
Pagi ini Angga begitu bahagian dan bersemangat karena saat bangun tidur ada bunda dan ayahnya berada di sisi bocah itu, membangunkan dia saat pagi menjelang, seperti impiannya selama ini.
"Selamat pagi anak ayah bunda, ayo bangun, mau ikut ayah ke mesjid atau mau sholat di rumah" ujar Edo membangunkan sang anak dengan lembut.
"Hari ini kita sholat berjamaah di rumah aja bareng bunda ya yah, aku ingin melaksanakan nya dari dulu, itu impian ku yah..." ujar Angga penuh harap.
Nyeeess... hati Edo nyeri mendengar permintaan sang anak, anaknya tak minta mainan mahal, jalan jalan keliling dunia, hanya meminta sholat berjama'ah, sungguh Edo merasa sakit hati menyesali kebodohan yang dia perbuat.
Begitu pun dengan Renata, hatinya juga sakit mendengar ucapan sang anak, namun mau bagaimana lagi, waktu tidak bisa di ulang kembali, nasi sudah menjadi bubur, dia berjanji akan memenuhi setiap permintaan sang anak, dan menghabiskan banyak waktu bertiga dengan sang anak dan suaminya.
"Baiklah kita sholat berjama'ah, mau ayah tunggu di sini, atau menyusul ayah ke kamar bunda?" tanya Edo lembut kepada sang anak.
"Aku susul ayah aja, ayah sama bunda siapa siap gih..." usir Angga sebelum berjalan masuk ke dalam kamar mandinya, yang berada dalam rumah tersebut.
__ADS_1
"Baik lah... klau gitu ayah sama bunda siap siap dulu ya sayang" tutur Renata lembut.
"Ok bun..." balas Angga dengan semangat.
Ceklek....
Happp.....
Saat sampai di kamar mereka berdua, Edo lansung memeluk sang istri, dengan air mata sudah menganak di sudut matanya.
Renata terlonjak kaget dengan kelakuan sang suami, namun perlahan dia tau, suaminya sedang menyesali semua perbuatan yang telah dia lakukan di masa lalu.
"Mas... aku sudah memaafkan mas kok, yang lalu biarlah berlalu, itu tidak akan bisa kita ulang lagi, namun bisa kita jadikan pengalaman hidup, agar saat esok nanti kita punya masalah tidak terburu buru mengambil keputusan, dan bisa berfikir lebih dewasa lagi" ujar Renata, dia kasihan melihat kerapuhan sang suami, menyesali semua perbuatannya di masa lalu.
__ADS_1
"Perpisahan itu juga membuat mas lebih baik lagi sayang, coba saja kita tidak berpisah, belum tentu mas saat ini bertaubat bukan, dan belum tentu juga sifat kasar dan acuh tak acuh mas hilang, atau bisa jadi kamu dan anak kita lebih tersakiti oleh sikap mas dan keluarga mas, bukan bearti mas bahagia degan kehidupan mas saat ini yang terpisah pisah dengan keluarga mas, namun klau perpisahan ini membuat kami lebih dekat lagi dengan sang pencipta kehidupan, mas ridho sayang?" tutur Edo yang masih memeluk sang istri, namun kini mereka sudah berpelukan dengan berhadap hadapan.
Renata hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya, tanda menyetujui apa yang di ucapkan sang suami, klau bukan karena perpisahan, dan dengan begitu banyak masalah yang di lalui suami dan keluarga suaminya itu, belum tentu Edo akan berubah, kini Renata bersyukur suaminya sudah banyak berubah dari sifat yang dulu.
"Ya sudah sekarang kita siap siap, takut waktu shubuh habis" ujat Edo melepaskan pelukan mereka, walau dengan berat hati, namun mereka harus melepaskannya takut, waktu mereka bercanda ria dengan sang pencipta hampir habis.
Renata gegas ke kamar mandi untuk berwudu', bergantian dengan sang suami, Renata menggelar tiga sajadah di dalam kamar itu dan setelahnya dia duduk menunggu sang suami dan anaknya di sana sambil membuka alqur'an dan membacanya dengan suara merdu namun pelan.
Edo mendengarkan lantunan ayat suci alqu'an dari mulut sang istrinya itu, membuat hatinya menghangat, sudah lama sekali dia tidak mendengar suara merdu sang istri saat mengaji, padahal dulu kala dia akan sewot mendengarkan istrinya mengaji.
"Suara bunda bagus kan Yah..." tiba tiba Angga sudah berdiri di dekatnya, entah sejak kapan anak itu masuk ke dalam kamar mereka.
"Eehhh.... iya sayang, sangat merdu malah" tutur Edo dengan penuh kebanggaan.
__ADS_1
Bersambung....
Hay... raeders outhor minta maaf ya, akhir akhir ini up nya tidak menentu, karena outhor sedang sibuk ngurus anak outhor yang sedang ujian ke lulusan, mencari sekolah, di tambah lagi outhor sedang bolak balik ke rs, karena anak outhor juga habis operasi, dan kontrol outhor sendiri juga kontrol habis operasi tulang belakang, jadi outhor minta maaf yang sebesar besarnya, nanti klau urusan outhor sudah selesai, outhor in syaa allah akan rutin up setiap hari ok, makasih banget kalian selalu suport outhor sampai saat ini, kadang outhor juga ngak sempat membalas komen kalian satu persatu๐๐๐