Laut Merah (Izam, Roki & Martin)

Laut Merah (Izam, Roki & Martin)
Setelah Ledakan 1


__ADS_3

Izam dan yang lain pergi setelah ledakan usai, tanpa mereka sadari kalau ada bayangan dari organisasi kegelapan jiwa yang melihat mereka menghancurkan ruang bawah tanah. Izam yang tidak menyadari kejadiran bayangan dari organisasi kegelapan jiwa, pergi begitu saja.


Sampai di tempat perkumpulan dengan anah buah yang sedang pada posisi setelah semua tahanan di pindahkan. Tapi dari mereka ada yang masih memantau pergerakan musuh sampai mereka kembali ke posko tempat mereka bertemu.


Sampai di lokasi pertemuan Mizuki yang melihat Izam bertanya,”Kenapa denganmu?.” Izam melihat wajah Mizuki yang bertanya dengan tersenyum dia berkata,”Apa yang kamu maksud?.”


“Kalian berdua bertanya tapi tidak ada yang menjawab, jika seperti itu akan yang akan bertanya kepada kalian. Karena kalian tidak ingin menjawab pertanyaan sama lain,”ucap Terko.


Mereka berdua hanya menatap Terko dengan tatapan malas untuk menjawab. Terko yang sudah tahu kebiasaan mereka berdua hanya bisa tersenyum sampai dia berkata,”Aku tahu kalian tidak akan menjawab. Tapi kalian sadar tidak sejak kita keluar dari tepat tadi, kita selalu di awasi.”


Izam dan Mizuki yang tidak menyadarinya hanya menatap satu sama lain. Kemudian Izam berkata,”Dari mana kamu tahu kalau kita di awasi dan siapa yang mengawasi?.”


“Aku tidak tahu jelas tapi auranya hampir sama dengan organisasi kegelapan jiwa,”kata Terko.”Mereka mengawasi kita, apa ada kaitannya dengan ruang bawah tanah yang kita hancurkan,”ucap Mizuki.


“Itu bisa jadi,”kata Izam.”Jika kita diawasi bukannya kamu harus memberitahukan kami, kenapa baru sekarang,”kata Izam yang menatap ke arah Terko dengan dingin.


“Aku kira kalian tahu, makanya aku tidak memberi tahukan kalian berdua,”kata Terko dengan santai. “Jika mereka sudah mengawasi sejak kita di lokasi tadi berati mereka tahu keberadaan tempat kita bukan,”kata Izam.


“Apa perlu kita pindah tempat?,”kata Mizuku.


“Tidak usah kita di sini hanya berkumpul saja tidak ada informasi yang ingin kita sampaikan. Percuma saja mereka datang mencari informasi,”kata Izam.


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

__ADS_1


Di pulau Obat Martin, Rendi dan Kyoshi yang sedang melakuka perawatan tubuh karena mendapatkan serangan dari Organisasi kegelapan jiwa. Koto yang sudah sampai masuk ke dalam banguan rumah sakita di mana mereka bertiga sedang dalam perawatan Bunga.


“Kamu sudah datang,”ucap Putra dari belakang. Koto menoleh sebentar dan kemudian dia melanjutkan langkahnya yang di susul oleh Putra dari belakang.


“Kamu tidak usah khawatir mereka bertiga sudah melewati masa kritis,”kata Putra yang henda ingin berjalan berdampingan dengan Koto. “Apa mereka mendapatkan luka serius pada jiwa mereka,”kata Koto sambil berjalan menuju ruang rawat mereka bertiga.


Bunga yang sedang memantau berkembangan kondisi ke tiganya melihat Putra dan Koto yang datang berjalan ke arah dia. “Bagaimana kondisi mereka bertiga?,”kata Koto kepada Bunga.


“Untuk sekarang mereka sudah melewati masa kritis, hanya saja racun yang mereka dapatkan masih belum ada penawarnya,”kata Bunga.


“Racun!,”ucap Koto.”Iya racun ini sedikit demi sedikit menggerogoti organ dalam mereka. Tapi untuk sekarang aku hanya bisa menghambat racunya saja,”kata Bunga.


“Racun jenis apa itu?,”kata Koto. “Racun ulat hitan kuno,”kata Bunga. Koto terdiam mendengar ucapan Bunga dan berpikir,”Racun ulat hitan kuno hanya satu obat penawarnya adalah air bunga kristal biru yang ada dalam lautan es di dunia alam semesta. Tapi bagaimana bisa racun ulat hita kuno ada di tempat ini dan menyerang mereka bertiga. Ada yang tidak beres?.”


