
"Lagi masak apa kak?" tanya Lila menghampiri Rani di dapur.
"Ehhh.... La, ini kakak cuma mau goreng ayam, sama buat sayur sop dan bikin sambal aja kok" sahur Rani.
"Aku bantu ya kak" Lila berinisiatif membantu sang kakak, sudah lama mereka tak bertanya kabar, ada rindu di hati mereka, walau dulu serumah namun mereka selalu berantem, tidak seperti sekarang ini.
"Ngak usah dek, kamu pasti capek, sudah istirahat aja sana gih, kakak bisa sendiri kok" tolak Rani.
"Ngak apa apa kok kak, aku ngak capek kok, dan lagi kapan lagi nih... kita bisa masak bareng kaya gini" ucap Lila.
Rani membenarkan perkataan adiknya itu, memang betul kapan lagi mereka bisa seperti ini, ini lah kali pertama mereka masak bareng, dan berdekatan seperti saat ini, dulu saat tingga satu rumah, neraka malahan jarang bertegur sapa.
"Ya udah bantu kakak sini" ujar Rani sambil tersenyum.
Akhirnya ke dua wanita itu memasak sambil bercerita cerita di dapur itu.
"Kak, apa kakak betah tinggal di sini? apa kakak ngak ada niat buat balik lagi ke jakarta?" tanya Lila penasaran.
"Kakak sudah betah tinggal di sini dek, kakak udah ngak ingin lagi balik ke jakarta, di sini kakak bisa belajar agama lebih dalam lagi, dan tinggal di desa tidak seburuk yang kita bayangin, di sini itu masih alami tidak banyak polusi udara, dan di sini sangat nyaman, kakak suka di sini" ucap Rani tersenyum lembut kepada sang adik.
__ADS_1
Lila hanya menganguk angguk tanda mengerti.
"Kakak kerja apa di sini?" tanya Lila lagi.
"Kakak kerja sama kaya di jakarta jadi spg di toko elektronik, temannya juga baik baik di sini dek, ngak ada saing saingan kaya di kota" ujar Rani.
"Trus mama gimana kak, apa masih sama" tanya Lila berbisik menanyakan sang mama.
"Begitulah dek, belum ada perubahan yang berarti, walau sudah ngak nanya nanya kapan balik ke jakarta, dan udah ngak judi lagi, lagian di sini mana ada kaya gituan, ibu ibu di sini itu pagi pagi udah pada pergi keladang dan ke sawah, atau kerja apa gitu, jarang ada waktu kumpul kumpul ngak jelas gitu, paling mereka kumpul saat saat ada pengajian atau hajatan" tutur Ran"
"Haaa... emang mama pernah judi kak? setau ku cuma suka ikut ikutan genk sosialita ngak jelas gitu" kaget Lila yang benar benar baru tau kelakuan mamanya itu.
"Iya, sudah lama kok, kamu aja yang ngak tau" ucap Rani.
"Trus kalau tinggal di sini emang ngak minta uang sama kakak, apa mama ngak marah marah, maksa maksa papa dan kakak ini itu?" tanya Lila lagi.
"Marah sih, tapi kami cuekin aja, menulikan telinga kami, kami mau mama berubah, papa dan kakak sudah sepakat, tidak akan memberi mama uang, cuma klau mama minta makan apa... baru kami beliin, lagian mama juga ngak mau masak sendiri, jadi kakak yang masak atau ngak papa kalau kakak ngak sempat masak, mama mah tetap bangun siang ngak perduli sama kerjaan rumah" kekeh Rani.
Lila hanya mengangguk anggukan kepala, dia sangat tau dengan kelakuan mamanya itu, yang ngak mau melakukan pekerjaan rumah, pernah waktu sama Renata doang, saat Renata di minta memberikan uang bulanan jadi lah mama yang memasak karena Renata tidak mau ikut campur, padahal masakan mamanya itu lumayan enak.
__ADS_1
"Trus mama ngak pernah ingin kabur gitu kak, mana betah dia di sini" tanya Lila penasaran.
"Pernah, malah pergi terang terangan, dan papa bilang, pergilah... jika tersesat papa ngak mau tau, kami juga ngak ngasih uang, mama benar benar pergi membawa pakaiannya, sampai sore pulang lagi, karena ngak punya banyak uang dan ngak tau jalan juga, trus kami cuekin ngak nanya nanya sama sekali biar mama kapok, benar saja sejak saat itu mama ngak pernah lagi kemana mana" kekeh Rani.
Lila terkekeh mendengar ocehan sang kakak.
"Eh... tapi udah sebulan ini papa bilang, mama suka di ajak sama bu rt" ujar Rani.
"Mudah mudahan nanti mama bisa berubah jadi lebih baik lagi yak kak" ucap Lila.
"Aamiin..." Rani mengaminkan do'a sang adik.
"Trus klau papa apa ke giatanya di sini kak?" tanya Rani lagi, menanyakan ke adaan sang papa.
"Papa sekarang bikin ternak lele, ayam petelor juga di kebun belakang dan juga menanam sayur sayuran, cukup lah buat kami hari hari dan bisa buat di tabung sedikit sedikit, ini kan rumah kami ngontrak punya sodara papa, rencananya kami mau beli tanah yang pas tikungan sana, dia jual butuh, tanahnya lumayan luas" ucap Rani.
"Apa papa ngak pernah melakukan hal hal yang seperti dulu lagi kak?" tanya Lila hati hati.
"Ngak dek, papa sudah berubah, semenjak rumah tangga kakak, bang Edo hancur untuk ke sekian kalinya dan kalian pergi entah kemana, trus kami di usir oleh orang suruhan kak Seli, papa mulai berubah dan sekarang taat ibadah dan rajin ikut pengajian" tutur Rani.
__ADS_1
Lila meneteskan air mata haru, ternyata papa, abang dan kakaknya sudah bertaubat, dan menyesali semua perbuatan mereka, walau sang mama belum bisa berubah seperti yang mereka harapkan, namun mereka tetap berdo'a agar mamanya tetap berubah ke jalan yang lebih baik lagi.
Bersambung.....