku milik papa" genit Seli.
"Ya sudah.. ayo berangkat" ajak Pak Bambang.
__ADS_1
Bersambung...