
Setelah hari yang panjang dan melelahkan mereka berdua saling mengobrol satu sama lain. Hingga obat yang diresepkan datang kepada Morgan.”Permisi tuan ini obatnya,”kata Bram.”Terima kasih,”ucap Morgan. “Dan makanan untuk tuan muda Martin makanan dan obat yang ada pesan beberapa hari yang lalu sudah disiapkan,”kata Bram memberikan kota kecil kepada Martin.”Iya terima kasih untuk kerjanya,”ucap Martin sambil tersenyum. Martin yang melihat banyak buku di meja membuat dia penasaran dan mengambil satu catatan disampingnya dan ia membacanya satu lembar demi lembar.
“Apa yanga kamu baca Martin,”ucap Morgan.”Catatan yang ada di atas meja kenapa?,”kata Martin sambil membacanya.”Kamu harus makan dulu baru membacanya,”kata Morgan yang mengambil catatan yang di pegang oleh adiknya.”Baik...baik aku akan makan dulu,”kata Martin yang mengambil sendok dan garpu didepannya. Martin memakan semua yang ada di atas meja sampai Morgan melihat dan berkata,”Apa kamu memilki saudara kembar?.”
Martin terdiam dan melihat kearah Morgan yang sedang menatap.”Kenapa kamu bertanya seperti itu?,”kata Martin yang tersenyum.”Tidak aku hanya ingin tahu saja,”kata Morgan. “Apa kamu memiliki kembaran,”kata Morgan lagi. Tapi Martin hanya tersenyum dan mengambil catatan yang ada didepan Morgan.
“Kenapa kamu diam saja,”kata Morgan.”Apa yang harus aku jawab, nanti pada waktunya dia akan muncul,”kata Martin.”Jadi benar kamu memiliki kembaran siapa namanya dan kenapa dia tidak bersama kamu,”kata Morgan yang ingin tahu.
Hembusan angin yang hangat menerpang ruangan yang panas. Martin hanya terdiam mendengar ucapan Morgan sampai dia yang lelah bertanya.”Kenapa kamu tidak berkata apa-apa,”ucap Morgan yang ingin jawabannya.”Untuk apa aku beritahu sekarang jika waktu berjalan sangat cepat,”kata Martin yang sedang membaca. Sampai dia mendapat kan informasi dari catatan lama yang dia pegang.
Sejarah pertikaian yang dibuat yang menyebabkan kedua orang tuanya tewas tanpa alasan. Anak yang tidak bisa diprediksi datang karena dia adalah anak darai ayah tapi tidak diakui oleh kedua orang tuanya. Yang menyebabkan semua itu menjadi kebencian.”Tapi siapa dia,”kata Martin dalam hati.
“Untuk alasan apa mereka melakukannya dan ingin membunuhku,”ucap hatinya lagi.”Jangan percaya dengan apa yang tertulis dalam catatan itu. karena semua itu tidak semuanya benar,”akat Morgan yang melihat kearah Martin.
__ADS_1
“Tidak semuanya benar, apa maksud kamu kakak,”ucap Martin yang binggung.”Ayah hanya memiliki kita berdua, tidak ada anak yang lain. Mereka hanya ingin harta warisan dari ayah saja,”kata Morgan.”Harta warisan maksudnya apa lagi ini,”kata Martin yang tidak mengerti dengan jalan pikiran kakaknya.
“Aku tahu kamu akan bingung dengan apa yang aku katakan,”kata Morgan.”Aku akan jelaskan satu persatu tapi dimana kembaran kamu biar dia juga tahu”kata Morgan. “Dia tidak ada disini tetap akan tahu rahasia keluarga kok,”ucap Martin.”Siapa namanya,”kata Morgan yang mendekat padanya.”Kakak ingin tahu kenapa sih, dia bisa jaga dirinya sendiri,”kata Martin.”Diakan saudara kamu masak kamu tidak khawatir, dia juga adikku. Aku berhak tahu dimana dia sekarang. Bagaimana jika dalam bahaya,”kata Morgan yang gelisah.
“Dia bisa menjaga dirinya sekarang dia ada di negara J. Mau membuat perselisihan antara preman selatan dengan Geng SaNaHa,”ucap Martin dengan santai.”Apa,”kata Morgan.”Aku harus pergi,”kata Morgan yang berdiri. Tapi ditahan oleh Bram yang ada dibelakangnya,”Tuan anda harus istirahat, biarkan orang lain yang mencari tahu keberadaannya.”
“Tidak usah dicari dia akan baik-baik saja karena kita berdua terhubung satu sama lain,”kata Martin. "Apa maksud kamu terhubung,”kata Morgan yang menatap.”Karena kita kembar, aku bisa merasakan kalau dia akan baik-baik saja,”kata Martin dengan percaya diri.
