
"Re... boleh ngak Mas, memberi nafkah Buat Angga mulai sekarang, walau tidak banyak" ucap Edo penuh harap.
Tidak mungkin Renata menolak niat baik mantan suaminya, Angga juga anak kandung Edo, yang memang harus Edo nafkahi, namun Renata pun tidak akan memaksa klau Ayah anaknya itu tidak mempunyai uang untuk memberi nafkah anaknya.
"Boleh, memang itu juga ke wajiban kamu untuk memberi nafkah kepada anakmu" tutur Renata dengan lembut, hati Edo lansung bersorak gembira mendengar ucapan Renata.
"Makasih ya Re, tapi memang tidak banyak sih, yang penting mas akan berusaha memberi uang jajan Angga tiap bulan" tutur Edo dengan senyum yang mengembang.
"Ngga... ini tadi Ayah bawa makanan buat Angga, ayah ngak tau Angga suka apa, jadi yang beli ini aja" ucap Edo menatap sang anak dengan sendu.
Angga menyambut pemberian sang ayah dengan riang, dan lansung membukanya, senyum terkembang di bibir mungil itu.
"Makasih Ayah... apa pun yang Ayah berikan asal jangan racun Angga suka kok" tutur Anak itu dengan senyum manis, dan mata berbinar bahagia.
Bukan masalah harga dan mahalnya makanan yang di belikan ayahnya, Angga bahagia, jauh dengan apa yang di berikan oleh sang Ayah, sudah Angga dapatkan dari Bundanya, namun pemberian tak seberapa dari sang Ayah, yang baru dia dapat, membuat angga ke girangan.
Edo menatap haru sang anak, menerima pemberian nya tanpa banyak protes, justru anaknya menerima dengan senang hati, membuat hati Edo menghangat.
__ADS_1
Tak terasa Adzan ashar pun berkumandang, membuat Edo berdiri dari duduknya.
"Mas mau ke mesjid dulu ya" izin Edo kepada Renata.
Renata hanya menganggukan kan kepalanya, tanda menyetujuinya
"Angga ikut Yah..." seru anak itu, juga ikut berdiri dengan mata berbinar.
Edo melihat ke arah Renata, takut Renata tidak mengizinkannya membawa sang putra, ternyata Renata memberi Izin, betapa hati Edo berbunga bunga bisa berangkat sholat bersama sang anak ke mesjid, ada rasa sesal dan ada rasa senang di hati Edo bercampur aduk.
"Siap Bunda, Ayah... tungguin Angga ya....!" tutur anak itu semangat, membuat Edo dan Renata mengulum senyum melihat sangat sang anak.
Angga berlari masuk ke dalam rumahnya dengan semangat, sedangkan Ayah Renata dan Bagus sudah pergi ke mesjid melalui pintu belakang, di tidak mau menganggu waktu ayah dan anak itu.
"Terimakasih Re, kamu sudah merawat dan mendidik anak kita dengan baik" tutur Edo penuh rasa bersalah.
"Jangan berterimakasih terus, sudah kewajiban aku sebagai ibu merawat dan mendidik anak dengan baik" tutur Renata.
__ADS_1
Edo mengangguk tanda mengerti.
Tak lama menunggu, keluarga Angga dengan pakaian muslimnya, dan berjalan dengan riang.
"Ayo Yah... aku sudah siap" tutur anak itu dengan senyum mengembang.
"Ayo...." ucap Edo merah jari mungil itu, dan meminta izin sama Renata dan membawa sang anak ke mesjid, yang tidak jauh dari rumah Renata itu.
Renata melihat kepergian sang anak dan mantan suaminya bergandengan tangan, membuat hatinya menghangat seketika.
Akhirnya sang anak bisa merasakan pergi sholat berjamaah ke mesjid bersama Ayah kandungnya, selama ini Angga akan pergi ke mesjid hanya bersama Kakek dan omnya.
Ada senyum tipis terlihat dari bibir renata, sang Ibu dari dalam pun melihat tingkah sang anak, dia juga ikut terharu melihat kebahagiaan sang cucu, dan tidak ada dendam dari sang anak, dia memaafkan mantan suaminya dengan ikhlas.
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan vote ya...
__ADS_1