Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan

Ketika Suami Tidak Lagi Jadi Harapan
Bab 14


__ADS_3

Pagi ini seluruh anggota keluarga Renata termasuk Edo, sudah berkumpul di meja makan, mereka makan dalam ke heningan tidak ada yang bicara satu pun.


Selesai makan mereka barkumpul di ruang tamu yang tidak begitu luas itu.


"Jadi Renata mau di bawa sekarang Do?" tanya Ayah Rena.


"Iya yah..." Ucap Edo sopan.


"Apa kalian akan selamanya nyampur dengan orang tua?" tanya Paman.


"Tidak paman, paling untuk beberapa bulan doang, setelah itu baru kami pindah cari kontrakan paman, soalnya Mama masih ingin tinggal bersama kami, ingin mengenal Rena lebih jauh lagi " ucap Edo.


Paman dan Ayah Rena sebenarnya keberatan mereka harus tinggal bersama orang tua, pasti akan jelek akhirnya, tapi ya sudah lah, mereka hanya bisa berdoa, keluarga anaknya akan baik baik saja.


****


Sementara itu di ruang belakang Renata lagi di nasehati oleh Ibu dan Bibinya.


"Nak, kamu ikut mertua?" tanya Ibunya.


"Iya bu... katanya ingin kenal Rena lebih dekat lagi gitu" ucap Rena.

__ADS_1


"Ta... sebenarnya Ibu bukan ngak suka ya, kamu tinggal di rumah mertua, apa lagi dia punya anak perempuan juga, pasti ada aja masalah di kemudian hari" ucap Ibu Renata.


"Iya bu... cuma beberapa bulan aja kok bu, setelah itu kami akan pindah" ucap Rena menangkan hati ibunya.


"Ya sudah, ngak pa apa mudah mudahan, baik baik saja" ucap Ibu.


"Ta, boleh bibi kasih saran?" tanya sang Bibi.


"Iya bi, ngomong aja" jawab renata.


"Klau bisa apa yang kamu punya sekarang, jangan di kasih tau sama Edo dan keluarganya, nanti sudah beberapa tahun baru kasih tau, kita ngak tau sifat orang seperti apa dan bagaimana adik adiknya" ucap sang Bibi.


"Baik bi.. aku ngak akan kasih tau" menurut kepada sang Bibi.


Dia juga sedang membangun toko pakaian tidak jauh dari rumah bibinya, Rena membeli toko orang jual butuh, dan akan di kelola juga oleh sang bibi.


Jaga jaga lebih baik dari pada nanti timbul masalah, lebih baik dia menikah dengan membawa tangan kosong, dan memulai kehidupan baru dari nol bersama, biar lah yang di sini suatu saat nanti dia kasih tau, klau keluarga barunya benar benar tulus sama dia, pikir Renata.


"Ya sudah, lebih baik kita kedepan" ucap sang Ibu.


"Ta... baju yang mau di bawa sudah siap" tanya Ayahnya.

__ADS_1


"Sudah Yah.." jawab Renata.


"Ya sudah... klau gitu kita lansung berangkat aja" ucap Paman"


"Rena ganti baju dulu paman" ucap Rena mengganti pakaiannya.


Renata di antarkan oleh keluarga nya ke rumah, Edo dan sebelumnya Bibi dan Ibunya membeli buah tangan untuk di bawa ke rumah besarnya itu.


Semampai di rumah Edo, kelurga di sambut dengan hangat oleh keluarga Edo dan bicara dari A sampai Z. merasa sudah agak lama keluarga Rena berpamitan untuk pulang kerumah nya.


"Ta... jaga diri, baik baik di sini ya, Ibu pulang dulu" ucap Ibu memeluk Renata.


"Do... Ibu titip putri ibu"


"Iya bu... Edo akan menjaga Renata dengan baik bu" ucap Edo.


Tidak lupa semua keluarga Renata dan Edo bersalaman dan mereka pulang kerumah Bi Darmi.


Setelah kepulangan keluarganya Edo mengajak Renata ke kamar mereka.


"Selamat datang sayang... ini kamar kita" ucap Edo senang.

__ADS_1


Renata hanya melongo melihat kamar tersebut.


Bersambung....


__ADS_2