Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 104


__ADS_3

"Sayang.... kenapa mas di tinggalin" keluh Edo sambil memeluk pinggang Renata dari samping.


Angga yang melihat cowok yang memeluk Renata posesif itu lansung berifikir, bahwa cowok itu kekasih atau suami sahabatnya, namun sifat usilnya yang memang susah hilang, dia mulai tersenyum misterius.


"Aahhh... iya mas aku lupa" ucap Renata cengengesan, membuat Edo mendengus sebal.


"Oh... iya kenalin ini Angga, dan Angga kenalin ini mas Edo.


"Haii... aku Angga..." ucap Angga sambil mengulurkan tangannya.


"Edo, calon suami Renata" ujar Edo memperkenalkan diri, sekalian mempertegas posisinya bersama Renata.


Renata terkekeh mendengar ucapan Edo itu, dia tau mantan suami yang sekarang mungkin kembali menjadi calon suaminya itu, sedang cemburu buta.


"Oh... ya Ta... masih ingat ngak kenangan kita masa masa sekolah dulu" ucap Angga si kompor beledug memulai aksinya.

__ADS_1


"Pasti ingat dong... mana bisa aku melupakan kenangan itu" jawab Renata tanpa beban.


Duar....


Hati Edo lansung panas mendengar ucapan Renata itu, otaknya mulai berfikir yang tidak tidak tentan Renata dengan Angga.


Apa mungkin dua orang ini dulunya sepasang kekasih? Edo mulai gelisah, mana kala melihat mata Renata yang berbinar indah melihat cowok tersebut.


"Ya Tuhan... jangan sampai Renata berubah fikiran, jangan sampai Renata kembali sama mantan ini, sungguh hamba tidak Rela dan tidak sudi jikalau Renata mempunya suami baru itu bukan diri hamba, dan anak hamba mempunyai ayah tiri, tolong bantu hamba tuhan, tutup mata hati Renata kepada cowok tengil di depan hamba ini Tuhan, hamba tahu cowok ini lebih segala galanya dari hamba Tuhan, tapi hamba janji tidak akan membuat Renata kecewa lagi, Tuhan tolong hamba" Edo ber do'a di dalam hatinya, saking ketakutan Renata berpaling dari dirinya.


"Buahahahaha.... tentu saja aku ingat semua itu, itu masa masa tergila yang kita lakukan hahaha...." Renata tertawa riang tanpa beban dan tidak memperhatikan wajah kekasih ayah dari anaknya itu sudah berubah kecut, karena merasa di abaikan.


"Klau aku rindu sama kamu, aku selalu memandangi foto foto yang kita ambil dulu, dan aku selalu mengenang cerita kita" ujar Angga dengan mata menerawang jauh.


Membuat Edo meradang kesal, mendengar ucapan cowok sialan di depan matanya itu, sungguh mengesalkan, kenapa harus bertemu dengan laki laki di masa lalu mantan istrinya itu, membuat dia kepanasan, karena semasa hidup berumah tangga Renata dengan dirinya hanya menyisakan luka, tidak ada yang baik, Edo serasa tercubit hatinya mendengar kenangan indah cowok itu dengan mantan istrinya.

__ADS_1


"Eh... ngomong ngomong kok kamu bisa seganteng ini sih... padahal dulu buluk banget, ngak nyangka sekarang bikin aku pangling" puji Renata tanpa beban, membuat kepala Edo lansung berasap mendengar kekasih hatinya memuji cowok lain di depan matanya.


"Kamu ini bisa aja sih, bikin aku baper, kamu juga semakin cantik tau, aku ngak nyangka bisa ketemu kamu di sini, dan lihat lah sekarang kamu juga jauh lebih cantik dari pada zaman sekolah, walau dulu kamu juga cantik dan idola sekolah, namun sekarang jauh lebih cantik" puji Angga, membuat hati Edo semakin ketar ketir, ada laki laki lain terang terangan memuji kekasihnya di depan mata.


Sungguh keterlaluan banget laki laki ini, kenapa bisa bisanya memuji kekasihnya dan tidak menghargai dirinya sebagai kekasih Renata.


"Menjengkelkan...!" gerutu Edo.


Sementara di rumah Angga juga sedang bahagia mengetahui ayah dan bundanya sedang pergi makan berdua, dia berharap sang Ayah bisa menaklukkan hati sang Bunda.


Bersambung....


Di sini, Angganya ada dua ya.


Angga teman Renata dan Angga anak Renata 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2