
Setelah kepegian keluarganya, Edo dengan terburu buru mendatangi rumah Renata, dia ingin meminta maaf atas sikap Mamanya tadi, dan juga akan menjelaskan kepada Renata bahwa keluarganya akan pindah ke luar kota, agar Renata tidak menjauhkan dia dengan anak nya.
Edo sungguh takut, klau keluaraga Renata akan kembali membencinya, dan memisahkan dia dengan anaknya, sungguh Edo tidak sanggup untuk berpisah dengan anaknya lagi.
"Assalamualaikum..."
Edo membaca salam, saat sampai di rumah Renata, namun rumah itu sepi seperti tidak ada penghuni, membuat hati Edo di liputi kecemasan, takut Renata pergi membawa anaknya, dia tidak bisa bertemu lagi dengan Angga.
Tok...
Tok...
Tok....
"Assalamualaikum..."
Sekali lagi Edo mencoba mengetuk pintu rumah Renata itu.
Tiba tiba terdengar langkah kaki orang dari dalam rumah, yang mendekat ke arah pintu, membuat hati Edo sedikit lega.
Ceklek....
Pintu di buka dari dalam, dan keluarlah Ibu Dari anaknya itu dengan muka bantalnya.
"Re...."
Ucap Edo dengan wajah sendunya.
"Ada apa Mas...?" tanya Renata, dengan sedikit serak bangun tidur dan berjalan ke arah kursi tamu yang tersedia di teras rumahnya, dia menjatuhkan bokongnya di sana.
__ADS_1
Edo pun mengikuti Renata dari belakang, dan ikut duduk berhadapan dengan Renata.
"Ada apa Mas...?" ulang Renata, walau dia tau maksud dan tujuan Edo datang ke sini, namun dia tetap bertanya.
Sebenarnya Renata cukup kasihan kepada Edo, Edo laki-laki baik, cuma mempunyai orang tua yang tamak, menghalalkan segala cara untuk menguasai harta menantunya, tidak perduli anaknya ikut terluka gara gara kelakuannya.
"Re... Maafin kelakuan mama?" ucap Edo dengan suara tercekat, dia sedih, dia kecewa, di marah, di tertekan semua rasa Edo rasakan saat ini, Renata tau itu, melihat dari pandangan mantan suaminya itu yang tidak seperti biasa.
"Iya aku juga sudah memaafkan perbuatan mama kamu kok Mas?!" ucap Renata, dia ikut sedih melihat keadaan Ayah kandung anaknya itu yang terlihat sedang tidak baik baik saja.
"Re... kamu tidak akan menjauhkan aku dengan anak kita kan Re...?" tanya Edo, sungguh itu yang di takutkan oleh Edo, di jauhkan dari sang anak, rasanya Edo tidak sanggup untuk itu.
Renata hanya diam, dilema di hatinya, dia juga tidak ingin melarang Edo bertemu dengan anaknya, apa lagi anaknya sedang lengket lengketnya dengan sang Ayah, dia takut anaknya akan bersedih juga.
Namun di sisi lain Renata juga takut, klau Mama Edo akan mencelakai sang anak, tadi saja klau Renata tidak ada di sana, dia tidak tau apa yang akan terjadi dengan anaknya.
Edo tau apa yang di fikirkan oleh mantan istrinya itu, dan dia kembali buka suara.
"Benarkah..." tanya Renata sedikit lega.
"Iya... Papa sudah capek dengan kelakuan mama yang keras kepala, papa ingin menjauhkan mama dengan teman temannya, dan papa ingin merubah mama di kota itu, mereka akan tinggal di pelosok, biar tidak akses buat mama kabur" tutur Edo.
"Bagaimana dengan Rani?" tanya Renata.
"Rani mau ikut sama Papa dan Mama, dia mau menjaga papa dan mama, Rani juga sudah tidak ingin tinggal di kota ini lagi, dia juga malu untuk tinggal di sini dan Rani juga ingin belajar agama lebih baik lagi di kota BT" ucap Edo.
Dan di anggukin oleh Renata tanda dia mengerti.
"Oh... iya Re... Rani, tadi titip salam sama buat kamu, dia juga minta maaf sama kamu, tolong maafkan ke salahannya dan dia juga menyesal telah berbuat jahat sama kamu" ucap Edo menyampaikan pesan adiknya itu.
__ADS_1
Renata menganggukan kepalanya,
"Aku sudah memaafkan dia dari dulu, tidak ada gunanya menyimpan dendam, yang ada hanya merugikan diri sendiri" ucap Renata bijak.
Edo tersenyum lega, mendengar penuturan Renata itu.
"Re... apa mas masih boleh bertemu dengan anak kita Re... tolong jangan pisahkan Mas sama anak kita Re, Mas baru belajar dan baru menebus sedikit kesalahan kepada dia, Mas ngak sanggup klau jauh dari Angga Re?!" sendu Edo.
Renata tersenyum kepada Edo, benar tebakannya, mantan suaminya itu ketakutan klau tidak bisa lagi bertemu dengan sang anak.
"Tidak Mas, buat apa aku memisahkan kalian, aku juga ngak tega melihat wajah sedih Angga, dia juga sangat menyayangi kamu, dan dia baru bertemu dengan sosok Ayahnya, bagaimana mungkin aku tega memisahkan kalian" tutur Renata, itu mampu nusuk relung hati Edo.
Sesak dada Edo mendengar penuturan Renata itu, dia merutuki perbuatannya dulu, yang begitu tega kepada mantan istrinya akibat pembuatannya itu, bukan hanya renata yang tersakiti namun anaknya ikut tersakiti.
"Maaf... maafkan perbuatan mas dulu, maaf.. sudah menyakiti kamu, dan berujung anak kita juga ikut tersakiti" tutur Edo penuh sesal dan tanpa bisa di bandung air mata Edo meleleh di pipinya.
"Sudah mas... lupakan semua itu, semuanya sudah berlalu, kini bagaimana sikap kamu kepada Angga, jangan lagi buat dia terluka, bahagiakan dia, walau kita tidak bersama lagi, tolong curahkan kasih sayang mas untuk anak kita" tutur Renata.
"Pasti Re... pasti itu, mas akan membahagiakan nya, mas akan tebus waktu yang hilang dengan waktu yang sekarang, mas akan memberikan kebahagian yang dia minta" ucap Edo penuh semangat.
Renata ikut tersenyum melihat semangat edo itu. dia tau Edo sudah banyak berubah, yang dia takutkan sekarang bukan Edo namun keluarga Edo.
Namun ada sedikit ke legaan di hati Renata, klau keluarga Edo akan pindah ke luar kota, jadi dia tidak terlalu khawatir lagi.
"Ya sudah Mas pulang dulu ya Re, nanti malam Mas ke sini lagi mau ketemu bapak" ucap Edo.
"Iya mas..." ucap Renata
Bersambung....
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote ya...