
"Ayah... Bunda... kalian sudah datang...?!" teriak Angga berlari degan riang mengejar ke dua orang tuanya yang sudah menunggu di balik pagar sekola.
Terlihat sekali Angga begitu bahagian di jemput oleh ayah dan dan bundanya bersamaan, karena selama ini mereka hanya bergantian menjemput atau mengantar Angga, namun kini orang tuanya datang bersama bagaimana Angga tidak bahagia.
Hati Edo berdenyut nyeri melihat kebahagian anaknya itu, andai dulu dia tidak egois, andai dulu dia tidak mendengarkan hasutan orang tuanya, mungkin hidup mereka sudah bahagia dari dulu, tapi ya sudah lah, yang dulu di jadikan pelajaran saja, dan jangan kembali mengulangi kesalahan yang sama.
"Yap.... anak ayah kenapa lari lari, nanti jatuh loh nak" tegur Edo lembut sambil menangkap anknya itu.
"Hehe... Aku senang di jemput sama ayah dan bunda, aku senang sekali" jujur anak itu dengan mata berbinar cerah.
Renata juga ikut tersenyum melihat tingkah anaknya yang bahagian tersebut, ternyata pilihan nya untuk kembali bersama Edo tidak lah salah, itu terbukti dengan wajah bahagia sang anak.
"Ya sudah ayo kita pulang" ajak Renata sambil mengusap lembut kepala anaknya yang berada di dalam gendongan sang suami.
"Tapi aku mau makan di luar Bun..." rengek anak itu.
__ADS_1
"Ouuuhhh.... mau makan di luar...? mau makan apa sayang?" tanya Renata yang sudah tau anaknya mau makan apa, namun dia tetap suka bertanya kepada sang anak.
"Ayam kriuk kriuk kakek bunda, sama makan burger juga es cream" kekeh Angga.
"Baik lah... buat anak ayah apa sih yang ngak" sahut Edo sambil berjalan menuju mobil mereka.
"Eeehhh.... ada ayah bundanya Angga, dengar dengar kalian sudah rujuk kembali ya?" sapa salah seorang wali murid.
"Iya bu..." jawab Renata seadanya.
"Maaf ya bu, kami ngak mengadakan pesta, kami hanya akad sama do'a bersama aja kok" ujar Renata tak enak hati.
"Ouhhh.... gitu ya, kirain di adaan pesta besar besaran, aku mah kalau ngak pesta ogah deh nikah, ngapain klau ngak di pestain, ouh iya, kalian kan miskin ya, ngak mampu ya buat ngadain pesta, iya juga sih, dari pada ngutang, nanti habis nikah malah pusing ngurusin bayar hutang, bukanya bulan madu" ujar ibu itu menghina.
"Astaga bu, jangan ngomong kaya gitu ih... kamu suka sekali ngerendahin orang" ujar ibu ibu di samping ibu angkuh itu.
__ADS_1
"Ya biarin aja kali, emang nyatanya gitu kan, kenapa harus malu" ujar ibu itu tidak mau kalah.
"Emang ibu ngak tau siapa mama Angga sama ayah Angga itu, bunda Angga kan yang punya banyak toko toko di sekitar sini bu dan di daerah xx, trus kan dia juga punya banyak kontrakan, sama boss mobil rental yang di kelola sama pak Diman, klau ayah Angga ini kan yang punya toko di jalan xx ruko dua lantai yang paling besar dan paling ramai pengunjungnya, dan juga ada di daerah xx ibu ngak tau" ujar salah satu ibu ibu di sana membeberkan siapa Renata dan Edo.
"Tuh... bu dengar, jadi jangan suka merendahkan orang lain, ibu jangan merasa paling kaya, meteng mentang suami ibu manager di kantor yang ngak begitu besar, gaji sebulan suami ibu hanya sehari pendapat Ayah Angga bu" ujar ibu lainnya.
Mereka memang tidak suka dengan ibu itu yang memang suka merendahkan semua orang, mentang mentang suaminya kerja di kantoran dan jabatan manager.
Ibu itu jadi kesal dan malu karena di tegur oleh teman temanya, dan juga malu karena faktanya ke dua orang tua Angga lebih kaya dari dirinya.
Sementara Renata dan Edo hanya diam saja mendengarkan celotehan ibu ibu di situ. padahal dia lah orang yang sedang menjadi topik pembicaraan, bagi Renata tidak perlu tersinggung atau menjelaskan siapa dirinya, cukup diam biar mereka tau sendiri tanpa me jelaskan apa pun, bagi Edo sebelum ibu itu menghina atau merendahkan, dulu dia tidak jauh beda dengan si ibu, yang suka meremehkan orang, dia tidak sakit hati sama sekali, biarlah itu buah dari perbuatan dia dulu.
"Kami pulang dulu ya ibu ibu, permisi" tutur Renata sambil meninggalkan sekolah Angga.
"Iya Bu hati hati..." saut kompak ibu ibu di sana, kecuali ibu yang tadi, dia iri dengan Renata yang cantik, body bagus, banyak di sukai laki laki kaya, membuat dia kesal, termasuk suaminya sering bercerita janda cantik itu dengan tetangganya dulu, jadi si ibu jadi meradang, padahal Renata tidak pernah merespon siapa pun yang berusaha memberikan perhatian, itu menjadi setiap laki laki bersemangat mengejar Renata, dan Angga walau anak dari orang tua yang bercerai, selalu terlihat ceria dan dia selalu bisa melihat Angga begitu di sayang dari keluarga bundanya dan juga ayah, membuat si ibu iri hati, karena hidup yang dia perlihatkan di luar tidak sesuai dengan di dalam rumah tangganya.
__ADS_1
Bersambung....