
Tatapan mata Edo tak lepas dari restoran ayam kakek yang di masuki oleh Renata dan Angga, setelah anak dan mantan istrinya keluar dari restoran tersebut, Edo ingin menemui mereka untuk meminta maaf atas semua ke salahannya, dia tidak berharap lebih dari Renata dan anaknya itu, dia tidak ingin anaknya semakin membencinya, cukup maaf dan melihat anaknya dari jauh sudah cukup untuk Angga.
"Pelan pelan sayang, makannya, ngak ada yang mau minta makanan adek, nanti klau habis bisa pesan lagi" ucap Renata lembut, sambil melap bibir sang anak yang belepotan oleh saos tomat.
"Iya Bun... maaf adek salah" cengir Angga melihat ke arah sang Bunda.
Membuat Renata gemes dan langsung mengkusuk rambut Angga denga sayang.
Renata pun ikut memakan pesanannya, sesekali memperhatikan anaknya itu, penuh kasih.
Perlakuan Renata tak luput dari pandangan Edo dan Pak Bandi.
"Harusnya aku juga ada di antara mereka" gumam Edo dengan wajah sendunya menatap mantan istri dan anaknya.
"Maafkan Papa sudah membuat hidup mu hancur" Pak Bandi menepuk Pundak sang anak dengan lembut, ada sesal yang begitu dalam di lubuk hati Pak Bandi, melihat kesedihan sang anak.
"Tidak apa Pa... sudah suratan takdir aku kayak gini, sekarang aku hanya ingin menjalani hidup ini dengan ikhlas, dan tidak ingin lagi terjerumus ke kehidupan yang lalu. dan merugikan orang lain seperti yang sudah sudah, yang aku butuhkan hanya pintu maaf dari mantan mantan istri ku dan anakku Pa..." jujur Edo.
Pak Bandi paham dengan ucapan Edo itu, dia hanya mengangguk setuju, dan akan membantu Edo mencari para mantan menantunya itu, dia juga akan meminta maaf akan kelakuan bejatnya kepada manta menantu menantunya itu.
Beberapa saat berlalu Renata dan Angga ke luar dari restoran tersebut, dengan senyum terkembang di bibir tipis sang anak.
__ADS_1
"Angga...."
"Renata.."
Panggil Edo sambil berlari mengejar Renata.
Renata menatap kaget melihat penampilan mantan suami dan mantan mertuanya, yang berpakain jauh dari gaya hidup mereka selama ini.
Hos...
Hos...
Angga melihat ke arah orang yang tidak dia kenal memanggilnya, membuat Angga menggerinyitkan dahinya tanda bingung.
"Ada apa!" tanya Renata datar, dia tidak mau basa basi sama mantan suami dan mantan mertuanya itu.
"Re... Tolong maaf kan abang, abang mohon, abang butuh maaf kamu aja Re, tidak lebih, dan hanya mengenal anak kita, itu saja" melas Edo to the point, dia tau Renata tidak akan mau di ajak basa basi oleh Edo.
"Aku sudah maaf kan kamu kok tenang saja, aku bukan orang pendendam" ucap Renata datar tanpa senyum.
"Terimakasih Re... kamu sudah mau maafin abang" ucap Edo menatap Aisyah sendu.
__ADS_1
"Hmmm..." Renata menjawab dengan dehaman dan anggukan.
"Boleh ngak abang mengenal anak kita" tanya Edo hati hati.
Renata lansung menatap ke arah sang anak. biar bagaimana pun Edo tetaplah ayah kandung dari Angga.
Angga pun menatap ke arah sang Bunda, Angga bukan lah anak bodoh, dia pernah bertemu orang itu waktu itu, ingatan yang tajam dia tau siapa laki laki itu, laki laki yang membuat ulah saat dia makan di restoran jepang waktu itu, yang mengaku aku dirinya ayah kandung Angga saat itu, walau pun saat ini penampilan Edo jauh berbeda dari saat dia bertemu, namun angga masih bisa mengenalnya dengan jelas.
"Mau apa ayah ingin mengenal ku" tanya Angga dengan tegas.
Deg....
Jantung Edo berdetak lebih kencang mendengar sang anak memanggilnya Ayah, seketika jantung Edo lansung sakit dan dia juga tidak percaya sang anak memanggilnya dengan sebutan Ayah.
"Maafkan Ayah nak..." ucap Edo dengan tidak tau malunya air mata Edo lansung meluncur dari pipinya, melihat wajah sang anak, yang dulu tidak dia harapkan ke hadirannya dan bahkan dengan teganya dia menyuruh mantan istrinya itu menggugurkan kandungannya dengan alasan belum siap mempunyai anak.
Angga hanya menatap datar sang Ayah, tanpa menjawab ucapan Ayahnya itu.
"Do..." panggil seseorang di belakang sana.
Bersambung...
__ADS_1