
"Yah... nanti kapan kapan, kita sholat ke masjid bareng lagi ya..." ucap Angga sambil bergelayut manja di tangan Ayahnya saat pulang dari mesjid.
Sungguh hati Edo teriris pilu oleh ucapan sang anak, andai waktu bisa di putar balik Edo ingin seperti saat ini selama nya, namun itu tidak bisa dia gapai karena kesalahannya sendiri.
Ayah Renata dan Bagus turun berkaca kaca melihat manjanya sang cucu bersama Ayah kandungnya itu, sisi lain yang selama ini cucunya tak pernah di Lihatkan kepada keluarganya.
Baru mereka sadar, sepengertian apa pun anak itu, pasti menginginkan kasih sayang orang tua kandung.
"Iya... nanti Ayah usahakan ya nak, nanti Ayah cari kontrakan dekat dekat sini, biar bisa ajak kamu pergi sholat ke mesjid" putus Edo dengan suara tercekat, anaknya tidak minta uang, anaknya tindak minta mainan, anaknya hanya minta selalu bareng pergi sholat berjamaah ke mesjid, hanya itu yang di minta oleh anaknya, Edo akan memenuhi permintaan sang anak, biarlah nanti dia akan mencari kos kosan atau kontrakan di dekat dekat daerah tempat tinggal mantan istrinya.
"Beneran ya yah... ayah ngak bohong kan?!" tanya Anak itu sambil mendongakan kepalanya ke atas, agar bisa melihat wajah sang ayah dengan penuh binar.
"Hmmm benar" jawab Edo singkat, dan lansung menggendong anak itu di bahunya, membuat Angga tertawa tawa girang, ini lah impian kecil Angga, di gendong Ayahnya seperti ini, di ajak ke mesjid berbarengan, dan kini impian itu jadi kenyataan, sungguh Angga senang alang kepalang.
__ADS_1
Renata melihat ke bahagian anaknya dari dalam rumah, ikutan tersenyum namun air matanya tidak bisa di kondisikan, dia sungguh terharu, akhirnya sang anak bisa merasakan kasih sayang dari Ayah kandungnya, walau pun dia tau. selama ini Angga tidak pernah kekurangan kasih sayang dari Kakek dan Omnya, tapi dia tau Angga juga butuh kasih sayang seorang Ayah.
"Dah....adek masuk gih, ayah pulang ya, nanti kapan kapan ayah main lagi, sekalian Ayah cari kontrakan di sini" tutur Edo.
"Baik Ayah... tapi ayah janji akan tinggal dekat dekat sini" tanya Angga penuh harap.
"Iya sayang... ayah janji" ucap Edo dan memeluk sang anak dan memberi kecupan bertubi tubi di pipi gembul Angga.
"Masuk dulu Do, kita makan siang sekalian" ajak mantan ayah mertuanya itu.
"Yeee.... hore.... Ayah makan siang bareng Angga" ucap Angga sangat dan meloncat loncat.
Edo tak kuasa menolak permintaan mantan mertuanya itu, apa lagi melihat anaknya begitu girang mendengar dia akan makan siang bareng.
__ADS_1
"Gimana... masih ragu, apa kau tidak melihat anakmu itu senang saat tau ayahnya akan makan bareng dia?" tanya mantan ayah mertuanya itu.
"Baiklah....saya ikut makan siang di sini" putus Edo pada akhirnya.
Angga penuh semangat menarik tangan Edo ke dalam rumah.
"Bun.... bundaaa.... ayah ikut makan siang di sini yaa...." pinta anak itu penuh binar.
"Iya iya bunda udah dengar, kenapa harus teriak teriak, sudah kaya di hutan aja" omel Renata, ke anak laki lakinya itu.
"Sory bun....ini tuh karena adek lagi senang banget hari ini, soalnya adek bisa sholat bareng ke mesjid, dan sekarang kita akan makan siang bersama, adek senang banget bun...!" celoteh anak kecil itu.
"Ya sudah kita makan siang dulu, adek ganti baju sana!" titah sang bunda.
__ADS_1
"Siap komandan!!" Angga memberi hormat ala ala tentara dan berlalu ke meja makan
Bersambung.....