“Tapi kata kamu kalau dia akan membuat perselisihan. Kenapa?,”kata Alex yang muncul dari balik pintu.” Karena orang yang bersembunyi ingin menampakan diri jika keduanya berselisih,”kata Martin yang mengambil buku dibelakangnya. “Orang yeng bersembunyi ingin menampakan diri,”kata Ali dan Alex.”Tunggu sejak kapan kamu mengetahuinya,”kata Morgan.”Sejak awal kita berteman dengan Izam,”kata Martin.
“Martin aku bawa makan untuk kamu,”ucap Ezan yang datang lagi.”Siapa di sana,”ucap mereka semua. Sedangkan untuk Martin hanya terdiam mendengar kata Ezan datang.”Mana,”ucap Martin yang mengulurkan tangannya.”Halo kakak bagaimana kabarnya,”ucap Ezan dari belakang.”Kabar apa beberapa hari yang lalu bukanya kamu sudah menolong kakak bukan,”kata Martin.”Iyalah,”ucap Ezan yang duduk didekat mereka. Ali dan Alex datang menghampiri mereka bertiga.”Kalian kembar bagaimana bisa,”ucap Ali.
“Apa maksud kalian bagaimana,”kata Ezan.”Bukannya kakak sudah tahu tentang segel dua sisi itu apa,”ucap Martin.”Itu benar dia ingin bertemu dengan kamu makanya tadi aku menghubungi kamu agar kamu kembali lagi ke pulau,”ucap Martin.
__ADS_1
“Bukanya bagus kamu memanggilku karena mengejarku lagi,”kata Ezan.”Lagi,”ucap Martin. Ezan hanya menganggukkan kepalanya. Sedangkan Morgan hanya terdiam kerena terkejut melihat adiknya yang kembar ada dua.”Siapa diantara kalian berdua yang Martin dan Ezan,”kata Morgan yang masih bingung.
Sedangkan Martin dan Ezan terlihat bahagia melihat kakaknya yang binggung.”Aku Ezan,”kata Martin.”Aku Martin,”ucap Ezan. Mereka berdua yang sedang mempermainkan kakaknya melihat kebingungan. Sedangkan Ali dan Alex hanya terdiam melihat mereka berdua yang sedang mempermainkan Morgan. Bram yang ada disampingnya hanya bisa menahan tawa.”Tuan apa anda tidak bisa membedakan keduanya,”ucap Bram.
“Apa kamu bisa membedakan mereka berdua yang hampir sama,”kata Morgan. Semuanya hanya terdiam.”Nama kalian terbalik ya,”ucap Morgan yang sudah tahu kalau mereka berdua sedang dipermainkan.”Jika kamu bisa membedakan kami berdua, kenapa kamu masih ribet tanya,”kata Ezan.”Itu benar,”ucap Martin.
“Sekarang giliran kakak mengatakan apa yang terjadi,”kata Martin.”Jadi kalian ingin tahu yang mana musuh atau keluarga,”ucap Morgan.”Keluarga,”ucap mereka berdua.”Apa kalian tidak ingin tahu musuh ayah dan ibu,”kata Morgan.”Tidak..,”kata Martin.”Kami sudah tahu siapa musuhnya,”kata Ezan yang melanjutkan.
“Apa yang kalian katakan,”ucap Morgan dengan tatapan tajam. Tapi mereka berdua masih dengan santai melihat kakaknya yang melotot.”Ahhh sial. Kalian berdua, jangan pernah membuat aku khawatir. Apa kalian mengerti,”kata Morgan dengan tegas.
“Kami tahu,”ucap mereka berdua.”Bukannya tadi kamu bilang kalau kamu dari negara J kenapa cepat sekali baliknya,”kata Morgan. “Sebenarnya ada yang mengejar jadi tidak bisa kembali ke negara J sekarang, makanya aku bali lagi kesini,”kata Ezan menjelaskan dengan bingung.
‘Siapa yang mengejar kamu,”kata Morgan yang melihat kearah Ezan.”Bukannya kakak harus mengatakan siapa yang keluarga kita dan apa yang terjadi bukan,”kata Martin yang mengalihkan pertanyaan.”Baiklah kakak akan bicara. Tapi sebelum itu kalian baca dulu catatan yang ada dibelakang kalian agar tidak salah paham dengan cerita yang aku berikan nanti,”kata Morgan.”Apa ada hubungannya dengan catatan ini dengan ayah dan ibu kak,”kata Martin.”Iya apa hubungannya,”ucap Ezan yang binggung.”Nanti juga kalian akan paham. Jika sudah membaca catatan itu,”kata Morgan yang berjalan menuju kasur untuk berbarrring.”Aku ingin istirahat, jangan ganggu sampai kalian membacanya. Apa kalian mengerti,”kata Morgan yang menutup mata.
__ADS_1