“Apa kamu sudah mengecek apa itu benar racun ulat hitam kuno,”kata Koto yang memastikan. “Aku sudah memastikannya tiga kali, aku juga tidak percaya dengan racun ulat hitam kuno,”kata Bunga.


“Dia pergi ke pulau bunga persik untuk mencari catatan atau obat yang bisa menyelamatkan mereka bertiga,”kata Bunga.


“Mustahil obat penawar ini bisa ada,”kata Koto.


“Harus cari tahu obat lain untuk menghentikan racun dalam tubuh ini,”ucap Koto. “Aku akan pergi mecarai penawar cadangan jika tidak ada obat yang pas, pasti ada obat yang menghambat racunnya bergerak,”kata Koto.


“Kamu tetap pantau perkembangan mereka bertiga, jangan sampai terjadi sesuatu kepada mereka. Awas saja jika terjadi sesuatu, kamu akan tahu akibatnya,”kata Koto dengan tajam dan dingin.

__ADS_1


“Tenang saja aku tidak akan melakukan hal yang berbahaya,”kata Bunga dengan santai.


~ ~ ~ ~ ~  ~ ~ ~ ~


Morgan yang sudah sampai di pulau bunga persik yang disambut oleh Bram. “Tuan anda sudah kembali, dimana tuan Martin adik anda?,”kata Bram.


“Kita bicara di dalam,”kata Morgan yang bersama dengan Zen. Morgan yang menuju ruang rahasia di mana buku langkah sampai kuno ada di dalamnya.


Bram yang melihat sikap mereka berdua hanya bisa terdiam sampai di dalam ruang rahasia Bram berkata,”Tuan apa yang sebenarnya terjadi?.”


“Untuk sekarang aku tidak bisa mengatakannya tapi bantu aku mencari penawar darai racun ulat hitam kuno,”kata Morgan. Bram yang tidak tahu kenapa tuannya mencari obat penawar dari ulat hitam kuno.


“Maaf tuan bukannya obat penawar itu hanya ada di alam semesta yaito air bunga kristal biru,”ucap Bram.


“Aku tahu tapi ada tidak penawar lain, kalau tidak obat yang sejenis dengan air bunga kristal biru,”kata Morgan. “Saya mengerti saya akan mencarinya,”kata Bram. Zen yang sudah mencari membaca semua buku yang ada di rak ruang rahasia untuk menemuka obar lain darai air bunga kristal biru.


Satu jama telah berlalu mereka bertiga yang mencari obat penawar dari ulat hitam kuno di dalam ruang rahasia. Tapi mereka tidak menemukan satupun buku yang bisa membantu menghilangkan racun ulat hitan kuno.


Morgan yang hampir putus asa kembali teringat satu buku yang ada di dalam lautan jiwa. Dia masuk ke dalam lautan jiwa dan membaca buku yang dia cari itu. Di dalam lautan jiwa Morgan yang menemukan satu buku yang berjudul Kegelapan dan cahaya. Morgan membuka lembaran pertama dan dia baca dengan hati-hati agar tidak terlewatkan satu kata saja. Sampai dia menemukan kata yang sama dengan apa yang dia cari, perlahan dan pasti dia membacanya.


Dua jam telah berlalu Morgan di dalam lautan jiwa untuk membaca buku itu dan menemukan hal yang tidak terduga. Kalau ada obat penawar lain yang hidup di dunia manusia yaitu adalah rumput cahaya surga yang hidup di pulau yang penuh dengan cahaya perdamaian.


“Tempat yang penuh cahaya perdamaian?,”ucap Morgan sambil termenung. Beberapa menit setelag berpikir Morgan meletakkan buku yang dia pengang dan mengganti buku yang lain yang berjudul Rahasia dunia.

__ADS_1


Morgan membaca buku itu  perlahan baru halaman pertama dia sudah menemukan nama pulaunya.”Pulau Sun Antrika. Pulau yang ada di bagian lautan terdalam dalam hutan beriklim panas. Pulau ini jarang dikunjungi oleh manusia atau pun monster karena tempatnya yang tidak mendukung untuk manusia hidup di sana. Karena pulau ini hanya bisa dimasukkan oleh orang yang berhati bersih dan damai,”kata Morgan.


“Tempatnya tidak terlalu jauh untuk ke sana,”kata Morgan yang sudah hampir selesai membaca bukunya.


__ADS_2