
Tok...
Tok....
Tok....
"Bun.... Bunda sudah bangun...?" tanya Angga di balik pintu kamar sang bunda, semenjak Bundanya jatuh pingsan di rumah sakit, anak itu sangat protektif kepada sang bunda.
Ceklek....
"Wahhh.... anak Ayah sudah tampan" puji Edo saat membuka pintu kamar dan menemukan anaknya berdiri di sana dengan wajah yang sudah segar dan berdandan rapi.
"Iya dong, kan hari ini abang mau jaga bunda" ujar Angga menyelonong ke dalam kamar ke dua orang tuannya.
"Bunda kok ngak ada Yah.." tanya Angga saat sampai di dalam dia tidak menemukan Bundanya.
"Bunda lagi mandi sayang" ujar Edo sambil membenahi tempat tidur mereka yang masih berantakan, tadi setelah sholat shubuh mereka kembali tiduran.
"Ooohhh... Ya udah deh, abang mau bikin susu buat bunda dulu" ujar Angga meninggalkan kamar ke dua orang tuanya, dan berjalan menuju dapur.
Edo hanya geleng gelang kepala melihat tingkah sang anak.
"Anak siapa sih itu" gerutu Edo memandang kepergian sang anak.
"Anak tetangga kayaknya" saut Renata yang sudah keluar dari kamar mandi dan melangkah ke meja rias untuk mengeringkan rambut dan bersolek tipis tipis.
"Enak aja anak tetangga, itu bikinnya siang malam tau ngak, sampai sampai nguras tenang dan keringat" sewot Edo mendengar jawaban sang istri.
"Lagian tadi pakai nanya anak siapa, emang lagi amnesia" kekeh Renata.
__ADS_1
"Becanda sayang" ujar Edo sambil memeluk istri cantiknya itu dari belakang, dan mencium tipis tipis puncak kepala sang istri.
"Sini mas keringin rambutnya" ujar Edo mengabil handuk dari tangan sang istri dan dia mulai mengkusuk kusuk rambut istrinya dengan lembut.
Renata membiarkan suaminya itu melakukan apa pun dia sangat menikmati perhatian sang suami, dulu saat hamil Angga Renata sangat ingin di manja sama suaminya, namun apa lah daya rumah tangga mereka sudah usai saat itu.
Kini Renata bisa mendapatkan apa yang dia inginkan saat itu, bahkan suaminya lebih pengertian dari pada dulu saat mereka menikah pertama kali.
"Selesai..." ujar Edo dan menyisir rambut sang istri dengan lembut dan hati hati.
"Susu datang...." ujar Angga membawa susu dan air putih di atas nampan ke dalam kamar sang bunda.
Edo melihat anaknya sedikit ke susahan lansung mengambil alih membawa nampan tersebut.
"Terimakasih anak Bunda" ujar Renata dengan mata berbinar bahagia.
"Sama sama bunda" ucap Angga
Angga mendaratkan satu kecupan di wajah sang bunda, lalu turun kebawah, mengelus sang perut Bundanya.
"Haiii... Adik, apa kamu sudah bangun sayang?" tanya Angga mengelus perut sang bunda.
Dug....
Tiba tiba tangan Angga yang ada di atas perut sang bunda lansung kena tendangan dari sang adik.
"Waahhh.... Adik menjawab ucapan abang Bun, dia tendang tangan abang" pekik Angga dengan sangat bahagia.
"Iya, adik tau abangnya bawain susu buat dia, makanya adik senang" jawab Edo ikut bahagia melihat wajah bahagia sang anak.
__ADS_1
"Iya kah... adik suka abang bawain susu buat adik?" tanya Angga.
Lagi lagi tangannya di tendang oleh adiknya yang masih berada dalam perut sang bunda.
"Baik lah... nanti setiap pagi abang yang buatin adek susu" ujar Angga lagi lagi perut Renata bergerak gerak aktif.
Angga sangat bahagia mendapat respon dari adiknya itu.
Renata membelai kepala anaknya itu dengan penuh kasih sayang.
"Minum susu dulu sayan, nanti keburu dingin, jadi ngak enak lagi" ujar Edo memberikan susu untuk sang istri.
Renata menerima gelas yang berisi susu itu dari tangan sang suami, lalu lansung meneguknya hingga tandas.
"Waahhh.... Susu buatan abang sangat enak, lansung habis sama bunda" puji Edo.
Tentu saja pujian itu membuat pipi Angga tersipu malu.
"Hooh, adek suka katanya" ujar Renata menimpali perkataan sang suami, untuk menyenangkan anaknya itu.
"Ayo kita keluar, takutnya sudah pada nungguin buat sarapan" ajak Edo.
"Baiklah..." ujar Angga dan membantu bundanya berdiri dan menggandengnya ke luar kamar.
"Waahhh... abang di kamar bunda, dari tadi om cariin kamu" ujar Bagus.
"Iya, tadi abang bikinin susu buat adik" ujar Angga penuh semangat.
"Waahhh.... abang sangat pengertian" puji Bagus mengelus kepala ponakannya dengan sayang.
__ADS_1
Angga hanya cengengesan saat di beri pujian oleh om nya itu.