
"Cih.... dasar anak durhaka kau Edo, kau di sini enak enakan hidup senang, tapi kau tidak memikirkan hidup kami yang sengsara di kontrakan sana!" tiba tiba Bu Eni datang ke toko tempat Edo tinggal dan usaha, entah tau dari mana dia, klau Edo tinggal di daerah sana.
"Ma... ini ngak seperti yang mama pikirkan" ucap Edo.
"Ngak seperti apa ha..., ini buktinya kau bisa hidup enak di sini" sengit mama Eni, yang tidak ada sadar sadarnya.
"Ma... aku di sini kerja sama orang ma... ini bukan toko aku, mana ada aku uang buat bangun toko ma.." jawab Edo lirih.
"Mama ngak percaya Do...! kamu berbohong sama mama, kamu ngak perduli sama mama...! mana bakti kamu sama mama hah....!!" bentak mama Eni.
"Astaga ma... bakti yang mana lagi mama...! bakti yang seperti apa lagi, hidup aku hancur gara gara mama, rumah tangga aku berulang kali hancur itu gara gara bakti aku sama mama, aku menghancurkan masa depan anak orang demi bakti ku sama mama, apa itu masih kurang ma... bakti seperti apa lagi yang mama inginkan ha... bakti seperti apa ma...!" pekik Edo putus asa dengan tingkah mamanya itu.
"MAMA... APA APAAN KAU INI, APA TIDAK PUAS KAU MELIHAT ANAK ANA KAU HANCUR SEMUA, GARA GARA KESARAKAHAN KAU...!!" bentak Pak Bandi tiba tiba datang bersama Rani.
"DIAM KAMU PA... INI SEMUA GARA GARA KAMU YANG NGAK BECUS JADI KEPALA KELUARGA, NGAK BECUS CARI NAFKAH...!!" bentak Bu Eni
"Astaga Mama... kenapa Mama ngak pernah sadar Ma... kurang apa papa selama ini sama mama, mama yang suka foya foya ngak jelas, berapa pun mama di kasih uang ngak akan pernah cukup buat mama, demi ambisi mama yang sok sosialita itu, aku dan bang Edo mama doktrin agar berbakti kepada mama, sampai sampai aku dan bang Edo berdiri di jalan yang salah itu semua demi mama, kami sudah mendapat karma dari semua yang kami lakukan dan kita di usir di rumah yang bukan milik kita, mama juga belum sadar sadar, coba lah ma... menerima hidup apa ada nya, jangan gengsi ma hiks.... hiks..." Rani putus asa melihat sang mama yang tidak sadar sadarnya itu.
__ADS_1
"Hah... ngak usah bawa bawa karma, ngak ada itu yang namanya karma, kalian aja yang ngak becus, kalian yang ngak bisa memanfaatkan orang kalian bodoh, termasuk papa kalian itu juga bodoh, bisa bisanya dia bawa j****g itu pulang kerumah lagi, coba klau ngak, ngak akan kita hidup susah!" marah Bu Eni.
"Aku bersyukur papa membawa Seli ke rumah ma... jadi dia bisa mengambil haknya lagi, aku ngak terlalu bersalah sama dia, karena hartanya sudah dia ambil, walau tidak utuh yang dia dapatkan lagi, yang penting aku ngak terlalu bersalah" seru Edo.
Plak...
Tiba tiba Bu Eni menampar Edo dengan keras, sampai kepala Edo memaling ke samping.
"Mama...!!" pekik Pak Bandi dan Rani.
"Itu hukuman buat kamu anak tidak tau diri!" marah Bu Eni dengan mata nyalang melihat ke arah Edo.
"Tampar ma.. tampar, kapan perlu mama pukul dan mama bunuh sekalian, asal mama senang ngak apa apa, aku ikhlas kok ma... asal satu, aku ngak akan mau menuruti permintaan mama lagi" Edo menggeleng gelengkan kepalanya dengan bersimbah air mata.
"Ayah....!" pekik Angga berlari memeluk sang Ayah, dia baru pulang bersama Renata, dari lesnya.
"Sayang... Anak Ayah...." keluh Edo dengan suara seraknya.
__ADS_1
"Kenapa Ayah menangis? apa Ayah di sakiti sama nenek itu!" tunjuk Angga kepada Bi Eni.
"Haii... Edo itu ada anak kamu sama Renata, kenapa ngak kamu mamfaatkan saja dia, minta uang yang banyak sama Renata, klau Renata ngak ngasih kamu uang, kamu culik aja anaknya dan minta tebusan hahaha... kita jadi banyak uang itu" kekeh Bu Eni berbinar, karena mendapatkan ide cemerlang, outho rasa Bu Eni mulai gila.
"Astagfirullah, mama... aku ngak sebejat itu ma.. aku ngak akan mau memanfaatkan anak ku, apa lagi memanfaatkan anak aku, sudah cukup penderitaannya selama ini" kesal Edo.
"Aahhh.... banyak omong kamu, siniin anak itu, biar jadi urusan mama!" bentak Bu Eni, ingin menarik Angga, namun kalah gesit sama Angga yang lansung bersembunyi di belakang Ayahnya.
"Heh... nenek jahat, pergi dari sini, jangan ganggu Ayah Angga!" pekik Angga dari balik punggung sang Ayah.
"Apa kamu bilang! sini kamu! ngak di didik kamu sama Ibu kamu ya!" marah Bu Eni dan menarik tangan Angga.
"Berhenti Ma.....!!"
Bersambung....
JANGANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA, DAN JANGAN LUPA BACA CERITA OUTHOR YANG LAINNYA YA....😘😘😘😘😘
__ADS_1